
Satu minggu rasanya satu tahun. Tidak terasa Sinar sudah berada di rumah Danish satu minggu. Selama satu minggu itu juga Sinar seperti terkurung di sangkar emas. Ruang lingkupnya hanya di rumah itu. Sinar merasa kesepian meskipun penghuni rumah itu lumayan banyak. Keluarga Danish memang memperkerjakan banyak orang tapi tak satu pun diantara mereka yang bisa diajak berbicara layaknya sebagai teman. Sedangkan Bintang yang sudah menawarkan pertemanan dengan dirinya. Juga sangat sibuk. Mereka hanya mengobrol di pagi hari sebelum wanita itu berangkat bekerja.
Sampai sekarang, Sinar tidak mengetahui apa yang menjadi pekerjaan kedua orang tua Danish. Yang Sinar tahu. Keluarga Danish adalah keluarga yang sangat kaya.
Sinar juga tidak mengetahui apa yang menjadi pekerjaan Danish. Meskipun kakinya masih sakit. Danish sudah mulai bekerja sejak empat hari yang lalu. Itu artinya sejak kedatangan mereka. Danish hanya tiga hari beristirahat dan konsultasi ke dokter.
Kesibukan Danish membuat komunikasi diantara mereka berdua berkurang. Terkadang Danish berangkat bekerja sebelum dirinya keluar dari kamar dan pulang setelah dirinya sudah tidur. Itulah sebabnya, sampai saat ini. Sinar tidak mengetahui tanggapan Danish tentang pertunangannya dengan Bintang ataupun poligami yang sangat didukung kedua orang tuanya.
Kini Sinar berada di halaman rumah Danish yang sangat luas. Dia memandang tembok tinggi yang mengelilingi rumah mewah itu. Dia sengaja keluar dari kamar lebih awal supaya bisa berbicara dengan Danish pagi ini. Ternyata dirinya terlambat beberapa menit. Sinar tiba di halaman rumah itu bersamaan dengan mobil yang membawa Danish sudah keluar dari gerbang.
Sinar menarik nafas panjang. Entah sampai kapan dirinya seperti ini. Danish sudah berjanji kepada kakek Joni akan secepatnya kembali ke perkampungan itu untuk melamar dirinya begitu tiba di rumah kedua orang tuanya. Sinar tidak menuntut dirinya secepatnya dinikahi. Tapi Sinar menuntut kepastiaan hubungannya dengan Danish. Jika Danish setuju akan tetap melangsungkan pertunangan itu atau setuju dengan pernikahan poligami. Dengan sukarela dirinya akan mengundurkan diri dari calon istri dari pria itu. Tidak perduli dengan kekayaan keluarga Danish yang mungkin tidak habis sampai tujuh turunan.
"Apa yang kamu lakukan di sini Sinar?.
Sinar menoleh ke arah suara. Wanita yang bertanya kepada dirinya adalah nyonya Amalia.
"Maaf Nyonya. Aku tidak melakukan apapun. Tadi ingin berbicara dengan Danish. Tapi aku terlambat beberapa menit."
"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Danish?" tanya Nyonya Amalia lembut tapi penuh selidik.
Sinar tersenyum kaku. Untuk menceritakan apa yang ingin dia tanyakan kepada Danish rasanya tidak mungkin.
__ADS_1
"Aku bisa memintanya cepat kembali nanti sore. Jika ada sesuatu yang penting ingin kamu bicarakan."
"Terima kasih nyonya. Aku memang ingin membicarakan yang sangat serius dengan Danish," jawab Sinar. Dia berharap, Danish cepat pulang sore ini. Bukankah lebih cepat mengetahui apa keputusan Danish tentang hubungan mereka daripada membuang buang waktu di rumah ini?"
"Ikut aku Sinar," ajak Nyonya Amalia. Sinar belum menjawab. Nyonya Amalia sudah melangkah sehingga mau tidak mau. Sinar harus mengikuti langkah wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah kepala enam.
Nyonya Amalia membawa Sinar ke salah satu ruangan di lantai satu. Begitu masuk ke dalam kamar itu. Sinar dapat melihat beberapa lemari kaca berisi tas tas yang sangat cantik dan diperkirakan sangat mahal. Di sisi yang lain dari kamar itu. Sinar melihat lemari kaca berisi banyak pasang sepatu. Dan ada juga lemari kaca berisi gaun gaun cantik yang hampir semua warna dan model tergantung di lemari kaca tersebut.
"Ini adalah ruangan pribadi ku. Selain suamiku. Kamu orang pertama yang aku bawa ke ruangan ini. Bahkan aku sendiri yang membersihkan ruangan ini," kata Nyonya Amalia. Sinar hanya tersenyum. Sinar tidak mengerti mengapa dirinya diajak oleh Nyonya Amalia ke ruangan pribadinya itu.
Sinar berusaha bersikap biasa. Sinar mengingat pesan dari Danish untuk tidak menunjukkan sikap kampungan di rumah itu.
"Ada yang perlu aku bantu nyonya?" tanya Sinar. Nyonya Amalia sedang menyedot debu di ruangan itu dengan vacuum cleaner.
Dasar orang kaya. Ruangan itu terlihat sangat bersih dan rapi. Tapi bagi nyonya Amalia masih saja membersihkan ruangan itu. Seperti perintah Nyonya Amalia. Sinar melangkahkan kakinya ke sofa itu. Sambil menunggu Nyonya Amalia membersihkan ruangan itu. Sinar memperhatikan dirinya di cermin itu.
