SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
46. Kerja sama yang baik


__ADS_3

"Tiarap kalian bertiga!" perintah Pak Kandar, kepada para pelaku kejahatan itu.


Ketiga orang itu pun bergegas tiarap mengikuti perintah Pak Kandar.


Jaka pun menyerahkan pistol yang barusan direbut nya kepada Pak Kandar.


Dan Pak Kandar pun menerima pistol itu. Sambil memasukkan pistol kedalam tas pinggangnya.


Pak Kandar pun bergegas menelpon kesatuannya. Dengan me-loud speaker, panggilan telpon pun masuk.


"Selamat malam Komandan. Apakah ada yang bisa saya bantu?" jawab orang yang di telponnya.


"Pak Joni, tolong kirimkan petugas, dan ambulance, ke arah daerah hutan di perbatasan Kota F sekarang!" kata Pak Kandar tegas, dan berwibawa.


"Siap Ndan! Kami meluncur ke sana sekarang," jawab Pak Joni tegas.


Tak sampai satu jam. Akhirnya terdengar suara sahutan sirine dua mobil yang mengarah ke tempat kejadian.


Sebuah mobil Patroli Polisi pun berhenti, di ikuti oleh sebuah mobil Ambulance di sampingnya.


"Selamat malam Komandan," kata seorang Petugas Polisi berseragam lengkap, memberi hormat ala militer, kepada Pak Kandar.


"Selamat malam Pak Joni," sahut Pak Kandar sambil membalas penghormatan anggotanya.


"Tolong dibantu bereskan kejadian ini Pak Joni," kata pak Kandar tegas.


"Siap Pak!" jawab pak Joni tegas, dan segera memborgol, semua pelaku pencegatan barusan.

__ADS_1


4 orang tangannya diborgol kebelakang dan satu orang di borgol tangannya ke depan, karena harus ditandu ke dalam ambulance. Dan dikawal oleh seorang Polisi.


"Siap Pak! Tugas telah dilaksanakan, dan barang bukti sudah diamankan, izin kembali ke kantor Pak." Kata Pak Joni tegas.


"Silahkan Pak Joni! Lanjutkan!" jawab Pak Kandar tegas.


"Siap Pak!" balas Pak Joni, dan langsung berbalik memasuki mobilnya.


Mobil Patroli Polisi dan ambulance pun bergegas meninggalkan tempat itu. diikuti oleh mobil sekelompok penjahat tadi, yang dibawa oleh seorang Petugas Kepolisian.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Jaka, dan semuanya yang telah membantu pihak kepolisian, menangkap pelaku kejahatan yang kerap beraksi di daerah hutan ini. Saya secara pribadi, dan kedinasan sangat respek, dengan orang-orang seperti Pak Jaka ini." Kata Pak Kandar, sambil menyodorkan tangannya, untuk bersalaman.


Jaka pun menyambut tangan Pak Kandar, mereka pun bersalaman, dan berpelukan dengan hangat.


"Ini Ayah saya Pak Kandar," kata Jaka.


Setelah melepaskan pelukannya. Pak Kandar pun bertanya.


"Sebenarnya kalian ini dari mana, dan mau ke mana Pak Jaka?"


"Kami sebenarnya, dari Kota Z dan mau jalan-jalan ke Ibukota DC Pak Kandar," Jawab Jaka ramah.


"Oh, dari Kota Z, dan mau jalan-jalan ke ibukota DC nya, nanti kalo ada apa-apa disana, telpon saya aja Pak Jaka, saya ada Chanel disana," kata Pak Kandar ramah, dan antusias.


"Nanti kalo sudah pulang dari jalan-jalan, tolong jangan nggak mampir ke gubuk saya, di Kota F, ya Pak Jaka, karena ada yang saya mau tanyakan secara pribadi dengan Pak Jaka sekeluarga." Pinta Pak Kandar.


"Berarti harus mampir ya Pak?" ceplos Jaka.

__ADS_1


"Iya dong, harus mampir," jawab Pak Kandar ramah.


"Karena sudah malam, saya langsung pamit melanjutkan perjalanan pulang. Assalamu'alaikum." Sambung Pak Kandar.


"Wa alaikumussalam warahmatullah." Jawab Ayah, dan Jaka bersamaan.


Mereka pun bergegas menaiki mobil, dan melanjutkan perjalanan mobilnya masing-masing, dan Jaka pun bertukar tempat dengan Rena.


Sekarang Jaka yang membawa mobil menuju ke Ibukota DC.


"Alhamdulillah, setelah kejadian tadi, tidak ada hambatan lagi dijalan." Gumam Jaka.


Jaka pun menggeber mobilnya, tapi tetap nyaman, untuk penumpang yang ada di mobilnya, sehingga semuanya tertidur, dengan lelapnya.


Tak terasa 5 jam sudah terlewati, setelah berpisah dengan mobil Pak Kandar. Operator google map pun berkata, bahwa 400 meter lagi akan memasuki Hotel Grand Republik. Jaka pun melihat jam di dashboard mobil yang menunjukkan jam 02:49.


Jaka pun mengarahkan mobilnya ke lobby Hotel Grand Republik.


Setelah berhenti di lobby Hotel, tanpa mematikan mesin mobilnya, Jaka mengambil tas pinggang dan HP nya, lalu bergegas ke petugas Hotel untuk mendapatkan kamar.


Jaka pun menanyakan 3 kamar yang sudah dipesannya secara online lewat HP nya.


Petugas Hotel pun langsung respon, dan memanggil 3 orang pelayan, untuk mengambil troli dan menurunkan barang-barang di mobilnya.


Karena Jaka memesan 3 kamar VVIP secara langsung dan dibayar tunai.


Jaka mendapatkan fasilitas dan pelayanan VVIP juga untuk parkir mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2