
Bang Kandar pun memeluk Jaka erat.
"Maafkanlah Abang Dek, Abang baru menyadari bahwa Jaka, adalah anak kandung papa Adjie, setelah mendengar perkataan mu, saat sedang mengobrol dengan anak-anak Abang." Kata Bang Kandar dalam tangis bahagianya.
"Ternyata yang menyelamatkan keluarga Abang malam itu, adalah Adik Abang sendiri," sambung Bang Kandar.
Mereka berdua pun saling melepaskan pelukannya. Lalu mengusap air mata masing-masing.
"Aku juga baru tau tadi, kok Bang dari data profil yang ada di HP ini," kata Jaka sambil memperlihatkan HP nya.
"Jaka!" kata istri Bang Kandar.
"Ini Mbak Desliana, Jaka. Panggil aja Mbak Liana." Kata Bang Kandar.
Jaka pun bergegas mencium tangan Mbaknya.
Mbak Liana pun menarik Jaka dalam pelukannya, dan menciumi pipi kiri dan kanan Jaka, serta mencium keningnya.
"Akhirnya Bang, pencarian kita selama ini tidak sia-sia," kata Mbak Liana sambil tersenyum, sambil melihat suaminya dan mengusap air matanya yang hampir menetes.
"Iya Mbak Liana, tapi tolong Mbak." Kata Jaka.
Yang membuat Mbak Liana bingung.😕😕
"Tolong pelukannya jangan lama-lama Mbak! Jaka laki-laki tulen lho, dan masih normal," sahut Jaka dengan polosnya.
"Dasar adik mesum!" kata Mbak Liana, yang langsung melepaskan pelukannya.
"Hehehehe," sahut Jaka.
__ADS_1
Pletaak ...
"Aduuh," kata Jaka sambil menggosok-gosok keningnya, yang dijitak Sang Abang.
"Ayoo! Awas kamu ya! Kalo godain istri Abang!" kata Bang Kandar.
"Mas Jaka!" terdengar suara teriakan dari arah belakangnya.
"Sayang ... sejak kapan kalian bertiga ada disitu?" tanya Jaka penasaran.
"Mas cuma becanda sayang ... dasar Mbak Liana nya aja yang baperan," sambung Jaka sambil cengengesan. Setelah melihat tatapan mata sangar dari Dira, Rena, dan Sania.
Pletaak ...
"Aduuh ... benjol juga nih jidat! Kena jitak melulu, dari tadi," kata Jaka sambil menggosok-gosok keningnya, yang barusan dijitak Mbak Liana.
Bang Kandar akhirnya menyadari tingkah absurb Adiknya.
Untuk mengalihkan perhatian Bang Kandar pun bertanya.
"Ini, ketiga cewek cantik ini siapa?" tanya Bang Kandar.
"Ini Dira dan Rena Bang, istriku dan itu Sania calon istri yang akan jadi istriku besok, itupun kalo dia mau?" seloroh Jaka.
Yang langsung mendapatkan cubitan dari Sania.
"Aduuh, aduuh ... sakit sayang," kata Jaka.
Sania pun langsung melepaskan cubitannya. Yang diikuti gelak tawa semua orang.
__ADS_1
"Sukurin!" kata Mbak Liana dengan senyum kemenangan.
"Apes, apes ... " kata Jaka lirih.
"Apa Mas?" sahut Dira, Rena dan Sania bersamaan.
"Nggak kok, nggak apa-apa. Kenalin nih Abang angkat Mas, Bang Kandar dan istrinya, Mbak Liana," sahut Jaka sambil tersenyum dan menggosok-gosok bekas cubitan Sania.
Sania, Dira, dan Rena pun bergegas mencium tangan Bang Kandar. Bang Kandar pun memeluk mereka bertiga dan mencium kening ketiganya.
"Bang! Jangan lama-lama pelukannya," sahut Jaka sambil memonyongkan bibirnya.
Mbak Liana pun tersenyum, menyadari tingkah absurb Jaka.ðŸ¤ðŸ¤
"Dasar Adik absurb," kata Bang Kandar.😓
"Kalian bertiga yang sabar ya, dengan tingkah Adik Abang ini ya? Kalo masih suka jahil, cubitin aja," kata Bang Kandar sambil tersenyum jahil.😉😉
"Iya Bang," sahut ketiga nya kompak.
"Bang! Jangan ngajarin yang nggak bener ya!" sahut Jaka.😥
"Iya cubitin aja, kalo jahil," ceplos Mbak Liana.😉😉
"Mbak Liana yang cantik! Jangan ngajarin Adik-adiknya yang nggak bener ya," sahut Jaka.😥
Setelah mencium tangan dan berpelukan dengan Bang Kandar, mereka pun melakukan hal yang sama dengan Mbak Liana.
Akhirnya Jaka pun terbebas dari penyiksaan hari itu, setelah mendengar suara Adzan Maghrib yang berkumandang.
__ADS_1
Mereka pun bergegas berpencar menuju kamarnya masing-masing.