SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
44. Mogok


__ADS_3

"Mungkin nanti didepan ada sedikit hambatan, yang akan menghalangi perjalanan kita," jawab Jaka sambil tersenyum jahil.


"Sayang, kalo kamu bawa mobil lagi, nggak apa-apa kan?" tanya Jaka.


Rena pun menyalakan tape mobil, dengan tautan bluetooth dari HP nya. Tanpa memperhatikan Jaka, yang berbelok kearah yang salah.


"Nggak apa-apa kok Mas, lagian seru banget, bawa mobilnya," jawab Rena semangat.


Setelah beberapa menit, Rena memperhatikan jalan, yang dilalui mobil. Rena pun bertanya.


"Mas Jaka nggak salah arah kan?" tanya Rena.


"Masak sih Dek?" sahut Jaka, sambil memberi sein kiri, dan menghentikan mobilnya, di pinggir jalan. Lalu melihat ke aplikasi google map di HP nya.


"Hehehehe, iya Dek, ternyata kita mau balik lagi ke arah kota Z," ucap Jaka.


""Kok operator google map nya, nggak ngomong kalo jalannya salah?" sambung Jaka, sambil cengengesan.


Rena pun melihat sinyal internet di HP nya.


"Sinyal internet nya, nggak bagus Mas," sahut Rena.


"Oke sayang, kita tukar tempat lagi, Adek yang bawa mobil nya," ucap Jaka turun dari mobil, sambil membuka pintu bagasi mobil.


Jaka mengambil dua pentungan kayu, lalu menutup pintu bagasi mobil. Dan membawa pentungan kayu, ke tempat duduknya, di bangku depan.

__ADS_1


"Untuk apa pentungan kayu nya Jaka?" tanya Ayah penasaran.


"Untuk jaga-jaga Yah, karena kata petugas SPBU tadi, daerah hutan yang akan kita lewati, setelah kota ini agak rawan penodongan, dan perampokan," sahut Jaka tenang.


"Nak Dira kita tukar tempat dulu ya?" sambung Ayah.


"Iya Yah," sahut Dira, sambil membuka pintu, untuk turun dari mobil, dan bertukar tempat duduk dengan Ayah.


Setelah Dira dan Ayah bertukar tempat. Dan pintu mobil sudah ditutup.


Rena pun bergegas melihat kondisi jalan, sambil menyalakan lampu sein kanan, setelah dirasa aman, Rena pun memutar arah mobilnya, dan melanjutkan perjalanan, ke ibukota DC.


Ketika mulai memasuki daerah hutan, memang tidak ada kendaraan yang melintasi, dan ber_lintasan dengan mobil mereka. Jalan tersebut memang sepi, Jaka pun bersiap-siap, dengan pentungan kayu yang dibawanya.


"Nyantai aja Dek, bawa mobilnya, tapi pake lampu jauh aja," ucap Jaka tenang.


"Berhenti Dek, di depan mobil itu, agak ketengah jalan aja mobilnya. hidupkan lampu sein dobel, tapi jangan matikan mesin, dan lampu mobil ya," kata Jaka tenang.


"Kalo ada apa-apa, Adek langsung mundur kan mobilnya agak jauh." Sambung Jaka, dengan tegas dan tenang.


"Iya Mas, Mas Jaka hati-hati ya," sahut Rena.


"Eehmm," kata Jaka, sambil mengangguk, dan turun dari mobil. Tapi tidak membawa pentungan kayu, yang disiapkan nya tadi.


Jaka pun berkosentrasi, memperhatikan keadaan sekelilingnya, dan mendekat pelan, ke arah mobil yang mogok tersebut.

__ADS_1


"Kenapa mobilnya Pak?" tanya Jaka. Sambil memperhatikan mobil dan penumpangnya. Terlihat ada seorang wanita, dan 3 orang anak-anak, didalam mobil tersebut.


"Mobilnya tiba-tiba aja mesinnya mati Pak, distarter nggak mau nyala mesinnya, padahal BBM nya masih banyak," kata Bapak itu menjelaskan.


"Perkenalkan nama saya Iskandar Pak, biasa dipanggil Kandar," sambung orang itu, sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"Saya Jaka Pak, sahut Jaka sambil menerima tangan dan bersalaman.


Jaka pun mengeluarkan rokok kreteknya, dan menyalakan rokoknya dengan santai.


"Rokok Pak Kandar," kata Jaka ramah.


"Ada Pak Jaka," sahut Pak Kandar. Sambil mengeluarkan rokok, dari kantong celananya, dan menyalakan rokoknya.


"Maaf lho Pak Jaka, saya terpaksa menyetop mobil Pak Jaka, karena saya takut nanti ada apa-apa, dengan anak, dan istri saya, kalo kelamaan di tempat ini." Kata Pak Kandar ramah.


"Biasa aja Pak, nggak usah pake minta maaf segala, namanya juga kepepet. Sudah lama mobilnya mogok disini Pak?" tanya Jaka.


"Hampir setengah jam Pak Jaka," sahut Pak Kandar.


"Coba saya liat Pak," kata Jaka antusias.


Jaka pun mengecek mobil, dengan prosedur, yang pernah dibacanya, saat browsing di Internet.


Jaka menarik stik oli, dan membawanya ke arah sinar lampu mobilnya.

__ADS_1


"Oli nya aman," gumam Jaka.


Karena mobil masih agak panas, Jaka membuka radiator mobil pelan, trus terdengar suara tekanan gas keluar dari tutup radiator yang baru dikendurkan nya. Jaka pun melepaskan pegangannya dari tutup radiator itu.


__ADS_2