
Jaka pun melirik ke google map dan melihat ada pertigaan jalan di depan, jaka pun mengurangi kecepatan mobilnya.
"400m lagi belok ke kiri," kata operator google map.
Jaka pun mengurangi kecepatan mobilnya dan belok kiri dipertigaan, dia mengatur kecepatan mobilnya antara 60-100km/jam. Karena jalan yang dilaluinya sekarang, mulai berliku-liku, dan sekitar 9km lagi, dia akan mencapai tujuannya.
Setelah sekitar 15 menit perjalanan.
"300m lagi belok ke kiri, anda mencapai tujuan," kata operator google map.
Jaka pun mengikuti petunjuk operator google dan berhenti persis didepan sebuah pintu gerbang besar, lalu membunyikan klakson mobilnya 6 kali, sesuai petunjuk dari map dokumen. Seorang petugas yang berjaga di menara pantau menyoroti mobil Jaka dengan lampu tembak, dan tak lama setelah itu, pintu gerbang pun terbuka.
Jaka pun memasuki gerbang, dan berhenti didepan pos jaga. Setelah mobilnya masuk, pintu gerbang pun tertutup kembali.
Ketika melihat mobil berhenti, dua orang petugas jaga keluar dari pos.
Jaka keluar dari mobilnya dan berjalan ke pos.
"Selamat malam, Tuan Muda!" kata kedua penjaga tegas, dengan penghormatan ala militer.
__ADS_1
Jaka pun membalas penghormatan itu, dan berkata, "Apakah Pak Albert sudah sampai?" tanya Jaka ramah, sambil bersalaman.
"Siap, Tuan Muda! Tuan Albert sudah datang," jawab seorang penjaga dengan tegas.
"Baiklah, terimakasih. Saya masuk dulu," jawab Jaka ramah.
"Siap! Silahkan Tuan Muda," kata penjaga yang tadi.
Jaka pun menaiki mobilnya, dan bergegas memarkirkan mobilnya di lobi villanya.
Sebenarnya Jaka agak bingung, kenapa bangunan yang dia datangi ini bernama villa, bukan mansion. Bangunan ini lebih tepatnya di sebut mansion, karena ukurannya yang besar dan terlihat mewah.
Jaka melepaskan jaketnya, dan meninggalkan jaket dimobil. Lalu bergegas memasuki pintu lobi yang terbuka otomatis.
"Selamat malam! Apakah Pak Albert sudah datang?" kata Jaka tegas, sambil bersalaman.
"Siap Tuan Muda, Tuan Albert sudah datang! Beliau sudah menunggu Anda disana," jawab penjaga itu, sambil menunjuk ke arah Pak Albert.
"Oke Pak, terimakasih, saya kesana dulu," sahut Jaka ramah, sambil menepuk bahu penjaga itu.
__ADS_1
Jaka pun bergegas menuju Pak Albert. Mereka berdua pun bersalaman dan berpelukan.
Sebenarnya Jaka terkejut dengan penampilan Albert yang masih muda dan tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Melihat ekspresi wajah Jaka yang terlihat bengong, akhirnya Albert berkata, "Biasa aja Bang liatnya, jangan kayak ngeliat hantu gitu," seloroh Albert dengan logat Belanda nya.
"Bisa aja kamu Albert," kata Jaka canggung.
"Abang tadi telpon vader, karena vader kurang sehat badan, aku diperintahkan kesini untuk nemuin Abang, kebetulan tadi siang, aku baru nyampe di negara Republik Bang." Sahut Albert.
"Oh gitu, pantesan," kata Jaka sambil tersenyum.
"Ayo Bang, kita kekantor Abang aja, disana lebih enak dan santai," ajak Albert.
Jaka tersenyum. "Baiklah, ayo kita ke atas."
Mereka berdua pergi ke lift untuk naik kelantai 5 villa.
Sesampainya di lantai 5, Jaka dan Albert memasuki ruangan kantor, yang dahulunya adalah ruang kerja Almarhum papa Adjie.
__ADS_1
Jaka memperhatikan suasana kantor yang lebih mirip dengan ruang keluarga. Di dindingnya terpajang rapi beberapa lukisan abstrak, dan beberapa foto keluarga.
Ada fotonya dari kecil sampai SMP, ada foto papa dan mamanya waktu masih muda sampai sudah menikah. Tapi ada 2 foto yang tidak dikenalnya, mungkin Jaka lupa dengan kedua foto itu, foto yang selalu di pajang, di kamar papa dan mamanya dirumah yang lama.