
Jaka pun mendekati mobil, dan men-starter mobilnya, serta menghidupkan AC, lalu kembali ke pondok, untuk menghabiskan minumannya.
"Ayo Yah , Bunda, Ibu dan semuanya kita siap-siap, melanjutkan perjalanan lagi, setelah menghabiskan minumannya," kata Jaka sopan.
Jaka pun menyeruput kopi, sambil merokok dengan santainya.
"Mas, emangnya kita mau melanjutkan perjalanan ke mana dulu?" sahut Ibu penasaran.
"Dari sini kita ke rumah Papa dulu Bu," kata Jaka sambil tersenyum.
"Berarti mau anterin aku pulang ya?" sahut Rena sewot.
"Ya nggak dong sayang, semuanya tetap tergantung Adek kok. Kan izin kuliahnya masih 2 hari lagi kan?" balas Jaka, sambil tersenyum. Yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Rena.
"Gitu ya? Oke deh kalo gitu," sahut Rena semangat.
"Ya iyalah gitu, masak ya iya dong," seloroh Dira.ππ
"Kamu juga sih, mikirnya kejauhan," sambung Dira.
Rena yang jadi omongan pun cuma cengengesan.
"Apa gini aja, gimana kalo kita langsung aja ke Ibukota DC? Nanti sampai sana kita cari Hotel, atau penginapan." Ucap Jaka dengan antusias.
"Nanti pulangnya,baru kita mampir ke rumah Om Harto, Papi, lalu kerumah Papa, trus anter Ibu, dan Dani ke AY?" sambung Jaka.
"Iya Mas Jaka, gitu aja," sahut Dani antusias.
"Iya Nak gitu aja, Sekalian jalan-jalan, Ayah dan Bunda sudah hampir 20 tahun, nggak ke Ibukota DC," sahut Ayah.
__ADS_1
"Oke, setuju ya. Kita semuanya ke DC dulu." Kata Jaka.
"Setuju." Jawab semuanya kompak.
"Dek Rena, Dek Dira, siapa diantara Adek yang mau bawa mobilnya duluan, Mas mau istirahat dulu, soalnya perjalanan kita membutuhkan waktu sekitar 10 jam?" tanya Jaka.
"Dek Rena aja Mas, soalnya aku agak kaku kalo bawa mobil matic," jawab Dira.
"Iya Mas, nggak apa-apa. Lagian aku dari tadi, pengen coba bawa mobil ini," sahut Rena dengan antusias.ππ
Jaka pun browsing di google map, untuk mencari tau Hotel terdekat, dari Bank KH, di ibukota DC, di negara Republik.
Jaka mendapatkan hotel yang menjadi pilihannya. Hotel Grand Republik menjadi pilihannya, diantara banyaknya Hotel dan penginapan di DC.
Lalu Jaka memesan 3 kamar yang sama, dan bersebelahan secara online, dan membayarnya cash, melalui transfer Banking nya. Jaka pun mengaktifkan rute menuju ke hotel.
"Sekarang habiskan minumannya, dan kita berangkat," sambung Jaka sambil tersenyum, dan semangat.
Rena pun bergegas ke mobil, dan menghidupkan tape mobil, dengan tautan via bluetooth dari HP nya.
"Ayah pindah ke belakang aja ya, nemenin Dani," kata Ayah.
"Iya Yah, kalo Ayah mau di depan juga nggak apa-apa kok," sahut Jaka sambil tersenyum.
"Kalian aja yang didepan, Ayah mau tidur aja, di bangku belakang," balas ayah sambil tersenyum.
Mereka bertujuh pun menghabiskan minumannya. Lalu menaiki mobil, karena Jaka dan Rena didepan. Ayah pindah duduk di bangku belakang dengan Dani. Sedangkan Dira duduk disebelah Bunda dan ibu, di bangku tengah. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke ibukota DC.
Sekarang sudah jam 13:00.
__ADS_1
Mobil pun mencapai Pos Satpam, di gerbang pintu masuk,areal perkebunan.
Jaka tidak mampir lagi ke pos satpam itu, dia hanya menyuruh Rena melambatkan mobil, dan membuka kaca disampingnya, untuk menegur anggota Satpam yang berjaga, dengan cara membunyikan klakson mobilnya.
Tin...Tin....
"Numpang lewat Pak," ucap Jaka dari bangku kiri depan.
"Siap Pak Jaka, Bu Jaka. Silahkan." Jawab kedua Satpam, dengan penghormatan ala militer. Karena mereka tau, dan melihat plat nomor mobil Jaka.
βMereka pun melanjutkan perjalanan.
"Sayang, nanti kalo ada SPBU yang besar, dan lengkap fasilitasnya mampir dulu ya?" ucap Jaka.
"Iya Mas," sahut Rena.
Ternyata!!
Bikin novel tuh agak susah nya.
Susah bagi waktu antara melakukan tanggung jawab dan kewajiban untuk keluarga dengan bekerja sebagai supir. Serta untuk membuat, lalu update episode terbaru.
Tapi disinilah tantangannya.
Author mohon maaf jika ada kata yang tidak tepat atau salah.ππ.
Untuk para reader author mohon dukungannya.
Dan terima kasih atas kunjungannya.
__ADS_1