
"Disini ada Puskesmas Pak, dan sudah ada UGD nya, kalo RS terdekat cuma ada di kota Z Pak," jawab Pak Ruhut.
"Tolong bantu saya telpon ambulance Pak, biar kesini jemput mereka," sahut Jaka.
"Dan Pak Ruhut, urusan ini adalah urusan interen saya, tolong jangan sebarkan, masalah yang terjadi barusan. Bilang saja kalo mereka berkelahi sesama mereka." Sambung Jaka tegas dan berwibawa.
"Siap Pak," Sahut Pak Ruhut. Lalu dia menelpon Ambulance.
Jaka pun bergegas ke mobilnya, untuk mengambil tas pinggangnya, mengambil uang Rp 1.800.000.-.
Roki, Ujang dan Zaki pun bingung melihat reaksi, dan sikap Pak Ruhut, dengan Bang Jaka yang barusan menghajar geng mereka.
"Roki, Ujang!" panggil Jaka.
"Iya Bang," sahut mereka kompak. Sambil mendekati Jaka.
"Ini uang Rp 1.800.000.-. Bawa untuk keperluan, dan pegangan kalian. Tugas pertama kalian menjaga, dan mengantar teman-teman kalian yang terluka, ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit, kalian berdua kawal mereka sampai sembuh. Dan kalo ada apa-apa telpon aku! Berapa nomor HP kalian." Ucap Jaka tegas dan lugas.
Mereka pun bertukar nomor HP.
"Siap Bang, kami akan laksanakan perintah Abang," sahut mereka kompak.
Zaki yang melihat kejadian itu pun terharu.
"Terima kasih Bang, aku berjanji akan mencari, dan mengikuti Abang, kalo sudah sembuh," ucap Zaki sambil menangis haru.
__ADS_1
"Kami juga Bang, akan melakukan hal yang sama seperti Zaki," sahut Ujang dan Roki kompak.
Terdengar sirine, Ambulance pun datang ke danau, sebanyak 2 unit. lalu berhenti di dekat pondok. 4 orang petugas kesehatan keluar dari ambulance, 2 orang membawa tas perlengkapan.
Mereka pun bergegas mengambil sebuah botol, dan menuangkan isinya ke kapas, lalu mendekat ke 5 orang yang masih pingsan.
Uhuuk...
Uhuuk...
Uhuuk...
Uhuuk...
Ke 5 orang yang pingsan. 4 orang pun sadar, lalu duduk. Dengan darah yang masih mengalir dari hidungnya.
"Ampuuun Bang," kata mereka berempat kompak, setelah melihat Jaka.
"Maaf Pak, itu bau cairan amoniak untuk menyadarkan orang pingsan," kata salah seorang petugas kesehatan.
1 orang lagi sadar tapi nggak bisa duduk.
"Aduuh leherku, ampuuun Bang," katanya kesakitan.
Petugas kesehatan pun memberikan pertolongan pertama ke enam orang itu termasuk Zaki, lalu mengeluarkan bed pasien dari Ambulance, dan menaikkan orang yang tidak bisa duduk. Lalu memasukkan ke lima orang itu dalam ambulance.
__ADS_1
"Diam kalian semua! Berhenti merengek kayak anak kecil! Roki, Ujang urus mereka sampai sembuh, kalo ada apa-apa telpon aku!" kata Jaka tegas dan berwibawa.
"Siap Bang, kami akan kawal mereka sampai sembuh," sahut Roki dan Ujang kompak.
"Tapi motor kami gimana Bang?" tanya Roki.
"Untuk motor yang 4 unit nanti diurus Pak Ruhut, sementara di titipkan di kantor Satpam." Jawab Jaka tegas.
"Terima kasih Bang," sahut Roki dan Ujang kompak.
2 unit Ambulance pun bergerak keluar, dari tempat itu di iringi suara sirine nya.
"Kami pamit Bang," kata Roki dan Ujang sambil berjalan menuju motornya.
"Iya, hati-hati dijalan," ucap Jaka.
"Pak Ruhut, saya minta tolong Bapak urus motor-motor ini, ke kantor Satpam. Untuk sementara, karena mereka sakit." Ucap Jaka tegas.
"Siap Pak Jaka," sahut Pak Ruhut.
"Ini Pak, Rp200.000.-, untuk yang bawa motor ke kantor satpam. Ini Rp100.000.-, untuk Pak Ruhut makan siang, sambil ngurus 4 motor itu." Sambung Jaka.
"Terima kasih Pak," kata Pak Ruhut sambil menerima uang dari Jaka.
"Saya cari anggota dulu Pak, untuk bawa motor ke kantor, sekalian saya mau cari makan," kata Pak Ruhut.
__ADS_1
"Iya Pak Ruhut, silahkan," sahut Jaka ramah.
Setelah Pak Ruhut pergi, Jaka pun kembali ke pondok itu.