Sinar Tak Diinginkan

Sinar Tak Diinginkan
Dia Milikku Bukan Milikmu


__ADS_3

Wanita mana yang tidak merasa hancur mengetahui pria yang sangat dia cintai memperkenalkan wanita lain sebagai calon istri di hadapannya. Bintang sangat mencintai Danish sejak lama. Wanita itu merasakan jatuh cinta kepada pria pujaannya sejak masa remaja. Bisa dikatakan, Danish adalah cinta dan pacar pertama. Tapi sebagai wanita yang terlahir dari keluarga terhormat. Bintang harus memendam rasa cinta itu dan menunggu Danish mengungkapkan cintanya.


Selama masa masa penantian, tidak hanya satu atau dua orang pria yang mendekati dirinya. Tapi rasa cintanya kepada Danish membuat wanita itu sabar menunggu hingga pria pria yang berusaha mendekati dirinya. Satupun tidak ada yang berhasil memikat hati Bintang.


Penantian Bintang tidak berakhir sia sia. Setelah mereka dewasa. Cinta itu masih bersemi di hatinya dan Bintang merasa bahagia karena rasa cinta yang dia rasakan sejak remaja. Danish juga merasakan hal yang sama. Dan yang lebih membuat Bintang dan Danish sangat bahagia. Hubungan mereka direstui oleh orang tua masing masing.


Cinta mereka diuji dengan kecelakaan yang menimpa Danish. Sama seperti nyonya Amalia. Saat itu, Bintang juga merasakan dunianya runtuh. Bintang putus harapan. Rasanya hidupnya tidak berarti lagi. Hampir satu minggu. Bintang mengurung diri di dalam kamar. Berdoa dan mengharapkan muzijat keselamatan sang kekasih. Hingga informasi tentang keselamatan Danish sampai ke telinganya. Bintang merasa hidup kembali.


Menunggu empat bulan rasanya seperti bertahun tahun. Bintang tersiksa karena rasa rindunya kepada Danish. Hingga kedua orang tua Danish menawarkan Bintang untuk tinggal di rumah mereka, kerinduan itu bisa terobati dengan melihat dan merasakan aroma kamar Danish.


Bintang dan kedua orang tua Danish saling menguatkan dalam masa penantian itu. Apa yang tidak mereka duga sebelumnya. Danish kembali ke rumah sebelum empat bulan masa pengobatan.


Bintang merasa bahagia. Dia ingin memeluk pria yang dicintainya itu. Tapi dirinya sadar diri, kedua orang tua Danish lebih berhak meluapkan kerinduan mereka dibandingkan dirinya. Bintang tidak sabar menunggu gilirannya untuk memeluk Danish. Dan ketika waktu itu tiba. Bintang memeluk kekasihnya dengan sangat erat seakan tidak ingin berpisah lagi meskipun satu detik. Bintang merasa bahwa Danish adalah takdirnya.


Takdir yang akan menjadikan dirinya sebagai ratu di dalam hati Danish. Kebahagiaan yang telah tertunda kini berada di depan matanya.


Tapi ternyata rasa cinta dan kebahagiaan yang tertunda yang dirasakan oleh Bintang tidak hanya diuji lewat kecelakaan itu. Bintang merasakan tubuhnya bergetar dan hatinya hancur ketika Danish memperkenalkan wanita lain sebagai calon istrinya. Bintang tidak kuasa mendengar kata kata apapun yang keluar dari mulut Danish. Dia memilih menghindar daripada mendengar kenyataan yang lebih menyakitkan lagi.


Satu malam, Bintang menangis. Dia berharap, Danish menemui dirinya dan menjelaskan mengapa ada wanita lain di dalam hubungan mereka. Tapi hingga larut malam dan lelah menunggu. Danish tidak kunjung muncul di hadapannya. Semakin dia memikirkan kehadiran wanita lain di hubungan mereka. Bintang menyadari jika keselamatan Danish adalah berkat Sinar. Tapi meskipun begitu. Bintang tidak membenarkan keputusan Danish harus menikahi wanita itu. Baginya, pertolongan Sinar bisa dibalas dengan materi yang berlimpah. Bukan dengan menikahi dirinya.


