SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
76. Pendarahan


__ADS_3

Setelah sampai di kamar Jaka pun bertanya kepada kedua istrinya.


"Sayang, apakah kalian sudah mandi wajib? Kalo sudah, kita sholat berjamaah ya?" tanya Jaka.


"Aku sudah Mas," sahut Dira sambil tersenyum.


"Aku belum Mas! Gara-gara Mas Jaka sih ... aku belum bisa sholat dulu," jawab Rena sambil tersenyum jahil. 😉


"Lhoo kok jadi gara-gara Mas sih Dek?" tanya Jaka penasaran


"Gara-gara Mas emang! Gara-gara Mas Jaka terlalu lincah, aku jadi pendarahan bulanan," rengek Rena.


"Pendarahan! Maksudnya Dek?" tanya Jaka panik. 😲😱


Karena Jaka memang tidak tau tentang wanita. Kalo setiap wanita pasti mengalami siklus datang bulan.


Sontak saja mendengar kata pendarahan, membuat Jaka langsung mengambil HP barunya, dan langsung menelpon Ambulance.


"Selamat sore Pak Pambudi, apakah ada yang bisa saya bantu?" kata seseorang wanita yang menerima telponnya.


"Bisa minta tolong kirimkan ambulance Mbak, ke Hotel Grand Republik!" kata Jaka, yang mengejutkan Dira dan Rena.


"Mas Jaka! Mas Jaka!" panggil Dira.


"Sebentar!" kata Jaka yang panik, sambil memberikan kode untuk menunggu dengan tangannya.


"Mas Jaka!" teriak Rena.

__ADS_1


"Iya sayang! Adek nggak apa-apa kan?" tanya Jaka panik.


"Adek nggak apa-apa kok Mas," jawab Rena dengan rasa bersalah.


"Batalin Ambulance nya Mas! Adek cuma lagi mengalami pendarahan, akibat siklus menstruasi Mas, Adek nggak apa-apa kok! Maafin Adek ya Mas?" kata Rena sendu. 😓


Dira pun bergegas mengambil alih HP ditangan Jaka, lalu berkata.


"Maaf ya Mbak, Ambulance nya Nggak jadi!" kata Dira sambil menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Iya Bu Pambudi, nggak apa-apa kok Bu," sahut Mbak petugas yang menerima telpon.


"Terimakasih ya Mbak, atas perhatiannya," kata Dira ramah.


"Iya Bu Pambudi," sahut Mbaknya.


Dira pun langsung memutuskan panggilan telepon. Lalu bergegas kearah Rena, setelah meletakkan HP di meja.


Pletaak ...


"Mangkanya! Adek jangan jahil," sahut Dira.


Yang diikuti dengan tatapan bingung Jaka.


Akhirnya Dira pun menceritakan apa yang terjadi, tentang siklus menstruasi, yang dialami oleh setiap wanita.


Akhirnya Jaka pun bergegas menuju ke arah Rena.

__ADS_1


Pletaak ...


"Aduuh ... sakit Mas," sahut Rena sambil meringis,dan menggosok-gosok keningnya yang barusan dijitak Jaka.


"Itu karena bikin Mas panik!" sahut Jaka tegas, sambil bergegas ke kamar mandi, untuk mengambil wudhu.


Rena pun terdiam, dengan rasa bersalah.


"Dek, sholat masing-masing aja yah, waktunya mepet!" kata Jaka tegas.


Jaka pun bergegas menjalankan kewajibannya.


"Tuh! Gara-gara kejahilan mu," kata Dira, sambil bergegas menuju kamar mandi, untuk mengambil wudhu.


"Maaf Mbak ... " sahut Rena sendu.


Dira pun tidak menggubris perkataan Rena, dan langsung bergegas menyusul Jaka, untuk mengerjakan sholat Maghrib.


Rena yang merasa bersalah dan menyesal, menangis tanpa suara.😭😭 Rena pun duduk meringkuk, di dekat dinding kamar mandi.


Akhirnya Jaka pun selesai melaksanakan kewajibannya, dan disusul Dira yang juga sudah selesai sholat.


Jaka pun melihat ke arah Rena, yang sedang meringkuk, di dekat dinding kamar mandi.


"Sayang, ngapain Adek meringkuk di situ?" tanya Jaka penasaran. Dira pun penasaran melihat Rena.


Rena yang mendengar perkataan Jaka barusan, langsung mendongakkan kepalanya, dan beranjak berdiri, sambil berlari dan langsung memeluk Jaka.

__ADS_1


"Mas Jaka, maafin Adek ya Mas?" kata Rena sesenggukan.


Jaka pun reflek, menerima pelukan Rena dengan bingung. Akhirnya Jaka pun tersenyum, setelah mengingat apa yang terjadi tadi.


__ADS_2