SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
45. Mundur sekarang


__ADS_3

Setelah tekanan gas dari radiator hilang, Jaka pun membuka tutup radiatornya.


"Ini Pak Kandar, air radiator mobil kering, Pak Kandar ada air untuk mengisi radiator?" kata Jaka.


"Ada Pak Jaka, kebetulan tadi beli radiator coolant, di kota E, rencananya besok mau ke bengkel, untuk servis radiatornya Pak Jaka," sahut Pak Kandar, sambil ke bagasi mobilnya, mengambil jerigen radiator coolant.


"Ini Pak Jaka," sambung Pak Kandar.


"Mesinnya sudah agak dingin Pak, tolong dibantu starter, nyalain mesin mobilnya, tapi AC nya matikan dulu ya Pak," sahut Jaka, sambil membuka segel jerigen radiator coolant.


"Dek, tolong arahkan lampu mobilnya, agar sinar nya ke mesin mobil itu ya," kata Jaka.


"Oke Mas Jaka," sahut Rena, langsung mengarahkan sinar lampu mobilnya.


Pak Kandar pun men-starter mobilnya, dan mesin mobil langsung menyala. Jaka pun bergegas mengisi radiator coolant, ke mobil Pak Kandar sampe penuh.


"Kok Pak Jaka kesini, mobilnya bisa langsung nyala mesinnya ya, padahal tadi sudah saya coba nggak mau nyala," kata Pak Kandar, penasaran sambil keluar dari mobilnya.


"Mungkin mobilnya takut sama saya Pak," seloroh Jaka.


"Kayaknya iya Pak Jaka," kata Pak Kandar dengan wajah bingung.


"Nanti AC mobil jangan dinyalakan dulu ya Pak, setelah servis radiatornya, baru dinyalakan." Sahut Jaka.


"Terima kasih Pak Jaka, kalo boleh, saya minta nomer HP nya Pak?" kata Pak Kandar, sambil bersalaman, dan mereka pun bertukar nomor HP.


Pak Kandar pun pamit, untuk melanjutkan perjalanannya. Dan memasuki mobilnya.


Ketika akan melanjutkan perjalanan, Pak Kandar dikejutkan, dengan decitan suara rem mobil, yang berhenti di sebelah mobilnya.


Jaka yang sudah berada didepan mobilnya, pun terkejut, dengan reflek, langsung menoleh, ke arah suara decitan rem mobil tersebut.

__ADS_1


Jaka pun bersiap-siap, dan fokus, pada mobil yang baru datang tersebut.


Empat orang pun turun, dari dalam mobil tersebut, tiga orang di jok tengah, dan satu orang lagi di depan.


Orang yang didepan membawa sebuah pistol dan berteriak dengan lantang. "Berhenti! Jangan ada yang bergerak!" katanya.


"Dek! Mundur sekarang, amankan keluarga!" Teriak Jaka, yang langsung berlari, dan menerjang, pintu kiri mobil tersebut.


Braakk...


Terdengar suara pintu mobil di tendang Jaka dengan keras, dan bertenaga.


Pak Kandar pun bergegas melajukan mobilnya, maju mengikuti mobil Jaka.


Dugh...


Buugh...


Hingga orang yang membawa pistol terjatuh, ke arah mobil Pak Kandar, yang bergerak dengan cepat, dan kepalanya berdarah, terkena serempet mobil Pak Kandar.


Mobil yang dibawa Rena pun berhenti.


Ayah turun dari mobil, dengan membawa 2 pentungan kayu. Dan bergegas memecahkan kaca bagian sopir, dan menghajar sopir mobil tersebut.


Sampai Sang sopir berteriak minta ampun.


"Ampun Pak, ampuuun," teriak sopir itu.


"Keluar kamu! Dan tiarap!" teriak ayah tegas.


Sang supir mobil pun keluar dari mobil lalu tiarap, mengikuti teriakan Ayah.

__ADS_1


Jaka pun langsung bergegas, merebut pistol, dan bersiaga, dengan ketiga orang lainnya.


Setelah Ayah turun, dan melihat Jaka sudah mengendalikan keadaan, Rena pun memajukan mobil, dengan sorot lampu jauh, untuk menerangi Jaka.


Pak Kandar pun menghentikan mobilnya, dan bergegas, mengambil tas pinggangnya, dan keluar dari mobil.


"Tunggu disini Ma, anak-anak, jangan keluar dari mobil, dan kunci pintunya!" kata Pak Kandar tegas, dan berwibawa.


"Iya Pa hati-hati," jawab istri, dan anaknya bersamaan.


Dira pun pindah duduk di sebelah Rena, untuk merekam video, seperti biasanya.


Pak Kandar berlari mendekati Jaka, sambil mengambil sebuah pistol, dari tas pinggangnya.


Dor, dor, dor.


Terdengar suara tembakan 3 kali, yang dilepaskan dari pistol Pak Kandar.


"Jangan bergerak! Dan serahkan senjata kalian!" yeriak Pak Kandar tegas, dan berwibawa.


"Pak Jaka! Tolong kumpulkan, senjata tajam yang mereka bawa!" kata Pak Kandar tegas.


"Baik Pak," sahut Jaka tenang.


"Berkumpul kalian semuanya kesini!" teriak Pak Kandar tegas. Sambil mengarahkan senjatanya, kearah ketiga orang itu.


"Bawa yang terkapar itu kesini juga!" perintah Pak Kandar.


Ketiga orang itu pun bergegas, membopong pimpinan mereka, yang pingsan, dengan kepala berdarah, terkena serempet mobil Pak Kandar tadi.


"Pak Jaka tolong amankan mereka," kata Pak Kandar ramah.

__ADS_1


"Baik Pak," sahut Jaka tenang.


Jaka dan Ayah bingung, siapa Pak Kandar ini sebenarnya.


__ADS_2