
Rena dan Dira yang mengerti maksud Jaka pun bergegas menuju ke Sania, dan mengajaknya untuk mendekat kearah Jaka.
Ibu dan Bunda yang melihat kejadian itu pun hanya tersenyum.
"Kamu kenapa sayang? Tanya Jaka, sambil menggeser poni Sania ke telinganya.
Sania pun langsung memeluk Jaka, dan menangis sesenggukan.
Jaka pun bingung dibuatnya.
"Nggak apa-apa kok Mas, kayaknya Sania terharu dan terbawa perasaan melihat kejadian Mas Jaka dan Dini tadi," sahut Dira.
💡
"Aku ada ide!" gumam Jaka sambil tersenyum jahil.
Jaka pun melepaskan pelukan Sania, yang membuat Sania bingung.😕
"Daripada aku bingung, dan Adek pun nggak jawab pertanyaan ku barusan. Sekarang aku mau tanya. Apakah Dek Sania mau, dan tidak berkeberatan, untuk menjadi istriku?" tanya Jaka.
"Aku, aa_ku," jawab Sania gelagapan.
"Ya sudahlah, kalo nggak mau juga nggak apa-apa," sahut Jaka berpura-pura merajuk, sambil berjalan menuju cafe dan resto yang ada di rooftop Hotel.
Rena dan Dira hanya tersenyum melihat tingkah laku Sang suami tercinta.
__ADS_1
Sania pun kaget mendengar perkataan dan sikap Jaka barusan. Akhirnya dengan reflek Sania berkata.
"Aku mau Mas!" jawabnya.
Jaka pun terus berjalan dan pura-pura tidak mendengar perkataan Sania barusan.
"Mas Jaka! Aku mau ... " teriak Sania.
Jaka pun tetap berpura-pura tidak mendengar Sania, dia pun sampai di kafe dan resto, dan langsung memesan jus pokat dan segelas kopi hitam dengan adukan 2:1.
Melihat kondisi Jaka yang seperti itu, membuat sebagian orang bingung dengan tingkah lakunya.
"Abang nggak apa-apa kan?" tanya Fendi.
"Mas Jaka nggak apa-apa kan?" tanya Sania penasaran.
"Ini Pak pesanannya," kata seorang pelayan cafe dan resto itu dengan ramah.
"Makasih ya Mbak," balas Jaka.
Jaka pun mengeluarkan rokoknya, lalu mengambil sebatang rokok kreteknya dan menyalakan rokoknya lalu menghisapnya dalam-dalam. Sambil meminum jus pokat nya.
"Gimana Dek Sania? Apakah sudah siap menjawab pertanyaan Mas tadi?" kata Jaka santai, dengan senyuman jahilnya.
"Fendi!" kata Jaka tegas.
__ADS_1
"Ya Bang, ada apa?" sahut Fendi.
"Besok siapkan acara Dini dan Jarko, kayaknya aku dan Sania ditangguhkan dulu, karena kayaknya Sania nggak siap, dia belum menjawab pertanyaan ku tadi," kata Jaka sambil tersenyum jahil. 😉
"Adek sudah menjawab pertanyaan Mas Jaka dari tadi kok, Mas Jaka nya aja yang nggak dengar, sudah 2 kali," ceplos Sania dengan polosnya.
Fendi pun bingung. 😕😕
"Emangnya Adek sudah jawab beneran?" tanya Jaka.
"Sudah Mas! Adek sudah jawab, mau kok," kata Sania yang ikut bingung.
"Emang Adek Sania mau, buat apa?" tanya Jaka jahil.
"Mas Jaka tadi kan nanya, apakah Adek mau dan tidak berkeberatan menjadi istri Mas, kan?" tanya Sania.
"Iya," jawab Jaka.
"Iyaa itu Mas! Adek mau jadi istri Mas Jaka," jawab Sania tegas.
Yang lainnya pun tertawa dan ada yang tersenyum, mendengar perkataan Sania dan tingkah Jaka. Kecuali Fendi dan Sania yang masih loading.
"Fendi! Kamu sudah dengar jawaban Sania kan? Kalo begitu acara besok diteruskan," kata Jaka sambil tersenyum jahil.
Fendi pun mulai nyambung dengan maksud Jaka yang sedang mengerjai calon istrinya.
__ADS_1
"Iya Bang," sahut Fendi sambil tersenyum.
"Sayangku, cintaku, dambaan hatiku, kalian mau minum dan makan apa? Semuanya silahkan duduk dan yang mau pesan makanan ataupun minuman, silahkan!" kata Jaka santai.