SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
38. Makan siang bersama


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Jaka tentang makan.


Pak Marsan pun menepuk keningnya.


"Aduh, lupa aku," kata Pak Marsan sambil bergegas menuju mobilnya, menurunkan 5 box Tupperware besar, yang berisi perlengkapan makan, beserta makanan, dan minumannya ke pondok.


"Maaf Mbak Dira, aku lupa tadi." Kata Pak Marsan merasa bersalah.


"Iya Pak nggak apa-apa," ucap Dira ramah.


"Nggak apa-apa kok Pak, nyantai aja Pak. Lagian suasananya memang kurang pas tadi, saya minta tolong Pak Marsan merahasiakan kejadian tadi," sahut Jaka sambil tersenyum.


"Dek Dira, di tas pinggang Mas ya." Sambung Jaka.


"Iya Mas," sahut Dira.


"Maaf lho Mas Jaka, saya sekalian pamit pulang dulu, nanti saya kesini lagi," balas Pak Marsan.


"Iya Mas Jaka, akan saya rahasiakan," sambung Pak Marsan.


"Terima kasih ya Pak, silahkan." Sahut Jaka ramah.


Jaka pun bergegas ke arah danau, untuk mencuci tangan, dan mukanya yang kotor, dan berkeringat.

__ADS_1


"Dani! Tolong letakkan 2 pentungan kayu di bagasi mobil, dan ambilkan baju Mas Jaka ya," ucap Jaka.


"Siap Mas, ucap Rena dan Dani bersamaan. Dani pun mengambil 2 pentungan kayu, dan meletakkannya di bagasi mobil.


"Pak Marsan, tunggu sebentar Pak. nota nya mana Pak? Siapa tau kami selesai, sebelum Pak Marsan datang ke sini lagi." Tanya Dira.


"Aduh lupa lagi Mbak, maaf Mbak ya. Ini Mbak nota nya," sahut Pak Marsan sambil memberikan nota.


Dira pun bergegas mengambil nota nya, dan melihat total belanjanya lalu langsung membayarnya.


"Ini Pak Marsan duitnya, ambil aja kembaliannya. Terima kasih ya Pak." Ucap Dira ramah.


"Iya Mbak Dira, sama-sama Mbak." sahut Pak Marsan. Lalu men-starter mobilnya, dan bergerak meninggalkan tempat itu.


"Ini Mas Jaka, baju, sabun dan handuk nya," kata Rena


"Makasih ya sayang," ucap Jaka sambil mengambil sabun, untuk mencuci tangan, dan mencuci mukanya. Lalu mengambil handuk, dan mengganti bajunya.


Rena pun memasukkan baju kotor, ke dalam kantong plastik.


"Ayo Mas, kita makan siang bersama," ucap Rena.


"Ayo Dek," sahut Jaka.

__ADS_1


Mereka pun berjalan menuju pondok, setelah sampai di pondok, makanan dan minuman sudah tertata rapi, dan siap untuk disantap.


"Ayo kita makan," kata Bunda yang sedang mengambil sepiring nasi untuk Ayah. Mereka bertujuh pun makan dengan lahap


"Mas aku minta ikan tongkol nya ya," kata Dani.


"Ambil aja Dani, banyak ini ikannya," sahut Jaka.


"Mbak Dira, aku minta opor ayam kampung nya ya," kata Rena.


"Iya Dek, ambil aja. Banyak ini, sengaja pesan satu porsi ayam kampung utuh, kalo ada yang mau tambah lauknya, kan ada yang masih masa pertumbuhan, Mbak tau kok, kalo Adek Rena juga penggemar opor ayam kampung. Mangkanya, pesan agak banyak, siapa tau yang lain juga mau," sahut Dira.


"Kayak Dani tuh, dia sebenarnya suka seafood. Tapi nggak tau, kok cuma pesan udang goreng tepung, padahal dia itu suka ikan tongkol. Mangkanya ikan tongkol asam manis nya pesan 1 porsi utuh juga." sambung Dira.


"Terima kasih ya Mbak," sahut Rena dan Dani bersamaan.


"Bude Maryam, dan Bunda juga kan penggemar opor ayam kampung," sahut Rena.


"Iya sama-sama. Ayoo Bude, Bunda, jangan malu-malu," ucap Dira sambil tersenyum.


"Iya-iya nanti Bude cicipi opor ayam kampungnya," sahut Bude Maryam.


"Ayah, Bunda, Dani, ayo jangan malu-malu juga, kalo mau ikan tongkol asam manis, atau opor ayam kampung nya," kata Jaka sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2