SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
62. Persiapan acara


__ADS_3

Jarko pun menelpon Jaka.


"Halo, gimana Jarko?" tanya Jaka.


"Kami sudah sampai dikamar, yang sudah disiapkan Bang," jawab Jarko.


"Apakah calon mertuamu sudah makan siang?" tanya Jaka.


"Sudah Bang, kata Emak dan Angga barusan, mereka sudah makan siang Bang. Abang dimana sekarang?" tanya Jarko.


"Kami baru nyampe di jalur khusus Bank KH, sebentar lagi kami naik lift, tunggu sebentar lagi, kami nyampe," kata Jaka.


"Oke Bang," sahut Jarko, sambil mematikan panggilan telponnya.


Ketika akan memasuki jalur khusus ke Bank KH, Fendi pun bertemu dengan Jaka dan rombongan.


Tanpa basa-basi Fendi pun langsung bertanya ke Jaka.


"Bang Jaka, gimana kalo acara akad nikah, dan resepsinya langsung aja, di aula serbaguna atau di rooftop Hotel Bang? Biar nggak ribet, ngatur persiapan acaranya?" tanya Fendi.


"Ya nggak apa-apa Fendi, kamu atur aja, gimana enaknya menurut kamu." Kata Jaka santai.


"Oke Bang, kalo gitu. Acaranya bisa di aula serbaguna atau di rooftop Hotel. Jadi, makanan dan minuman untuk acara, langsung disiapkan di dapur Hotel." Sahut Fendi sambil tersenyum, karena satu masalah telah selesai.

__ADS_1


"Nanti berapa biayanya kamu buat hitungannya, karena aku nggak mau mengganggu keuangan Hotel ini, untuk keperluan pribadi ku!" sahut Jaka tegas.


"Siap Bang," jawab Fendi.


Jaka pun mengambil HP nya, lalu membuka KH-mobile Banking nya.


"Fendi masukkan nomor rekening mu disini," kata Jaka, sambil memberikan HP nya.


Fendi pun memasukkan nomor rekeningnya, lalu mengembalikan HP Jaka.


"Sudah Bang" sahut Fendi.


"Sudah benar, ini nomernya?" tanya Jaka, sambil memperlihatkan HP nya.


"Iya Bang, sudah benar," jawab Fendi.


HP Fendi pun berbunyi, ada notifikasi masuk, yang memberitahukan bahwa uang Rp500.000.000.-, telah masuk ke rekeningnya.


Fendi pun terkejut, melihat notifikasi itu.


"Itu kamu gunakan untuk biaya pernikahan, kalo kurang ngomong ya!" kata Jaka tegas.


"Siap Bang", sahut Fendi.

__ADS_1


"Ya sudah, kalo gitu, kamu atur aja ya. Kami mau ke atas, untuk ketemu dengan Emak dan Angga," kata Jaka.


Dini pun terkejut, mendengar perkataan Jaka barusan. Tapi dia hanya diam, tanpa kata, walaupun sebenarnya dia penasaran.


"Iya Bang," sahut Fendi.


Mereka pun berpisah dan melakukan aktivitasnya masing-masing.


Fendi pun sampai di kantornya, dan langsung menghubungi Penghulu Pernikahan lewat telpon yang ada di kantornya. Setelah mendapatkan kepastian dari pak Alhadi Sang Penghulu Pernikahan, bahwa dia akan datang ke Hotel jam 10:00, Fendi pun tersenyum.


"Satu tugas lagi, telah selesai," gumam Fendi.


Dia pun menghubungi semua jajaran pimpinan, yang mengelola semua aset dan properti yang dimiliki Jaka.


Pak Harto, pak Hadi, pak Dodi, pun agak terkejut mendengar kabar dari Fendi.


Tapi mereka hanya memaklumi semua yang terjadi.


Mereka pun sepakat bahwa mereka akan menyewa 3 mobil, untuk ke Hotel Grand Republik, yang semua biayanya ditanggung oleh Jaka.


"Alhamdulillah, berarti sekarang tinggal menyiapkan tempat acara dan konsumsi," kata Fendi sambil tersenyum bangga.


Akhirnya, Fendi pun kembali ke Hotel, setelah mencatat semua hal yang dibutuhkan ke dalam buku agenda, dan membawa buku itu.

__ADS_1


Fendi pun memberitahukan kepada pihak Hotel, untuk mempersiapkan aula serbaguna, dan mengisolasi roof top Hotel untuk acara besok, dan juga meminta pihak Hotel, untuk menyiapkan konsumsi dalam acara dengan makanan, dan minuman dengan lengkap, beserta cemilannya.


Lalu Fendi pun menyusul Jaka dan rombongan ke lantai kamar VVIP di lantai 7.


__ADS_2