
Kesibukan dikampung GIG membuat Gatot, Nanang, Nurdin, Lubis, Tedi, dan Darno, bahu membahu dalam menyelesaikan pemanenan sawit hari ini.
Mereka berkumpul di rumah Jaka, dan berbagi tugas.
"Nang! Kamu, Darno dan Lubis mengawasi pelaksanaan pemanenan sawit dan perawatan kebun ya? Kami bertiga nanti menyiapkan mobilnya." Kata Gatot.
'Iya Bang, nanti aku yang akan mengawasi pemanenan sawit, Lubis dan Darno nanti yang mengawasi pekerjaan perawatan kebun." Sahut Nanang.
Mereka semuanya telah bertekad untuk menyelesaikan tugas, dan tanggung jawab yang telah Jaka berikan.
Pagi ini dengan bermodalkan 2 unit mobil truk, dan 1 unit mobil pick up. Gatot, Nurdin dan Tedi, bersiap-siap untuk melakukan pengecekan dan persiapan mobilnya.
Gatot dibantu Nurdin melakukan pengecekan semua baut roda pada kedua mobil truk yang akan mereka kendarai, sedangkan Tedi melakukan pengecekan sendirian pada mobil pickup yang akan dikendarainya.
Setelah melakukan pengecekan mereka pun men-starter ketiga mobil tersebut.
Lalu kembali berkumpul di teras depan rumah Jaka.
"Gimana Bang, apakah hutang pengambilan bahan bikin garasinya sudah dibayarkan?" tanya Nanang.
"Ya belum dibayarkan Nang, emangnya duit siapa yang di pake buat bayar? kalian berlima ada duitnya nggak?" tanya Gatot.
__ADS_1
"Emang berapa Bang, jumlah duit yang harus dibayarkan?" tanya Tedi.
"Jumlah duit yang harus dibayarkan Rp15.000.000, Ted. Dan jatuh tempo hari ini," kata Gatot.
"Telpon Bang Jaka aja, lagian Bang Jaka kan pernah bilang kalo ada apa-apa telpon aku," sahut Nanang.
Gatot pun menelpon Jaka.
Panggilan telpon pun masuk dan diterima oleh Jaka.
"Iya Gatot! Ada apa?" tanya Jaka.
"Emangnya apa masalah apa Gatot?" tanya Jaka.
"Masalah duit pembayaran barang, dan jasa pembangunan garasi Bang," jawab Gatot.
"Berapa totalnya? Kamu punya rekening Bank kan?" tanya Jaka.
"Bahan dan barang yang digunakan total belanjanya Rp15.000.000, Bang. Dan uang jasa borongan garasinya Rp16.000.000, Bang," kata Gatot.
Jaka agak terkejut mendengar hal itu, tapi dia tetap tenang. Dia pun tidak menanyakan lagi perihal garasi mobil tersebut.
__ADS_1
"Oke Gatot! Sekarang kamu kirimkan nomor rekening yang masih aktif, nanti akan ku transfer duitnya," kata Jaka.
"Gatot! Sekarang kau ada dimana?" tanya Jaka.
"Kami berenam ada di rumah Abang, lagi menunggu tenaga pemanen sawit dan perawatan kebun Bang," jawab Gatot.
"Berarti HP nya di loud speaker ya?" tanya Jaka.
"Iya Bang," jawab mereka berenam kompak.
"Baiklah kalo gitu, aku percayakan tugas ini ke kalian berenam, aku agak sibuk hari ini, karena harus menjalankan amanah dari Almarhum papa. Nanti aku akan transfer Rp50.000.000, tolong bayarkan hutang dan upah borongan garasinya. Sisanya dibagi untuk uang jalan dan uang rokok untuk kalian berenam. Tolong di kirimkan nomor rekening Bank nya ya?" kata Jaka.
"Siap Bang! Tugas akan kami laksanakan," kata mereka berenam kompak.
Panggilan telpon pun selesai dan Gatot mematikan panggilan telponnya.
"Nang! Pake nomor rekening mu atau pake nomor rekening ku?" tanya Gatot.
"Pake nomor rekening Abang juga nggak apa-apa kok, nanti terserah Abang, mau ambil duit sama siapa, lagian tuh, tenaga kita sudah datang. Berarti aku, Darno, dan Lubis harus ngawasin pekerjaan kebun kan Bang," kata Nanang.
"Oke Nang kalo kayak gitu, kalian bertiga lanjutkan tugas, dan kami pun akan menyelesaikan tugas kami," kata Gatot, sambil mengirimkan nomor rekening Bank nya.
__ADS_1