
"Iya Pak Seno, saya memang sangat mengenal orang itu. Karena orang yang Pak Seno sebutkan barusan. Yang bernama, Setyo Adjie Pambudi, adalah Almarhum Papa saya." Ucap Jaka, dengan tegas, sambil menahan air matanya, berusaha untuk tidak menangis.
Pak Seno pun terkejut mendengar penuturan Jaka barusan. Dia pun menangis sambil berkata,
"Maafkan Om Seno Nak. Om sudah berusaha mencari, dan menemukan mu, 8 tahun yang lalu. 2 tahun lebih Om mencari mu sejak kejadian tragis itu, dengan bermodalkan foto keluarga yang ada dikamar Mas Adjie." Kata Om Seno.
"Berarti Om Seno tau, Papa dan Mama, dimakamkan di mana?" tanya Jaka yang tak mampu lagi, menahan derai air matanya.
"Iya Mas Jaka. Om tau dimana Mas Adjie, dan Mbak Fira dimakamkan, karena Om, dan Tante mu, yang menguburkan ke-2 nya, dengan bantuan warga sini,' sahut Pak Seno.
"Panggil aku Jaka aja Om, dan tolong antar kan aku, ke makamnya Papa, dan Mama, Isak Jaka yang bersedih, mengingat kedua Orangtuanya.
Jaka menangis, teringat akan kejadian tragis itu, tapi dibalik kesedihannya. Ada perasaan bahagia, karena bakal bertemu, dan berziarah, ke peristirahatan terakhir orang tuanya.
"Nak bolehkah aku memeluk mu," tanya Om Seno sendu.
"Boleh Om," jawab Jaka, sambil bergegas memeluk Om nya.
Setelah tenang, mereka saling berpelukan, untuk melepaskan dari rasa rindu, dan sesak di dada.
Om Seno pun menunjukkan peristirahatan terakhir, Papa dan Mama Jaka, yang berada di taman pemakaman umum, di kampung GIG.
Mereka berdua bergegas, menaiki motornya masing-masing. Lalu Om Seno mengarahkan motornya ke pemakaman, diikuti Jaka dengan motornya.
Mereka pun sampai di pemakaman, dan langsung berziarah ke makam. Tak terasa sudah hampir 2 jam mereka berdua di makam, dan waktu sudah menunjukkan jam 17:10.
"Ayoo Jaka, kita pulang?" ajak Om Seno.
"Iyaa Om," jawab Jaka dengan berat hati.
Mereka pun bergegas, menuju motornya masing-masing, dan pulang ke rumah.
__ADS_1
Jaka pun sampai di depan rumah, di ikuti Om Seno.
"Nanti habis Maghrib kerumah Om ya. Kita makan malam bersama, bertiga bersama Tante mu. Lagian ada banyak hal, yang Om mau tanya, dan sampaikan ke Jaka, Om Seno pulang dulu ya," ucap Om Seno.
"Iya Om, nanti aku mampir," sahut Jaka sendu.
Jaka pun bergegas membuka pintu rumah, dan mandi untuk membersihkan dirinya, lalu melakukan kewajibannya, seperti biasa. Setelah itu dia ke dapur, untuk membuat kopi hitam. Dia pun menunggu Maghrib, sambil merokok, dan meminum kopinya.
Waktu Maghrib pun tiba, Jaka menyudahi rokoknya, dan menghabiskan kopinya, lalu bergegas melakukan kewajibannya, dan berdoa untuk Almarhum, dan Almarhumah, Orangtuanya.
Setelah selesai dia pun mengunci pintu, dan memarkirkan motornya, di teras rumah. Jaka pergi ke rumah Om Seno berjalan kaki.
"Assalamu'alaikum," ucap Jaka.
"Wa alaikumussalam warahmatullah," jawab Om Seno, dan Tante Ratih.
Jaka pun langsung mencium tangan Om, dan Tantenya. Disaat mencium tangan Tantenya, Sang Tante langsung memeluk, dan mencium kedua pipi, dan kening, Jaka sambil menangis bahagia.
Om Seno cuma tersenyum, melihat tingkah istrinya.
"Ayoo, ayoo masuk Nak Jaka, kita makan dulu," ajak Tante Ratih semangat.
"Jaka, ayoo masuk jangan bengong aja," kata Om Seno, sambil tersenyum.
Jaka yang masih syok, karena abis di sosor Sang Tante tanpa permisi, hanya mengangguk, dan berjalan mengikuti Om nya.
Mereka pun makan malam bersama, dengan bahagia dan ceria. Karena bisa berkumpul bersama.
Jaka, ayo kita ke teras depan rumah Nak, ajak Om Seno sambil berjalan keluar.
Setelah selesai makan malam, Tante Ratih membereskan meja, dan Jaka pun berniat membantu membawa piring kotor ke dapur.
__ADS_1
"Sudah, sudah! Nggak usah dibantuin, ini urusan Tante! Jaka nyusul Om aja ke depan." Ucap Sang Tante dengan tegas.
"Ii_iyaa Tante," jawab Jaka tergagap, karena kaget, dimarahi Tantenya.
Jaka pun bergegas menyusul Om nya, ke teras depan rumah.
"Ngapain muka mu ditekuk kayak gitu, kamu abis dimarahi Tante ya," ucap Om Seno.
"Iyaa Om, gara-gara mau bantu beresin meja makan," cerita Jaka.
"Udahlah jangan dipikirin, Tante mu, emang kayak gitu orangnya. Om aja sudah 2 kali, mau bantu Tante mu hari ini, juga kena marah," sahut Om Seno.
"Lagian kamu juga sih, tadi Om sudah ngajak kamu kesini kan?" dambung Om Seno, sambil tersenyum.
"Iya Om maaf," sahut Jaka sendu 😓😓
"Udah lupain aja. Untuk ke depannya, jangan pernah mencoba, untuk membantu Tante mu lagi, terutama urusan rumah ya. Apalagi kalo Tante mu ada dirumah."Ucap Om Seno.
"Nanti kamu perhatikan Tante mu? Dia pasti sudah lupa, kalo tadi abis marahin kamu," sambung Om Seno.
"Iya Om. Tapi kok bisa kayak gitu ya Om?" sahut Jaka. 🤔🤔
"Udah nggak usah dibahas lagi," balas Om Seno.🤫🤫
"Ayoo pada ngomongin Tante ya," ceplos Tante Ratih, sambil menurunkan nampan, berisi 2 gelas kopi hitam, dan 1 gelas teh.
"Ayoo diminum kopinya," sambung Tante.
"Ayoo Mas, diminum kopinya," ceplos Om Seno, sambil mengambil sebatang rokok kretek, dan menyalakan rokoknya.
"Iyaa Om," jawab Jaka, sambil mengeluarkan 2 bungkus rokok kretek, dan mengikuti jejak Om Seno, mengatur nafas lewat sebatang rokok.
__ADS_1