Sinar meraba wajahnya. Sinar berandai andai. Andaikan Danish tidak mempunyai calon tunangan. Hidupnya pasti seperti kisah Cinderella yang dinikahi pangeran berkuda putih. Atau bisa saja, kisahnya akan lebih indah dari Cinderella. Tapi rasanya itu tidak mungkin lagi mengingat dirinya hanyalah seorang gadis biasa yang bersaing dengan wanita cantik yang melebihi dirinya. Dan yang paling sialnya. Danish sangat mencintai wanita itu.
"Bagaimana Sinar, apa sudah ada jawaban dari poligami yang papanya Danish tawarkan?" tanya mama Amalia. Sinar dan mama Amalia sedang duduk bersebelahan di sofa panjang itu.
"Apa Danish setuju dengan pernikahan poligami itu Nyonya?" tanya Sinar balik.
__ADS_1
"Aku dan Papanya belum membicarakan tentang pernikahan atau pertunangan dengan Danish. Kami ingin mengetahui kesediaan kalian berdua terlebih dahulu. Karena kami tahu. Danish sangat sulit untuk memilih. Selama ini. Kami adalah saksi bagaikan Danish sangat mencintai Bintang begitu juga sebaliknya. Sedangkan dengan kamu, dia terikat dengan sebuah janji pernikahan. Sinar, jawab aku dengan jujur. Apa kamu mencintai Danish?"
"Nyonya. Aku bersedia ikut dengan Danish ke kota ini karena permintaannya. Dia ingin memperkenalkan aku sebagai calon istri kepada kalian orang tuanya," jawab Sinar. Dia tidak ingin menjawab yang sejujurnya bahwa cintanya kepada Danish masih bersemi meskipun dirinya sudah mengetahui fakta yang sebenarnya. Sinar juga takut, nyonya Amalia menilai dirinya mengobral Cinta demi masuk ke dalam anggota keluarga itu.
"Bintang setuju berpoligami. Dia rela mempunyai madu. Demi pria yang dia cintai. Lalu bagaimana dengan kamu?"
Sinar terkejut dan tidak menyangka Bintang menyetujui tawaran pernikahan poligami itu. Sedalam dan sebesar itukah cinta Bintang kepada Danish hingga rela berbagi cinta dengan wanita lain. Tidak, tidak Sinar tidak bisa seperti Danish.
"Aku mohon Sinar. Jangan buat Danish pergi lagi dari rumah ini. Aku tahu, Danish pasti akan menepati janjinya kepada kamu. Tapi hal itu akan membuat seorang papa dan putranya berseteru. Danish sudah pernah hilang. Dan kamu tahu. Saat itu aku juga ingin menyusul dirinya yang sudah kami duga meninggal. Tapi telepon dari kakek kamu lah yang menyelamatkan nyawaku."
Nyonya Amalia menceritakan dirinya mempunyai riwayat penyakit jantung. Mendengar Danish kecelakaan dan tidak ditemukan membuat dirinya harus dirawat di rumah sakit. Kalau tidak karena telepon dari kakek Joni. Mungkin saat ini dirinya sudah di dalam tanah. Setelah mendapatkan informasi dari kakek Joni. Pihak keluarga Danish juga langsung melakukan pelacakan ke nomor ke kakek Joni tapi tidak terdeteksi karena tidak aktif lagi.
Sinar menatap wanita itu. Selama satu minggu ini. Nyonya Amalia selalu bersikap lembut kepada dirinya meskipun mereka berbicara hanya sekedar menyapa. Tapi Sinar dapat merasakan ketulusan di setiap senyum wanita itu kepada dirinya.
"Sinar, Dengan siapapun kamu menikah nanti. Aku doakan kamu akan menjadi seorang ibu. Di saat waktu itu tiba. Kamu akan selalu memikirkan kebahagiaan anak anakmu. Seperti saat ini yang aku lakukan. Jika Danish hanya menikahi kamu saja. Papanya tidak akan membiarkan itu terjadi. Jika pun terjadi. Dia pasti tidak dianggap sebagai anaknya."
Sinar tertegun mendengar perkataan Nyonya Amalia. Tanpa dijelaskan lebih lanjut lagi. Sinar sudah mengerti.
"Sinar, papanya Danish sudah merencanakan pertunangan itu diadakan satu bulan lagi. Aku juga mengusulkan setelah pertunangan Danish dan Bintang. Dua Hari setelah itu, kamu dan Danish menikah di kampung kamu. Dan Danish akan menikahi Bintang satu tahun kemudian. Sinar, aku mengusulkan itu karena berada di pihak kamu. Sebelum pernikahan Danish dan Bintang. Aku akan mengajari kamu banyak hal hingga layak diperkenalkan ke muka umum sebagai istri Danish. Jika kamu bisa seperti Bintang. Aku sangat yakin. Papanya Danish tidak akan memaksakan lagi Danish harus menikahi Bintang. Tapi jika kamu gagal, maka tidak ada cara lain selain pernikahan poligami."
"Nyonya, itu artinya Nyonya menyingkirkan Bintang secara halus."
__ADS_1
"Aku tahu ini sangat tidak adil bagi Bintang. Sinar, ini adalah rahasia kita berdua. Aku sangat yakin kamu pasti bisa diajari dan menjelma nantinya sebagai wanita yang elegan dan berpendidikan."