SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
61. Sama-sama katrok


__ADS_3

Ahmad pun memimpin jalan, sambil mendorong troli ke arah lift, diikuti oleh Jarko, Angga, dan Emak.


Sampailah mereka semuanya didepan pintu kamar VVIP, yang sudah disiapkan.


Ahmad pun membuka pintu kamar, dan meletakkan barang-barang yang dibawanya, kedalam kamar.


"Semua yang ada dikamar ini adalah fasilitas Hotel yang bisa digunakan selama menginap di Hotel. Dan ini, kuncinya." Kata Ahmad sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih ya, Ahmad," kata Jarko sambil mengambil uang Rp 50.000, dan memberikannya kepada Ahmad.


Ahmad pun menerima uang tips nya, sambil berkata,


"Terimakasih Bang Jarko, saya kembali ke lobby lagi ya Bang?" kata Ahmad sambil tersenyum.


"Iya Ahmad, terima kasih ya" sahut Jarko.


Ahmad pun beranjak keluar dari kamar Hotel.


"Kamarnya bagus ya Nak?" kata Emak.


"Iya Mak," sahut Angga.

__ADS_1


Sedangkan Jarko, hanya tersenyum.


"Bang, kamar mandinya dimana ya?" tanya Angga.


"Itu kamar mandinya, didekat pintu masuk," jawab Jarko.


Angga pun memasuki kamar mandi, dan bingung. Karena dikamar mandi, tidak ada bak air, tapi ada bak kosong.


"Bang! Bang Jarko, gimana mandinya Bang? Nggak ada air kayak gini." Kata Angga bingung.


"Gini lho Angga, kalo mau mandi pake shower, kran ini diangkat ke atas, dan yang ini ditekan. Kalo mau mandi, di bathtub isi dulu airnya, kran ini di angkat keatas, dan diatur panas atau dingin, air mandinya, dengan memutar ini," kata Jarko sambil tersenyum, dan memperagakan caranya.


"Oh, gitu ya Bang, maklumlah Bang, dirumah nggak ada yang beginian, sahut Angga.


Angga pun mencoba untuk mengisi bathtub, menghidupkan air shower, dan menggunakan WC duduk yang ada, dikamar mandi itu.


"Sudah Bang, aku sudah bisa. Terimakasih Bang," kata Angga sambil tersenyum.


Emak pun yang memperhatikan, obrolan keduanya pun hanya tersenyum.


"Ternyata, begitu caranya," gumam Emak.

__ADS_1


Ketika hendak keluar dari kamar mandi, Jarko terkejut, karena ada Emak di dekat pintu kamar mandi.


"Emak! Emak sudah tau cara menggunakan kamar mandi ini, apa belum Mak?" tanya Jarko.


"Sudah, Emak sudah tau caranya," jawab Emak santai, sambil mempraktekkan.


"Keren Emak! Berarti Emak dulu sering menginap di hotel kayak gini ya Mak?" tanya Angga penasaran.


"Nggak pernah," jawab Emak dengan polosnya.


"Kok Emak, bisa tau caranya menggunakan bathub, shower, dan kloset duduk ini?" tanya Angga bingung.


"Emak kan memperhatikan obrolan kalian berdua tadi," sahut Emak dengan polosnya.


"Angga kirain tadi, Emak sudah sering menginap, di Hotel kayak gini. Ternyata! Emak sama anaknya sama... Sama-sama katrok, maksudnya!" kata Angga sambil tertawa.


Sedangkan Emak, dan Jarko hanya tersenyum.


"Emak dan Angga sudah makan siang belum?" tanya Jarko.


"Emak sudah makan tadi dirumah, nggak tau kalo Angga," kata Emak.

__ADS_1


"Angga sudah makan juga Mak, tadi sebelum pulang kerumah, Angga makan siang dulu, di kantin kampus," sahut Angga.


Angga sudah kuliah di salah satu Kampus swasta di Kota DC. Dia adalah Adik kesayangan Andini. Apapun yang Angga pinta, pasti akan diusahakan untuk dibeliin oleh Andini. Tapi, Angga harus menepati janjinya, untuk bertanggung jawab atas kuliahnya, dan tidak berbuat sesuatu, yang merusak nama baik keluarga, dan dirinya sendiri. Sejak Abah meninggal, Andini lah, yang menjadi tulang punggung keluarganya.


__ADS_2