Bintang berusaha untuk tidak membenci Sinar. Dia menawarkan pertemanan kepada Sinar sebagai bentuk terima kasihnya kepada wanita itu karena sudah menolong pria yang sangat dicintainya. Tapi sikap Danish yang terkesan mengabaikan dirinya membuat Bintang merasa jika Sinar adalah penyebabnya.


Bintang kembali putus harapan. Dia sadar jika dirinya hanyalah sebagai calon tunangan sedangkan Sinar adalah calon istri. Posisi Sinar lebih tinggi meskipun dirinya jauh lebih unggul dalam hal apapun dibandingkan Sinar. Selain itu, Bintang mengetahui Danish jika sudah berjanji. Janji bagi Danish adalah harga mati yang harus ditepati membuat Bintang merasa dirinya akan tersingkirkan dari sisi Danish. Bintang masih bisa melihat cinta di Mata Danish. Tapi apalah artinya saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki. Bagi Bintang cinta yang tidak bisa saling memiliki adalah neraka di dunia.


Tidak ada jalan lain bagi Bintang selain menyetujui pernikahan poligami yang didukung oleh tuan Santosh. Dia berharap. Sinar mundur dari pernikahan poligami itu tapi Bintang juga harus menelan rasa kecewa yang dalam. Dia tidak menyangka Sinar juga setuju dalam pernah poligami itu.


"Mengapa Danish belum menemui aku?" kata Bintang pelan pada dirinya sendiri. Bintang sudah mengetahui jika Danish sudah menyetujui pernikahan poligami itu. Tapi hingga dua hari menunggu, Danish tak kunjung menemui dirinya. Meskipun dirinya sangat yakin Danish sangat mencintai dirinya. Bintang masih saja merasa takut jika dirinya tetap diabaikan oleh Danish. Bintang rindu saat saat indah mereka berdua sebelum kecelakaan itu terjadi.


Bintang menarik nafas panjang. Kini dia berada di dalam kamarnya di rumah Danish. Bintang berdiri di dekat jendela melihat ke arah halaman rumah. Bintang merasa, Danish berubah dan tidak terjangkau oleh dirinya. Bintang memegang dadanya karena terasa sesak mengingat perlakuan lembut Danish kepada Sinar di depan matanya.


"Tidak cukupkah hanya aku wanita yang ada di hati Danish. Mengapa ada wanita lain. Apakah dia memaksa kamu untuk berjanji menikah dia?" kata Bintang dalam hati sambil memukul dadanya sendiri. Dia merasa benci kepada dirinya sendiri karena tidak bisa lari dari Danish yang sudah sangat jelas mengkhianati dirinya.


Tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini selain menangis seperti hari hari sebelumnya. Dia menyadari dirinya bodoh karena masih mencintai pria yang menghadirkan wanita lain di hubungan mereka. Harusnya dirinya membenci dan berlari sejauh mungkin menghindar dari Danish tapi rasanya kaki dan hatinya tertahan. Hingga Bintang tak kuasa menolak hal yang paling dibenci oleh sebagian besar wanita di dunia ini.

__ADS_1


"Bintang, kamu adalah putri dari keluarga yang terhormat. Kamu cantik dan berpendidikan. Apapun yang kamu mau harus bisa kamu dapatkan. Dia hanyalah wanita kampung yang kalah jauh dibandingkan dengan dirimu. Dia tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kamu. Apa yang harus kamu takutkan. Danish hanya terikat janji bukan terikat cinta. Janji kalau sudah ditepati akan lunas. Sedangkan cinta adalah selamanya. Cinta adalah dasar dari pernikahan. Pernikahan hanya karena terikat janji pasti tidak akan bertahan."


