
Jaka pun masuk ke kamar setelah menghabiskan apel, dan kopi hitam, yang dibawanya ke balkon tadi, serta menyelesaikan kegiatan mengatur nafasnya, karena mendengar suara adzan Subuh berkumandang.
Jaka pun mengambil wudhu, lalu mengambil HP nya, untuk melihat arah kiblat sholat.
Setelah dia tau arah kiblat sholat kemana, Jaka pun bergegas melaksanakan kewajiban sholat nya.
Setelah selesai Jaka pun membereskan perlengkapan sholatnya, dia melihat kedua istrinya yang tidur sangat pulas.
Karena tak mau mengganggu tidur kedua istrinya, Jaka lalu tidur di sofa panjang, yang ada dikamar Hotel itu.
Jaka pun terbangun, dari tidurnya, karena bunyi alarm HP yang di setel nya semalam.
Dia pun duduk di sofa panjang itu, dan melihat kearah tempat tidur.
"Kemana kedua istriku tersayang ya," gumam Jaka.
Terdengar suara gemericik air kamar mandi dengan pintu tertutup.
"Oh mereka berdua lagi mandi bareng ternyata," gumamnya lagi. Sambil tersenyum.
Tok tok tok, terdengar suara ketukan pintu kamar.
"Room servis," kata orang yang diluar kamar.
"Sebentar," sahut Jaka.
__ADS_1
"Sayang, kalian berdua jangan keluar dulu ya? Ada room servis," kata Jaka.
"Iya Mas, kami masih berendam air hangat di dalam bathtub," sahut Dira dan Rena bersamaan.
Jaka pun membuka pintu kamar, dan mempersilahkan 3 petugas room servis masuk, ke dalam kamarnya. Mereka pun mengganti seprai tempat tidur, menganti buah-buahan dimeja, dengan buah yang baru, serta membawa gelas ataupun piring kotor, dan mengganti dengan yang bersih. Tak lupa mereka pun meletakkan sarapan pagi, berupa roti, dan kue dalam kemasan, dan 3 porsi bubur ayam dimeja makan yang setiap piringnya dibungkus dengan plastik bening.
"Kami permisi dulu ya Pak," kata mereka bertiga, yang hendak keluar dari kamar.
"Sebentar," kata Jaka.
"Ada apa Pak?" tanya mereka bertiga kompak.
"Apakah kamar orang tua saya, di sebelah kiri, dan kanan kamar ini, sudah kalian bertiga beri pelayanan room servis juga?" tanya Jaka ramah.
"Sudah Pak," sahut mereka bertiga bersamaan.
"Terima kasih ya Pak, semoga semua urusan, dan rezekinya, dilancarkan Allah," kata mereka bersamaan.
"Aamiin," sahut Jaka.
"Kami permisi ya Pak," kata mereka bertiga bersamaan.
"Ya silahkan," sahut Jaka sambil tersenyum, dan menutup pintu kamar, dan menguncinya.
"Sayang, kalian berdua sudah selesai apa belum, aku mau bersiap-siap ke Bank KH ini,* kata Jaka.
__ADS_1
"Iya Mas Jaka, sebentar ya." Jawab Rena dan Dira bersamaan.
Tak sampai 10 menit mereka berdua pun keluar dari kamar mandi dengan berpakaian rapi.
"Ternyata kalian berdua sudah berpakaian rapi, nggak kayak semalam mancing huru-hara," kata Jaka sambil tersenyum jahil.
"Mas Jaka sih enak, nih kami berdua masih agak perih anunya," kata Rena yang diikuti anggukan Dira.
"Salah sendiri, kan kalian berdua yang mau. Dan aku kan cuma terpancing suasana, yang kalian berdua ciptakan, tapi terima kasih ya sayang," sahut Jaka tersenyum. Sambil masuk ke kamar mandi, membawa handuk.
Jaka pun bergegas mandi, dan bersiap-siap, untuk berangkat ke Bank KH.
"Mas Jaka mau kemana?" tanya Dira.
"Aku mau ke Bank KH sayang," sahut Jaka sambil tersenyum.
"Kami ikut ya Mas?"Tanya Rena dan Dira bersamaan.
"Nggak usah sayang, lagian aku cuma jalan kaki kesana, karena Bank KH nya ada di sebelah kanan Hotel ini," kata Jaka.
"Oh jadi, Bank KH nya ada di sebelah kanan Hotel ini ya Mas?" sahut Rena.
"Iya sayang, coba kalian berdua lihat di google map," kata Jaka.
"Kalian istirahat aja di kamar ya, karena nanti kalo aku pulang, aku mau yang kayak tadi malam lagi." Kata Jaka, sambil tersenyum manis, lalu keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Dasar mesum," sahut Rena dan Dira bersamaan.