
Setelah kepergian Pak Dadang dan Pak Dudung. Jaka pun bergegas mengambil kunci mobil, dan membuka seluruh pintu yang ada di mobilnya.
"Keren banget nih mobil, sama kayak aku," kata Jaka narsis.😎
"Iya-iya, Mas Jaka memang keren,' sahut Rena, Dira dan Dani bersamaan.
"Dani, dari mana Adik Mbak ini, kok dari tadi ngilang. Kamu baru keluar dari WC ya, dari tadi ngumpet aja." ucap Rena sambil mengacak-acak rambut Dani.
"Mbak Rena, tangannya dikondisikan dong. Jahil banget jadi orang, lagian aku nggak ngumpet kok, perut ku mules." Sahut Dani kesal.
"Emangnya kamu makan apa," kata Dira penasaran.
"Gara-gara sarapan dirumah Bunda tadi." Sahut Dani
"Aku kan nggak bisa sarapan terlalu pagi Mbak, kalo sarapan pasti mules," rengek Dani.
"Trus ngapain tadi kamu sarapan?" tanya Jaka.
"Gara-gara Bunda Mas, katanya kalo nggak mau sarapan, nggak usah main kerumah Bunda lagi." Ucap Dani.
"Ya udah nggak apa-apa, itung-itung berbakti kepada Orangtua. Udah sana kedalam rumah, ambil obat sakit perut di kotak obat di ruang tengah." Ucap Jaka sambil mengambil Hp androidnya, untuk mengetahui cara menggunakan tombol, dan fitur yang ada di mobilnya. Jaka nggak tau kalo dimobil itu ada buku petunjuk teknisnya.
__ADS_1
"Udah Mas, aku sudah ambil dan minum satu barusan," jawab Dani.
"Tumben, kreatif kamu." Sahut Dira jahil.
Jaka mengontak kunci mobilnya, lalu menghidupkan tape mobilnya, dan menyambung fitur bluetooth ke HP nya.
Terdengarlah suara lagu Slank yang berjudul virus.
Tak lama kemudian, Gatot, Tedi , Nurdin, Darno, Lubis dan Nanang pun datang bersamaan dengan 5 motor.
"Assalamu'alaikum," ucap Gatot, bersamaan dengan kelima saudaranya.
"Waaah, sudah datang mobilnya. Gagah dan keren banget Bang," sahut Nanang.
"Iya Nang, baru nyampe 30 menit yang lalu. Di anterin Pak Dadang dan Pak Dudung anak buahnya Om Harto kesini tadi." balas Jaka.
"Kalian mau ngopi dulu," ucap Dira ramah.
"Nggak usah repot-repot Mbak Dira, kami mau langsung ke kebun, bentar lagi nyampe 2 mobil pick up, yang antar jemput tenaganya. Soalnya kami beriringan tadi," sahut Gatot ramah.
"Pake mobil antar jemput Gatot?" kok kamu nggak ngomong ke aku, tanya Jaka penasaran.
__ADS_1
"Iya Bang, soalnya keputusan nya dadakan semalam. Jadi diantara tenaga kerja kita ada yang punya mobil pickup Bang, karena permintaan dan hasil rembuk tenaga kita sendirilah yang memutuskan mereka ber_50 mencari 2 mobil pickup yang ongkosnya dipotong dari gaji mereka sendiri Rp 10.000.- per hari." Jawab Gatot panjang kali lebar.
"Nah tuh, mobil dan tenaganya ya sudah datang, kami lanjutkan pekerjaan ya Bang," sambung Gatot.
"Abang jadi mau ke ibukota," ceplos Nanang.
"Oke kalo begitu, nanti kita atur lagi sambil jalan Gatot, bagaimana bagusnya. Jadi Nang, nanti jam 09:00, kami berangkat." Jawab Jaka tegas.
"Ya udah Bang, kami lanjut ke kebun, untuk pengaturan tenaga kita," sahut Gatot dan Nanang disertai anggukan kepala yang lainnya.
"Oke lanjutkan, hati-hati ya, gimana caranya tujuan kita tercapai. Tapi tetap intinya, keselamatan kerja nomor satu. Maka jagalah keselamatan kalian, dan tenaga kerja kita!" ucap Jaka tegas dan berwibawa.
"Aku mau minta tolong, kalian atur siapa yang bisa tidur dirumah ini, dan dirumah Ayah untuk dua malam terhitung mulai malam ini. Nanti kalau jadi berangkat aku kasih kabar," sambung Jaka
"Siap Bang, akan kami laksanakan, balas mereka berenam dengan kompaknya.
"Nanti kalau jadi berangkat telpon aku aja Bang," sambung Gatot.
Lalu mereka bergegas menyalakan mesin motor, dan bergerak ke arah kebun, dengan diikuti 2 mobil yang membawa tenaga kerja.
👍Jaka memberi kode.
__ADS_1