
Setelah sampai di balkon, Rena pun langsung bertanya ke Jaka.
"Ada apa Mas?" tanya Rena .
Dengan refleks Jaka menjawab.
"Lha terbang lalat nya tadi," kata Jaka asal.
"Maksudnya Mas?" tanya Rena dengan polosnya.
"Tadi sebelum Adek ke balkon, ada seekor lalat disitu, lalat nya terlihat kayak lagi lari-lari gitu, mondar-mandir dari situ kesini," kata Jaka sambil menunjukkan tempat lalat nya lari-lari.
"Adek bingung Mas, maksud Mas Jaka gimana?" tanya Rena lagi.
"Jadi Dek, pas lalat nya keliatan kayak lagi lari-lari tadi, kamu nanya ke Mbak Dira mu. Mbak Dira ngapain sih, lari-lari didalam kamar? Trus dijawabnya. Nggak apa-apa kok Dek, Mbak nyambil olahraga aja, supaya badan tetap fit dan bugar. Mas kan, lagi memperhatikan lalat tadi, kok nih lalat bisa nyambung dengan omongan Mbak Dira mu." jawab Jaka asal sambil tertawa kecil.
Rena pun ikut tertawa cekikikan mendengar cerita itu.ðŸ¤ðŸ¤
Sedangkan Dira langsung melompat ke kasur, sambil menutupi seluruh wajahnya, yang tersipu-malu dengan bantal.
"Dasar Mas Jaka!" gerutu Dira dibawah bantal.
Tak lama kemudian.
Terdengar suara ketukan pintu kamar.
__ADS_1
Tok tok tok ...
Dira pun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dengan air hangat.
Tok tok tok ...
"Sebentar," sahut Dira, sambil tersenyum, dan bergegas mengelap mukanya, dengan handuk, lalu membuka pintu kamar.
"Sania! Tumben," kata Dira kaget.
"Iya Mbak Dira, ini aku Sania. Kok ngomong nya gitu sih?" tanya Sania.
"Iya Sania! Tumben, kan biasanya kamu langsung nyelonong masuk. Ini nggak bawa barang-barang kamu lagi kan?" tanya Dira sambil memperhatikan Sania.
"Mbak Dira bisa aja," sahut Sania tersipu.😚😚
"Ada apa sayangku, apakah dirimu merindukanku," kata Jaka yang menggoda Sania.
"Rindu? Kayaknya nggak Mas! Tapi, kalo kangen iya ... " seloroh Sania dengan muka memerah.
Lalu terdengar suara deringan HP Jaka, dia pun bergegas mengambil HP nya, dan menerima panggilan telpon.
"Halo! Kok belum kesini-sini," kata Bunda.
"Emangnya ada apa Bun?" tanya Jaka bingung.
__ADS_1
"Lhoo ... emangnya Sania belum kesana?"tanya Bunda.
"Dek Sania, ada kok Bun, baru aja datang. Emangnya ada apa Bunda?" kata Jaka.
"Bunda nyuruh Sania panggil kamu dan kedua istrimu, supaya bisa makan malam bersama, di cafe dan resto yang ada di atap Hotel. Tapi kok nggak datang-datang! Ya sudah, sekarang buruan kesini ya Nak." Sahut Bunda.
"Bunda, karena Jaka belum lapar, dan ada sesuatu yang harus Jaka cek di kantor, nanti Adek bertiga aja yang keatas ya? Jaka mau ke kantor dulu, karena ada yang harus Jaka selesaikan. Nggak apa-apa kan Bun?" kata Jaka.
"Ya sudah kalo gitu, tapi jangan lupa makan ya," sahut Bunda.
"Iya Bunda sayang," ceplos Jaka.
Panggilan telpon pun berakhir.
"Dek, Adek bertiga aja yang ke atas untuk makan malam bersama ya? Mas ada sesuatu yang harus diselesaikan di kantor," kata Jaka.
"Emang nggak bisa ditunda Mas?" sahut Dira.
"Untuk yang mau diselesaikan ini, lebih cepat selesai lebih bagus Dek! Mas nggak mau Nunda-nunda urusan ini, nanti kalo sudah selesai akan Mas ceritakan!" kata Jaka tegas.
"Ya udah kalo gitu Mas, kami bertiga ke rooftop Hotel ya," sahut Dira.
"Iya Dek, bawa kunci pintu kamar ya" balas Jaka.
"Iya Mas, sahut Dira dan Rena bersamaan.
__ADS_1
Mereka bertiga bergegas menuju ke rooftop Hotel.