Bintang mengusap air matanya dengan kasar. Kata kata Tuan Santosh terngiang di telinganya ketika dirinya memutuskan menerima pernikahan poligami itu.


"Sinar, kamu boleh bersenang hati karena kamu yang dinikahi terlebih dahulu. Dan akan aku pastikan pada akhirnya aku lah pemenangnya," kata Bintang pelan.


"Bintang."


Bintang berbalik, menoleh ke arah sumber suara. Jantungnya berdetak kencang melihat sosok yang selalu dia pikirkan setiap waktu berdiri di depan pintu dengan tangan yang dibentangkan. Bintang mengucek matanya karena tidak percaya jika Danish berada di dekat dirinya.


Danish melanjutkan mendekati Bintang. Hatinya sedih melihat wajah Bintang yang sembab. Sisa sisa air matanya memang tidak terlihat lagi. Tapi mata dan wajah Bintang tidak bisa berbohong jika wanita itu baru saja menangis.


"Maafkan aku sayang. Maafkan aku cintaku," kata Danish sambil meraih wanita pujaannya itu ke dalam pelukannya. Bintang tidak kuasa menahan air matanya lagi. Di Dada Danish. Bintang kembali menangis. Danish memang sudah kembali kepada dirinya tapi masih ada wanita lain yang mengharapkan kehadiran pria pujaannya itu. Mengingat itu, Bintang merasa kebahagiaannya tidak sempurna.


"Jangan menangis lagi. Semuanya pasti akan baik baik saja," kata Danish lagi. Bintang menganggukkan kepalanya. Bintang menjauhkan kepalanya dari dada Danish dan menatap wajah pria itu.


Danish dan Bintang saling menatap. Danish memahami kesedihan Bintang karena dirinya. Danish mengerti, jika kedatangannya dengan membawa wanita lain sebagai calon istrinya, sangat menyakiti hati Bintang. Danish merasa bersalah akan hal itu.


"Ini adalah takdir. Kecelakaan itu bukan kebetulan tapi memang sudah takdir yang mempertemukan aku dengan Sinar. Bukan hanya mempertemukan kami berdua tapi mempertemukan kita bertiga," jawab Danish.


"Mempertemukan kalian berdua tapi menjauhkan aku dengan kamu."


"Jangan berkata seperti itu. Sinar tidak seperti itu."


"Lalu Sinar seperti apa?" tanya Bintang.


Danish menatap Bintang. Dia mengerti kekesalan hati wanita itu. Danish bisa merasakan kecemburuaan di mata dan nada bicaranya ketika dirinya menyebut nama Sinar.


"Aku tahu ini sulit untuk kalian berdua. Tapi percaya kepada ku Bintang. Aku akan berlaku adil kepada kalian berdua. Itu janjiku. Tapi jika kamu meragukan janjiku. Aku tidak memaksa kamu untuk tetap melanjutkan pernikahan poligami ini."


Danish sangat serius dengan perkataannya. Danish sangat mencintai Bintang. Jika poligami itu hanya untuk menyiksa perasaan Bintang. Lebih baik melepas wanita itu daripada melihatnya menangis nanti. Cinta Danish benar benar tulus untuk Bintang. Itulah sebabnya, beberapa hari ini. Danish mengabaikan Bintang supaya wanita itu menyerah dan meninggalkan dirinya. Tapi kenyataannya, membuat Danish semakin merasakan cintanya sangat dalam kepada Bintang karena bersedia menjalani pernikahan poligami.


"Kamu meminta aku mundur?. Kamu meminta aku melepaskan kamu setelah apa yang sudah kita lalui?"

__ADS_1


"Aku tidak berkata seperti itu Bintang. Rasa cinta membuat aku tidak bisa melihat kamu bersedih seperti ini. Tapi satu yang harus kamu ingat. Melepaskan Sinar tidak mungkin bagiku. Jika kamu ingin memiliki aku. Jalan satu satunya hanya poligami."


