
Jaka dan rombongan pun sampai di lantai 7 Hotel Grand Republik.
Jaka langsung menelpon Jarko.
Panggilan telpon pun masuk, Jarko menerima telpon itu.
"Iya Bang, ada apa?" tanya Jarko.
"Kamu dimana sekarang? Kami sudah sampe, didepan kamar ku," kata Jaka.
Jarko pun bergegas keluar dari kamar Emak dan Angga.
"Aku disini Bang," kata Jarko.
Jaka pun melihat Jarko dan mematikan panggilan telponnya.
"Dimana Emak dan Angga?" tanya Jaka.
Emak dan Angga pun keluar dari kamar VVIP mereka.
"Emaak!" teriak Dini. Sambil berlari dan memeluk Emaknya.
"Anak Emak kenapa ini? Kayak nggak pernah ketemu Mak aja, padahal setiap hari dirumah ketemu terus." Kata Emak tersenyum, sambil mengelus rambut Dini.
Hiks... hiks...
"Anak gadis Emak sudah besar dan cantik, sudah mau nikah! Jangan nangis dong, nanti cantiknya luntur gimana?" seloroh Emak.
__ADS_1
"Bang Jaka?" kata Angga yang masih kaget.
"Angga! Sini, ngapain juga kamu bengong disitu?" kata Jaka sambil merentangkan kedua tangannya.
"Bang Jaka! Makin keren aja," kata Angga sambil memeluk Jaka.
"Selamat ya, kamu bakal dapat Abang ipar, itupun kalo Emak setuju," kata Jaka sambil tersenyum, dan melihat ke arah Emak.
Jaka pun melepaskan pelukannya ke Angga, lalu menyuruh Angga duduk.
Lalu Jaka fokus dengan Emak. Trus, tanpa basa-basi lagi Jaka pun berkata.
"Emak, mau nggak Mak, jadi mertuanya Jarko?" tanya Jaka ramah.
Emak pun terlihat sedang berpikir.
"Ayo kita bicara didalam aja," kata Jaka.
"Bang Jaka! Kalo Abang mau, kita ke atas aja Bang, di atap Hotel ini." Sahut Fendi, yang baru saja keluar dari lift.
"Emangnya diatas ada apa Fendi?" tanya Jaka.
"Pemandangan bagus Bang, kalo dilihat dari atas, siapa tau Abang bisa dapat ide dan pencerahan," jawab Fendi sambil tersenyum.
"Ayo Fendi, kalo gitu kita semuanya ke atas aja," kata Jaka.
Mereka semuanya bersama-sama naik ke atap hotel, melewati tangga di ujung koridor. Setelah sampai di rooftop, semuanya kaget dan terkesima melihat penampakan rooftop Hotel. Kecuali Jaka, Jarko, Fendi, Dira, Ibu, Rena dan Sania yang terlihat biasa-biasa saja.
__ADS_1
Ada kolam renang, yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk bersantai.
"Waah! Ternyata tempat ini keren banget Bang," kata Angga, yang disertai anggukan Dani dan yang lainnya.
"Kapasitas rooftop Hotel ini, bisa menampung berapa banyak orang?" tanya jaka.
"Sebenarnya rooftop Hotel ini bisa menampung sekitar 400 orang. Tapi, karena kebijakan Hotel, rooftop ini cuma diperbolehkan menampung 150 orang pengunjung, untuk kenyamanan dan keamanan Bang," jawab Fendi.
"Kalo gitu, acara akad nikahnya besok disini aja," kata Jaka semangat.
"Iya nggak apa-apa Bang," sahut Fendi.
Fendi pun langsung menghubungi manajemen Hotel, memberitahukan kalo acara akad dan resepsi pernikahan besok, akan dilangsungkan di rooftop Hotel Grand Republik.
Saat Fendi lagi sibuk menelepon manajemen Hotel, Jaka pun langsung membicarakan hal penting yang menjadi inti dari acara akad nikah besok.
Dini, Jarko, kemari kalian," kata Jaka.
"Sekalian Emak juga ya," sambung Jaka.
Setelah mereka semua duduk, Jaka pun langsung berkata.
"Gimana Mak, apakah Emak setuju, kalo Dini dan Jarko menikah disini besok?" tanya Jaka.
"Kalo Emak gampang Nak, Emak kesini cuma mau pastikan, semuanya kembali kepada Dini dan Nak Jarko, kalo mereka berdua memang mau nikah, Emak sih, cuma ngikut aja.
Kan? Yang jalani pernikahan mereka." Sahut Emak bijak.
__ADS_1