SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
72. Bersantai


__ADS_3

Setelah menghabiskan minuman kaleng itu.


Jaka memperhatikan Rena yang sedang menggodanya. Jaka pun bergegas menuju ke Rena dan memasukkan adik kecilnya kedalam.


Dia pun bergerak dengan cepat, yang membuat Rena mendesah, dan mengerang, tubuh Rena pun mengejang hebat untuk kesekian kalinya dan lemas.


Jaka pun mengeluarkan adik kecilnya, dan melihat Dira yang sedang terlentang sambil tersenyum manis.


Dira pun memberi kode kepada Jaka, kalo dia ingin berada di atas.


Jaka pun bergegas tidur terlentang di ranjang, dan Dira pun memasukkan adik kecil kedalam.


"Eehmm ... " desah Dira saat sang adik kecil masuk.


Jaka pun menarik Dira kedalam pelukannya, dan menciumi bibir Dira.


Dira pun bergerak pelan tapi pasti hingga tubuhnya menggelinjang hebat lagi,


Dira pun melepaskan pelukan Jaka dan duduk dengan posisi adik kecil di dalam.


Sambil mengatur nafasnya, Dira pun mulai bergerak dengan ritme yang tidak teratur. Jaka pun meremas kedua bakpao Dira, hingga Dira bergerak semakin cepat dan tumbang, setelah tubuhnya mengejang hebat untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Jaka pun membalikkan keadaan dengan posisi dia diatas Dira, tanpa mengeluarkan sang adik kecil.


Jaka pun bergerak dengan cepat dan terus menambah kecepatannya, hingga dia dan Dira pun sama-sama menggelinjang dan mengejang hebat serta mencapai puncak kejayaannya bersama-sama.


Akhirnya Jaka dan Dira pun sama sama lemas.


"Alhamdulillah," kata Jaka sambil tersenyum puas, dan membelai rambut Rena yang ada disampingnya.


"Terimakasih sayang, kalian berdua bisa membantu membuat ku rileks dan nyaman." Kata Jaka.


"Hee'eehm ... " sahut Dira dan Rena bersamaan.


Jaka pun bergegas menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya dan mandi wajib. Setelah selesai mandi dia pun membuat segelas kopi hitam dan mengambil setangkai anggur dan apel lalu membawanya ke balkon kamarnya.


"Oh ada yang kelupaan," gumam Jaka.


Dia pun masuk kembali ke kamar, dan mengambil rokoknya dimeja serta kedua HP nya.


Jaka pun bersantai di balkon kamarnya, menikmati sebatang rokok kretek, sambil menyeruput kopi hitam dan memakan anggur yang dibawanya.


Jaka mengambil HP barunya, lalu melihat nomor kontak yang ada di HP tersebut.

__ADS_1


Ada 200 nomor kontak yang terdata di HP itu. Dia pun mengecek 1 persatu nomor HP dengan melihat foto profil yang ada disitu.


"Iskandar_abang angkat?" gumam Jaka.


Dia pun melakukan panggilan telepon.


Panggilan telpon pun masuk dan langsung diterima.


"Selamat sore Pak Pambudi! Apakah ada tugas yang harus saya lakukan?" tanya Iskandar dengan tegas.


"Untuk sementara ini belum ada tugas Bang!" jawab Jaka dengan perasaan terharu, karena bakal ketemu Abang angkat yang baru diketahuinya.


"Maksudnya Pak Pambudi, gimana Pak?" tanyanya bingung, karena mendengar perkataan Jaka barusan.


"Posisi Bang Kandar dimana sekarang!" tanya Jaka tegas.


"Saya lagi dalam perjalanan ke DC, bersama anak dan istri saya Pak," jawab Pak Kandar dalam kebingungannya.


"Kebetulan Bang! Nanti Abang dan keluarga langsung aja menuju ke Hotel Grand Republik, naik ke kamar VVIP di lantai 7 ya? Nanti kalo sudah nyampe, tolong kabari aku," sahut Jaka santai, karena sudah mengendalikan emosinya.


"Siap Pak Pambudi! Nanti kalo saya sampai saya kabari Bapak," jawab Pak Kandar santun.

__ADS_1


__ADS_2