"Apa yang sudah aku putuskan. Pantang bagiku untuk mengingkarinya."


Danish langsung memeluk Bintang. Dia sungguh merasakan ketulusan cinta wanita itu. Tidak salah baginya menjadikan Bintang ratu di hatinya dan akan menjadi ratu di rumah dan di ranjangnya.


"Aku tidak salah pilih dan kedua orang tuaku tidak salah memberikan restu. Aku merasa sangat beruntung dicintai oleh dua wanita seperti kamu dan Sinar. Aku berharap, kalian bisa akur nantinya," kata Danish senang. Sebagai pria yang dibagi oleh dua wanita nantinya. Danish sangat berharap. Bintang dan Sinar bisa hidup berdampingan seperti sahabat tanpa merasa bersaing mendapatkan perhatiannya.


Bintang merapatkan giginya. Mengetahui jika Sinar ternyata mencintai Danish menorehkan perasaan marah di hatinya. Tidak lagi rasa cemburu yang hinggap ke hatinya melainkan rasa murka yang luar biasa. Dia pernah berpikir jika Danish menikahi Sinar hanya karena janji ternyata sudah ada unsur cinta di dalamnya. Bintang ingin bertanya kepada Danish apakah pria itu mencintai Sinar atau tidak. Bintang mengurungkan pertanyaan itu karena dirinya takut jawaban Danish akan membuat dirinya semakin kecewa.


"Tidak lama lagi kita akan bertunangan dan kamu akan menikahi Sinar. Aku ingin mengundang banyak tamu nantinya. Apakah bisa?" tanya Bintang.


"Lakukan apa yang membuat kamu senang dan bahagia, sayang."


"Terima kasih Danishku sayang. Tapi aku juga ingin bukan hanya teman dan sahabat juga relasi kerjaku. Melainkan juga teman, sahabat dan relasi kerja kamu."


"Apapun yang membuat kamu senang akan aku lakukan."


Bintang kembali memeluk Danish. Dia tersenyum di dada Danish.


"Dia milikku Sinar. Bukan milikmu. Pertunangan itu bukan pertunangan biasa tapi akan kujadikan sebagai pernikahan pertama Danish dengan diriku," kata Bintang dalam hati. Bintang berencana dalam hati akan memanfaatkan restu tuan Santosh untuk menghalalkan hubungan mereka di saat pertunangan yang direncanakan itu nantinya. Dan dia berharap dengan seperti itu. Sinar akan mundur dan tidak akan ada pernikahan poligami diantara mereka.


"Pertunangan itu terjadi karena kita saling mencintai kan?" tanya Bintang. Dia sengaja bertanya seperti itu karena dia melihat sekilas bayangan Sinar lewat dari depan kamarnya. Bintang juga sangat yakin jika Sinar melihat mereka berdua di kamar itu karena pintu kamar terbuka lebar.


"Sangat saling mencintai," jawab Danish sangat yakin.


"Kamu akan menikahi aku karena sangat mencintaiku. Lalu apa alasan kamu menikahi Sinar selain karena terikat janji. Aku mau kamu jujur sayang," kata Bintang sambil membelai wajah Danish dengan lembut.


Bintang menunggu jawaban Danish. Dia sangat berharap jawaban Danish akan membuat Sinar kecewa. Dia sangat yakin Sinar sedang menguping pembicaraan mereka.


Seperti dugaan Bintang. Di luar kamar. Sinar juga merasa tidak sabar untuk mendengar jawaban Danish. Kedatangannya hendak ke kamar Bintang bukan untuk menguping pembicaraan dua insan yang saling mencintai itu tapi untuk mengembalikan gaun yang diberikan oleh Bintang kepada dirinya karena terlalu longgar di tubuhnya.


"Ayo Danish. Berikan jawaban yang tidak memuaskan Sinar. Supaya dia sadar. Kamu hanyalah milikku. Dan hanya aku wanita yang berhak dan beruntung mencintai kamu," kata Bintang dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2