
Terdengarlah suara gemuruh knalpot racing, dari enam unit motor, mendekati ke arah pondok itu. Yang dinaiki 8 pemuda seumuran Jaka.
Jaka dan yang lain pun memperhatikan, gelagat yang tidak biasa itu.
Ke enam unit motor itupun berhenti, dan mematikan mesin bersamaan.
Lalu turun 4 orang dari motor tersebut, mendekat ke mobil Jaka.
"Mobil siapa ini!" Bentak seorang pemuda yang tubuh penuh tato, dengan sangar. Mereka tidak tau siapa Jaka.
Ayah pun bergerak maju, tapi ditahan oleh Jaka.
"Yah, biar aku aja, Ayah nyantai aja disini temani yang lain, sambil ngatur nafas. Jaka akan berikan tontonan menarik," ucap Jaka sambil tersenyum jahil.😉😉
Ayah pun tersenyum melihat tingkah Jaka.
"Hati-hati Nak," kata Bunda.
"Oke Bunda," jawab Jaka pede.
"Itu mobil ku, kenapa memangnya?" tanya Jaka ramah.
"Kamu tau nggak peraturan disini!" Bentak orang tatoan itu.
"Emangnya disini ada peraturan? Peraturan apa, kok aku nggak tau?" jawab Jaka sopan. Sambil mengambil sebatang rokok kretek, dan menyalakan rokoknya, dengan santai.
"Semua orang baru yang datang ke sini, harus setor uang keamanan ke kami," sahut teman orang tatoan itu.
"Kalo aku nggak mau nyetor gimana?" tanya Jaka dengan santainya. Sambil Jaka bergeser, sekitar 6 meter dari mobil, dan pondok itu.
"Hajar aja Bang," kata teman orang tatoan itu.
"Oke kalo itu mau kamu, terima ini," kata orang tatoan itu sambil mengayunkan bogem mentahnya ke arah Jaka.
Shuuut...
Jaka pun mengelak ke samping kanan, menghindari pukulan itu.
"Kurang lincah Bang, kayak kakek-kakek aja," ejek Jaka.
__ADS_1
"Kurang ajar kamu, terima ini." Kata orang tatoan itu, sambil menerjang Jaka dengan kaki kanannya.
Jaka belum bergeser dari tempatnya. Setelah kaki itu berada dalam jangkauannya, Jaka pun menghindar ke kiri, lalu langsung menarik kaki orang itu, dan memberikan bogem mentah nya, dengan keras tepat di hidung orang itu, Hingga orang tatoan itu, terjatuh, dengan hidung yang menyemburkan darah. Sepertinya hidung orang tatoan itu patah.
Sheeaat...
Elak Jaka, sambil menarik kaki.
Hiiyaaat...
Jaka mengayunkan bogem nya memukul hidung dengan sekuat tenaga.
Ghe... Dhe... Bugh...
"Aaargghhh..." Kata orang tatoan itu dan langsung pingsan.
"Cuma segitu aja? Tadi sangarnya minta ampun. Dipukul sekali, tidur dia," kata Jaka santai.
Dua orang teman orang tatoan itu pun bergegas menolong, dan membopong orang tatoan itu ke motor.
Lima orang lainnya mengambil golok, pentungan kayu, dan rantai yang ujungnya dikasih gear bekas motor.
"Hati-hati Jaka," teriak Bunda cemas.
"Oke." 👍👍 Sahut Jaka sambil tersenyum, dan menunjukkan dua jempolnya.
"Pakai senjata ya. Awas. Hati-hati, nanti terluka," ejek Jaka santai dengan nada lemah lembut.
Kelima orang itu sempat bingung, dan terdiam saling pandang, melihat Jaka yang masih santai, dan senang. seolah-olah seperti anak kecil yang dikasih mainan kesukaannya.
"Ayoo sini maju!" bentak Jaka, kepada kelima orang yang hendak mengeroyok nya.
Serangan pun di mulai dari dua orang, yang memakai pentungan kayu.
Hehehehe...
"Aku suka senjata ini," gumam Jaka sambil tersenyum manis.
Hhiiiaaaat...
__ADS_1
Dua orang membawa pentungan menyerang Jaka dari dua arah. Satu dari kanan, dan satunya lagi dari kiri.
Sheeaat...
Jaka pun mundur selangkah, dan memiringkan tubuhnya ke belakang, sambil memperhatikan para penyerangnya.
Ketika pentungan kedua penyerangnya, melewati tubuhnya, Jaka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Jaka pun langsung menarik tangan penyerang, yang ada di kanan, lalu menghempaskan tangan itu ke pahanya, dan merebut pentungan kayu.
Hiiyaaat...
Setelah mendapatkan pentungan, Jaka langsung menendang, dengan sekuat tenaga, ke punggung penyerang nya, dengan tendangan memutar, yang menyebabkan dua penyerangnya, bertabrakan dan terjungkal ke tanah.
Aaargghhh...
Keduanya berteriak bersamaan, lalu pingsan, dengan kepala benjol, dan hidung keduanya berdarah.
Jaka pun bergegas mengambil pentungan yang satunya, sehingga ditangannya sekarang ada dua pentungan.
Bravoo, gerakan yang bagus Nak," teriak Ayah sambil bertepuk tangan.
"Ternyata Mas Adjie memang sudah menurunkan ilmu kanuragannya, sampai tahap akhir," gumam Ayah dengan tatapan bangga.
"Gerakan yang keren Mas," teriak Dani semangat.
"Mas Seno," ucap Bunda sambil melotot, karena nggak setuju, melihat tingkah suaminya.
"Hehehehe, iya Dik." Jawab Ayah cengengesan.
"Awas Mas!" teriak Dani cemas, melihat Jaka yang diserang dengan 2 golok, dan 1 rantai yang ujungnya dikasih gear bekas motor.
Sheeaat...
Jaka yang masih fokus pada penyerang, pun bergegas melompat mundur, sambil memutar dan mengibaskan dua pentungan kayu ditangannya.
Yang menyebabkan rantai yang ujungnya dikasih gear bekas motor tergulung, di pentungan yang ada ditangan kirinya.
Hhiiiaaaat...
__ADS_1
Dengan ekspresi wajah kesal, Jaka pun memukul leher penyerang nya, dengan pentungan kayu ditangan kanannya, dengan sekuat tenaga. hingga orang itupun tersungkur, dan diam tak bergerak.
"Ayoo maju kalian semua!" teriak Jaka yang kesal, dengan ekspresi wajah marah.