
"Terus, maksud kedatangan Abang berdua?" tanya Angga penasaran.
"Kami datang untuk melamar Andini, secara langsung Angga," jawab Jarko tegas.
"Apakah Bapaknya ada?" tanya Fendi.
"Maaf Bang, Abah sudah meninggal 4 tahun yang lalu," jawab Angga.
"Oh, maaf aku nggak bermaksud, membuka kenangan lama," sahut Fendi.
"Nggak apa-apa kok Bang," balas Angga.
"Kami dirumah ini cuma tinggal bertiga Bang," sambung Angga.
Emak Ijah pun membuka pintu depan rumah, dan keluar menuju teras depan.
"Oh ada tamu rupanya," kata Emak ramah.
"Kenalin Mak, ini Bang Fendi dan Bang Jarko," kata Angga.
"Bang Jarko tadi mau ngelamar Mbak Andini Mak," sambung Angga.
"Iya Mak, saya kesini mau melamar Andini, untuk jadi istri saya," kata Jarko tegas.
"Dan kalo Emak setuju, saya jadi suami Andini, dan jadi mantunya Emak, saya mohon kepada Emak, untuk bersiap-siap, membawa baju ganti, dan mengikuti kami ke Hotel Grand Republik. Sekalian bawakan baju ganti Andini. Karena Andini ada disana, dengan keluarga kami." Kata Jarko tegas dan sopan.
"Apakah kalian berdua serius?" tanya Emak.
"Kami sangat serius Mak, apalagi dia," sahut Fendi.
"Iya Mak, saya pun sangat yakin, dan serius, dengan Anak Emak," kata Jarko.
"Baiklah kalo begitu, kami akan bersiap-siap ke Hotel, dan membawa baju ganti untuk Dini," kata Emak ramah.
"Kalian berdua mau minum apa?" sambung Emak ramah.
"Nggak usah repot-repot Mak, Emak dan Angga siap-siap aja, bawa baju, untuk menginap 2 atau 3 malam, di Hotel Grand Republik." Sahut Fendi ramah.
__ADS_1
"Baiklah kalo begitu, Emak bersiap-siap dulu ya," kata Emak.
"Angga masuk dulu ya Bang, untuk menyiapkan baju ganti." Kata Angga.
"Iya silahkan," sahut Fendi dan Jarko bersamaan.
Fendi pun menelpon Jaka.
Jaka menerima panggilan telpon Fendi.
"Iya Fendi, gimana?" tanya Jaka.
"Sebentar lagi, kami meluncur kesana Bang, masih nungguin Emak, dan Adiknya Dini, berkemas dulu," jawab Fendi.
"Nanti kalian langsung ke Hotel aja ya," sahut Jaka.
"Iya Bang, nanti kami langsung menuju ke Hotel," balas Fendi.
"Oke, hati-hati dijalan," sahut Jaka.
"Siap Bang," jawab Fendi sambil mematikan panggilan telponnya.
Sekitar 30 menit, Emak dan Angga keluar dari rumah, membawa sebuah koper besar, dan sebuah tas ransel.
Angga pun bergegas masuk ke dalam rumah, untuk memastikan kompor, dan kipas angin sudah dimatikan, lalu mengunci pintu, menutup jendela, serta menghidupkan lampu bagian luar rumah.
Terakhir Angga pun memasukkan motornya, dan mengunci pintu depan rumah, lalu mengantongi kuncinya.
"Maaf ya, kelamaan nunggunya," kata Emak ramah.
"Nggak apa-apa Mak, ayo kita berangkat," kata Jarko, sambil membawa koper besar Emak, ke mobil.
Diikuti Angga yang membawa tas ranselnya, dan Fendi yang membuka pintu bagasi mobilnya.
Jarko dan Angga memasukkan tas ke bagasi mobil. Lalu menutup pintu bagasi mobil.
Sedangkan Fendi langsung men-starter mobilnya, dan menyalakan AC.
__ADS_1
Emak Ijah, Angga, dan Jarko, pun menaiki mobil.
Mobil pun bergegas menuju ke Hotel Grand Republik.
Tak sampai 1 jam, mobil pun memasuki, dan berhenti didepan lobby Hotel.
Mereka semuanya turun dari mobil. Fendi pun langsung ke bagian penerimaan tamu Hotel, dan menanyakan, apakah kamar VVIP sudah disiapkan. Dan Fendi pun meminta ke pihak Hotel, untuk mempersiapkan seluruh kamar VVIP yang ada dilantai 7, hanya boleh diisi oleh pihak keluarga Boss besar, dan siapa yang menempati kamar tersebut nantinya, hanya dia dan Boss besar Jaka, yang bisa memutuskan.
Sedangkan Jarko dan Angga membuka bagasi mobil, menurunkan tas koper besar dan tas ransel.
"Bang Jarko aja yang nganterin Emak, dan Angga ke kamar ya? Aku masih ada sesuatu yang harus di urus," kata Fendi terburu-buru.
"Emangnya, kamu mau ngurusin apa Fendi?" tanya Jarko.
"Abang ini nanya? Benar-benar nggak tau atau ...!" sahut Fendi agak kesal.
"Aku nanya beneran Fendi," jawab Jarko.
"Ya ngurusin pernikahan Bang Jaka, dan Bang Jarko lah! Aku tuh masih harus memastikan Penghulu Pernikahan, trus mempersiapkan dan mengatur tempat acara Bang, dan waktunya mepet! Karena acara pernikahannya, berlangsung besok." Jawab Fendi tegas.
"Jangan marah-marah dong, ntar cepat tua lho," seloroh Jarko.
"Maaf ya, aku nggak bermaksud menyinggung kamu. Aku tadi murni nanya kok," sahut Jarko dengan polosnya.
Angga dan Emak, hanya diam dalam keterkejutan, setelah mendengar obrolan Fendi dan Jarko, yang mengatakan bahwa pernikahan akan dilangsungkan esok hari.
"Emak dan Angga, dianterin Bang Jarko ya? Karena aku masih ada urusan lain," kata Fendi sambil tersenyum.
Mereka hanya mengangguk dan tersenyum.
Dan Fendi pun bergegas menuju ke ruangannya, di Bank KH.
Tak lama datanglah, seorang pelayan Hotel yang bernama Ahmad, dengan membawa troli barang.
"Barang-barangnya diletakkan di dalam troli aja Bang," kata Ahmad ramah.
Jarko dan Angga pun meletakkan tas koper besar, dan tas ransel ke troli.
__ADS_1
"Mari Bang Jarko, dan yang lainnya, silahkan ikuti saya ke kamar yang sudah disiapkan," kata Ahmad ramah.
"Iya Ahmad, lanjut, kamu yang mimpin jalannya." Kata Jarko.