
Jaka pun mengakhiri panggilan telpon, dan melanjutkan kegiatan mengatur nafasnya.
Tak lama berselang terdengar suara HP nya berdering, tanda ada panggilan telepon yang masuk.
Jaka pun melihat ke layar HP nya, tertera nama Bang Kandar di layar HP, lalu menerima panggilan telepon itu.
"Halo Bang Kandar! Gimana Bang?" tanya Jaka.
"Pak Pambudi, saya baru nyampe di lobby Hotel Pak," jawab Bang Kandar.
"Gini aja Bang! Abang langsung bagian resepsionis Hotel, bilang aja Abang keluarga saya dan mau menginap di kamar VVIP di lantai 7. Sekalian Bang Kandar ajak keluarga Abang, nanti kalo udah keluar lift dilantai 7 Abang telp lagi ya?" kata Jaka.
"Siap Pak! Saya akan mengikuti perintah Bapak," sahut Bang Kandar.
Pak Kandar pun mematikan mesin mobilnya, lalu mengikuti perintah Jaka.
Bagian resepsionis pun memanggil seorang porter untuk membantu Pak Kandar membawa barang-barang yang ada dimobil.
seorang porter pun datang sambil membawa troli barang, dan bergegas mengambil barang di bagasi mobil yang pintunya sudah dibuka Pak Kandar.
"Mari Pak, silahkan ikuti saya," kata porter ramah.
"Lhoo! Mobilnya?" kata Pak Kandar kaget.
"Karena Bapak masuk dikamar VVIP, berarti Bapak mendapatkan pelayanan parkir VVIP juga Pak. Nanti ada petugas hotel yang akan memarkirkan mobilnya, dan kuncinya bisa diambil di sana Pak, dengan menunjukkan STNK, atau tanda pengenal yang lain Pak," sahut porter ramah.
__ADS_1
"Kalo boleh tau, nama Mas nya siapa?" tanya Pak Kandar.
"Saya Ahmad Pak," jawabnya ramah.
"Saya Kandar Mas," sahut Pak Kandar.
"Mari Pak Kandar, ikuti saya," ajak Ahmad ramah.
Mereka pun sampai dilantai 7, dan Pak Kandar pun bergegas menelpon Jaka.
Panggilan telpon pun masuk.
"Iya Bang Kandar! Sudah nyampe Bang?" kata Jaka sambil keluar dari kamar dan mengunci pintunya.
"Langsung kesini aja Bang," kata Jaka, sambil mematikan panggilan telpon.
"Mas sini, barang-barangnya langsung diletakkan dikamar ini aja," kata Jaka, sambil membuka pintu kamar, yang ada disebelah kanan, kamar yang ditempati Dani dan Angga.
"Pak," kata Pak Kandar sambil bersalaman dengan Jaka, yang diikuti oleh istrinya.
"Nggak usah terlalu formal Bang, biasa aja. Tuh! Abang dengerin dan ikutin Mas Ahmad dulu," sahut Jaka.
Ahmad pun bergegas mengikuti perintah Jaka, dan langsung memasuki kamar dan menurunkan barang-barang dari troli barang. Di ikuti oleh Pak Kandar dan istri nya.
"Om Jaka." panggil Anak laki-laki pertama Bang Kandar.
__ADS_1
"Iya ada apa Dik," sahut Jaka.
Anak laki-laki itupun mencium tangan Jaka, diikuti oleh kedua adiknya, sambil menyebutkan nama nya, dan kedua adiknya.
"Namaku Alfian Om, biasa dipanggil Fian, ini Ira, dan yang paling kecil namanya Ariel, terimakasih Om sudah menyelamatkan kami malam itu," kata Fian ramah.
"Pak Kandar, itu ranjangnya dobel ya Pak," kata Ahmad ramah.
"Maksudnya Mas?" tanya Pak Kandar bingung.
"Ini lho Pak, ada kasur lagi di bawah ranjang ini yang besarnya hampir sama, jadi Bapak dan keluarga bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman." Kata Ahmad.
"Oh ternyata, di bawah ranjangnya masih ada kasur lagi," gumam Jaka.
"Oh iya Mas Ahmad, terimakasih ya, atas informasinya. Ini Mas, untuk beli rokok," sahut Pak Kandar tersenyum, sambil memberikan uang Rp50.000 kepada Ahmad.
"Terimakasih ya Pak, sekalian saya permisi kembali ke lobby, ucap Ahmad ramah, sambil menerima uang tips nya.
"Sama-sama Mas, silahkan," sahut Pak Kandar.
"Mari Pak Jaka," kata Ahmad ramah.
Pak Kandar kaget setelah mendengar kata Ahmad barusan
"Silahkan Mas, terimakasih ya," sahut Jaka.
__ADS_1