
Jaka pun bergegas keluar Hotel, menuju ke Bank KH.
Sesampainya di lobby Hotel, Jaka pun bertemu seorang Petugas keamanan Hotel.
"Numpang nanya Pak, jalan terdekat kalo mau ke Bank KH, lewat mana ya Pak?" tanya Jaka sopan.
"Bapak bawa mobil sendiri?" tanya Petugas Keamanan Hotel.
"Saya bawa mobil Pak, lagi parkir di parkiran VVIP. Tapi saya lagi nggak mau naik mobil, saya mau jalan kaki aja!" sahut Jaka agak kesal.
"Maaf Pak, saya nggak bermaksud bikin Bapak kesal. Nama saya Jarko Pak, kalo Bapak mau komplain ke pihak Hotel." Jawab Jarko yang agak terkejut, mendengar kalo Jaka, adalah tamu VVIP, di Hotel Grand Republik.
"Nama saya Jaka Pambudi!" kata Jaka tegas.
Mereka pun bersalaman.
"Jaka Pambudi? Kok namanya kayak nama Almarhum papa Adjie ya. Apa hubungannya Jaka Pambudi ini dengan Almarhum papa Adjie." Gumam Jarko bingung, dan dalam keterkejutannya.
"Kalo boleh tau maksud Pak Jaka ke Bank KH, untuk apa ya Pak?" tanya Jarko penasaran.
"Saya ke Bank KH cuma mau mengubah identitas tabungan, atas nama Almarhum papa apa saya ke nama saya Pak," jawab Jaka tegas.
"Tujuannya mengubah identitas tabungan, atas nama Almarhum papanya ke namanya. Jangan-jangan dia ini?" gumam Jarko.
"Baiklah Pak, saya akan mengantarkan Pak Jaka lewat jalur khusus, di samping Hotel ini." Kata Jarko, karena hanya orang-orang tertentu, yang mempunyai tabungan, di Bank KH, yang bisa melewati jalur khusus. Dan Jarko nggak mau, mempunyai masalah dengan orang-orang tersebut.
__ADS_1
"Sebentar ya Pak, saya menghubungi teman saya dulu, untuk menggantikan posisi saya disini," sahut Jarko.
"Silahkan Pak Jarko," ucap Jaka tegas.
Jarko pun mengubungi teman satu shift nya melalui HT Motorola nya .
"Sani, Sani apakah kamu monitor ganti." Kata Jarko.
"Sani monitor Bang Jarko, ada apa Bang? apakah ada yang bisa dibantu ganti," kata Sani.
"Sani tolong kamu ganti kan saya sementara, di lobby Hotel, saya mau mengantarkan Pak Jaka ke Bank KH lewat jalur samping. Apakah dimonitor ganti." Kata Jarko.
"Siap Bang, dimonitor, lanjut Bang. Aku meluncur ke lobby Hotel," kata Sani.
"Mari Pak Jaka, ikuti saya," kata Jarko.
"Siap Bang," kata Sani.
"Baik Pak Jarko, saya ikuti," sahut Jaka ramah.
Pak Jarko pun mengantarkan Jaka ke Bank KH, melewati jalur khusus evakuasi, yang hanya bisa dilewati oleh orang-orang tertentu saja, dan langsung menuju ke lobby Bank KH.
"Silahkan Pak Jaka, saya menunggu disini saja," kata Jarko ramah.
"Nggak usah nunggu disini, Pak Jarko ikut saya masuk saja." Kata Jaka tegas.
__ADS_1
"Baiklah Pak Jaka, saya ikut Bapak kedalam Bank," sahut Pak Jarko.
Jaka pun bergegas menuju ke Teller Bank KH untuk melakukan perubahan identitas tabungan.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Teller Bank ramah.
"Saya mau merubah identitas tabungan Mbak!" jawab Jaka tegas, sambil menyodorkan KTP nya ke Teller Bank.
"Tunggu sebentar ya Pak, KTP nya sedang dalam proses verifikasi," kata Teller Bank ramah.
"Baiklah Mbak," sahut Jaka tegas.
Sekitar 15 menit seorang laki-laki menggunakan jas, datang mendekati Teller Bank yang didatangi Jaka tadi.
"Maaf Pak Jaka, silahkan Anda mengikuti saya ke ruangan Direktur Utama Bank KH," kata laki-laki itu ramah.
"Perkenalkan Pak Jaka nama saya Fendi Pak," kata Fendi.
Dan mereka pun bersalaman, Fendi pun bersalaman dengan Jarko.
"Bang Jarko yang mengantarkan Pak Jaka kesini ya?" tanya Fendi.
"Iya Fendi, aku yang mengantarkan Pak Jaka dari Hotel Grand Republik, Pak Jaka adalah tamu VVIP kami," jawab Jarko ramah.
"Bagus Bang. Mari Pak Jaka, dan Bang Jarko ikuti saya," kata Fendi.
__ADS_1
Mereka bertiga pun menaiki lift ke lantai teratas di Bank KH.