SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
74. Abang angkat


__ADS_3

Setelah membalas teguran dari Ahmad, Jaka pun meneruskan obrolannya dengan Fian, Ira dan Ariel.


"Nggak usah dipikirin Fian, semuanya Om lakuin dengan ikhlas kok, murni nolongin, murni menjalankan perintah Allah. Saling tolong menolong lah kamu dalam kebajikan. Fian, sekarang kelas berapa?" tanya Jaka.


"Aku kelas 9 Om, dan nggak lama lagi mau ujian Nasional," kata Fian dengan semangat.


"Waah! Berarti mau ujian kelulusan dong? Waktu kelas 7 dan 8 dapet rangking nggak?" tanya Jaka antusias.


"Waktu kelas 7 aku dapat rangking 1, tapi waktu kelas 8, aku dapat rangking 2 Om," jawab Fian sendu.😓


"Lhoo kok jadi lemes? Emangnya kenapa bisa dapat rangking 2 waktu kelas 8?" tanya Jaka antusias.


"Mungkin karena belajarnya kurang, dan kebanyakan main Om," ceplos Fian jujur sambil menundukkan kepalanya.


"Itu rangking 1 dan 2 nya juara kelas, atau juara umum Fian?" tanya Jaka penasaran.


"Juara umum sekotamadya Om,"sahut Fian.


"Hebat kamu!" teriak Jaka yang mengagetkan Bang Kandar dan istrinya. Tapi, mereka berdua hanya diam dan tersenyum.


"Berarti belajarnya harus bisa lebih rajin lagi tuh, tinggal 1 angka lagi kok! Pokoknya kalo sampe ujian kelulusan dapat juara 1 umum! Apapun permintaan Fian, akan Om Jaka turutin," kata Jaka.

__ADS_1


"Beneran Om?" tanya Fian antusias.


"Ya beneran dong," sahut Jaka.


"Kalo yang cantik ini, sekarang kelas Berapa dan rangking berapa?" tanya Jaka.


"Kalo Ira sudah kelas 5 dan Ira rangking 1 terus lho Om dari kelas 1," jawab Ira semangat.


"Waah keren, ini baru keponakan Om Jaka," kata Jaka sambil menoel hidung Ira.


"Kalo yang kecil dan ganteng ini, kelas berapa dan juara berapa?" tanya Jaka.


"Maksudnya Ariel gimana? Om Jaka jadi bingung," sahut Jaka.


"Maksud Ariel tuh Om, waktu kelas 1, dapat rangking 2, trus waktu kelas 2, dapat rangking 1, Om," sahut Ariel.


"Ternyata ponakan Om Jaka pinter-pinter semua ya," ucap Jaka semangat, yang diikuti senyuman Fian, Ira dan Ariel.


Ayo sini semuanya, peluk Om Jaka dulu dong," kata Jaka sambil berlutut, dan merentangkan kedua tangannya.


Ariel, Ira dan Fian pun bergegas memeluk Om mereka.

__ADS_1


Mereka berempat pun berpelukan dengan hangat, tanpa menyadari kalo ada beberapa pasang mata yang memperhatikan keakraban mereka berempat.


Sampai akhirnya terdengar suara Ariel.


"Om, sudah dong Om pelukannya, Ariel keringetan Om," rengek Ariel


Jaka pun melepaskan pelukannya, sehingga Ariel pun terbebaskan dari deritanya.


"Maafin Om ya, karena terlalu bersemangat," kata Jaka sambil mengusap cepat, air matanya yang tak sengaja mengalir di pipinya.


"Nggak apa-apa kok Om, Ariel cuma gerah aja. Kok! Om Jaka nangis ya?" tanya Ariel.


"Nggak kok, mata Om kelilipan tadi, kayak ada yang masuk ke mata," jawab Jaka sambil memaksakan tersenyum.


"Ayo kalian bertiga, mandi dulu sana!" kata Jaka sambil tersenyum, menyuruh Fian, Ira dan Ariel.


"Iya Om," sahut mereka bertiga bersamaan, sambil bergegas masuk ke kamarnya.


Jaka pun langsung berbalik ke arah kamarnya sambil mengusap air matanya yang hampir menetes. Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang bahunya, Jaka pun berbalik melihat siapa pemilik tangan itu.


"Bang Kandar?" kata Jaka, yang langsung memeluk erat Abang angkatnya, yang baru diketahui, dari data yang ada di profil kontak yang ada di HP nya di balkon tadi.

__ADS_1


__ADS_2