
Tak lama berselang, setelah berangkatnya Gatot dan yang lainnya ke kebun. Bunda datang sambil mengomel.
"Dani, mana Dani disuruh manggil Mas dan Mbak-mbak nya sarapan pagi, kok dari tadi nggak nongol-nongol," omel Bunda sambil mendekati Jaka, Dira, Rena dan Dani.
"Bunda nggak usah marah-marah ntar cepat tua lhoo," seloroh Jaka.
"Tadi kami sudah sarapan mie goreng Bun, kecuali Bunda pagi ini membuat ubi rebus lagi, Jaka mau sarapan lagi," sambung Jaka sambil tersenyum manis.
Bunda bikin nasi goreng dan rebus ubi tadi, sama kopi hitam mu sudah ada di rumah," sahut Bunda semangat.
"Dek, tolong ambilkan ubi rebus dan kopi hitam dirumah Bunda, trus bawa kesini ya," kata Jaka.
"Iya Mas," sahut Rena dan Dira bersamaan.
"Ini mobil siapa Nak?" tanya Bunda penasaran.
"Ini mobil Jaka Bun, jam 06:49 tadi dianterin Pak Dadang dan Pak Dudung anak buahnya Om Harto." Jawab Jaka.
"Mobilnya bagus Nak, rencana mu mau ngecek kebun sawit dan lahan di kabupaten AY, serta ke Bank KH jadi Nak?" tanya Bunda antusias.
"Jadi dong Bun. Bunda ikut kan?" balas Jaka.
"Emangnya mobilnya muat Jaka?" sambung Bunda.
"Muat kok Bunda, mobil ini bisa ber_7." Jawab Jaka semangat.
"Memangnya berangkat jam berapa Nak,"sahut Bunda.
"Jam 09:00 aja Bun, biar puas kelilingnya. Tapi kita pulang kesini nya mungkin besok atau lusa Bunda." jawab Jaka.
"Gitu ya Nak," kata Bunda bimbang.
__ADS_1
"Kenapa Bun?" tanya Jaka penasaran.
"Kalo rumahnya ditinggalkan, terus kalo ada apa-apa dirumah, gimana Jaka." Jawab Bunda.
"Kalo soal itu gampang Bun, nanti kuncinya dititipkan, ke Gatot dan Nanang aja. Biar mereka berdua yang ngatur, siapa yang menjaga kedua rumah ini." Sahut Jaka tegas.
"Ya udah kalo kayak gitu Jaka, Bunda bersiap-siap dulu ya." Kata Bunda semangat.
"Iya Bunda," balas Jaka ramah.
Rena dan Dira pun datang membawa nampan, berisi sepiring ubi rebus panas dan segelas kopi hitam.
"Ini Mas Jaka, ubi rebus nya," kata Rena.
"Terima kasih sayang," ucap Jaka.
Dira pun bergegas menuju dapur untuk mengambil garpu dan piring kecil yang diisinya gula pasir.
"Terima kasih sayang," sahut Jaka.
Jaka pun menikmati ubi rebus dengan kopi hitam, dan sebatang rokok kreteknya, secara bergantian.
"Nikmat Allah manakah yang engkau dusta kan," kata Jaka, dengan hikmat dan bijaksana.
Dira, Rena dan Dani mengikuti Jaka menikmati ubi rebus, sambil menyeruput kopi hitam Jaka.
"Ternyata memang benar-benar nikmat Mas, makan ubi rebus anget sambil ngopi." Sahut Dira sambil tersenyum, yang disertai anggukan kepala Rena dan Dani.
"Iya memang nikmat banget, tapi kopinya tambah lagi dong," rajuk Jaka lucu.🙄🙄
"Iya-iya Mas, aku buatin lagi kopinya," sahut Dira sambil tertawa.😁😁
__ADS_1
Rena pun senyum-senyum sendiri.🤭🤭
Setelah melihat kopi hitam di gelas, habis tak bersisa.
"Dani juga ya Mbak," request Dani. Sambil cengar-cengir. 😂😂😉
Dan bergegas pergi ke rumah Bunda, mengambil ubi rebus sepiring lagi.
Sedangkan Jaka hanya pasrah, sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, dan menghembuskan nafasnya perlahan.😕😕🙄
Akhirnya 3 gelas kopi pun datang, dengan tambahan sepiring ubi rebus, yang Dani barusan ambil dari rumah Bunda.
"Ini Mas Jaka, kopinya." Ucap Dira dan Rena bersamaan, sambil meletakkan 3 gelas kopi hitam dan 1 piring kecil yang berisi gula pasir di meja.
"Iya makasih ya sayang," sahut Jaka, sambil mengambil garpu, dan melanjutkan menikmati karunia Allah yang tertunda, gara-gara kopinya habis.
Dani pun meletakkan sepiring ubi rebus di meja tanpa suara.
Dani, Rena dan Dira pun mengambil ubi rebus anget dengan garpu, dan dikasih gula pasir lalu memakannya, sambil menyeruput kopinya.
"Mas, rencana mau ke Bank KH, di ibukota DC jadi Mas?" tanya Dira.
"Jadi dong Dek, nanti jam 09:00 berangkat. Nanti rencananya kita keliling dulu, liat kebun sawit di perbatasan GIG, dan kota Z, trus melihat lahan kosong di AY, sekalian mampir di rumah Tante Maryam, kita istirahat disana. Masalah yang lain, nanti kita atur lagi, setelah sampai di rumah Dani." Jawab Jaka panjang kali lebar.
"Oke Mas, kalo gitu kami bersiap-siap dulu ya," sahut Rena yang disertai anggukan Dira.
"Oke sayang lanjutkan, sekalian bajuku 4 setel komplit, tolong di masukkan tas ransel ku," balas Jaka sambil tersenyum.
"Siap Mas, tugas akan kami laksanakan," sahut Rena dan Dira kompak, sambil bergegas masuk untuk mandi, dan berkemas.
Jaka pun hanya tersenyum, melihat tingkah kedua istrinya.
__ADS_1