
Shanum segera memutus kontak mata dengan Nabil yang kini juga sedang makan bersama seorang wanita cantik, entah itu siapa.
Hati Shanum kembali kecewa saat melihat Nabil sedang bersama seorang wanita. meskipun tadi siang ucapan Nabil cukup membuatnya kesal sekaligus marah, namun sekarang sudah sirna dan berganti dengan rasa kecewa.
Shanum kini mengakui kalau sekesal apapun dia pada Nabil, nyatanya ia tetap tidak bisa membenci sosoknya. Terlebih melihat Nabil seringkali atau bahkan hidupnya dikelilingi oleh wanita caantik, membuat hatinya tidak rela.
Sedangkan Nabil sejak tadi terus melihat Shanum yang tengah asyik ngobrol dengan Kevin. Wanita cantik yang ada di hadapannya sekaligus kliennya itu sampai ia abaikan gara-gara keberadaan Shanum.
“Bagaimana Tuan Nabil? Kapan kita bisa meninjau lokasi pembangunan proyek mall baru kita?” tanya wanita yang bernama Anna.
“Nanti saya akan atur jadwal dulu, Nona Anna. Segera saya akan menghubungi anda kalau saya sudah menemukan hari dan waktu yang tepat.” Jawab Nabil sambil menyeruput kopinya.
“Baiklah. Saya akan sabar menanti kabar dari anda. Oh iya, saya dengar proyek kita itu berada di daerah dataran tinggi. Jelas tempatnya sangat bagus apalagi dekat dengan pariwisata.” Lanjut Nona Anna.
“Iya. memang saya sengaja mencari tempat dengan view seperti itu. karena memang di daerah itu masih belum banyak mall berdiri. Jadi ini kesempatan emas buat perusahaan kita.” Sahut Nabil dengan sesekali memperhatikan Shanum yang sedang menikmati makan malamnya bersama Kevin.
“Saya sangat senang bisa bekerjasama dengan anda. Saya harap hubungan kita tetap baik meskipun di luar urusan pekerjaan.” Ucap Anna sambil mengedipkan matanya pada Nabil.
Memang sosok Nabil selalu berhasil membuat wanita manapun terpesona. Bahkan tidak segan-segan membuat wanita lebih dulu mengakui ketertarikannya. Namun Nabil menjawabnya dengan senyuman. Siapa yang tidak meleleh hatinya jika melihat senyuman itu.
Tak lama kemudian meeting Nabil dengan Anna selesai. dan di saat itu juga Nabil sudah tidak lagi melihat keberadaan Shanum dan Kevin. Mejanya juga sudah tampak kosong, tinggal piring dan gelas bekas saja yang masih berada di atas meja.
__ADS_1
Setelah Anna berpamitan pulang lebih dulu, Nabil kembali kesal saat mengingat Shanum. Pikirannya sudah buruk pada perempuan itu. apakah saat ini Shanum sedang kencan dengan Kevin.
Nabil memutuskan tidak pulang ke rumahnya. Melainkan pergi ke club. Dia segera menghubungi ketiga temannya untuk diajak bergabung ke club langganannya.
Setibanya di club, Nabil langsung masuk ke ruangan vvip sembari menunggu teman-temannya datang. seorang wanita sekssi datang dengan membawa nampan berisi minuman tampak tersenyum manis menatap Nabil. Apalagi tatapannya sangat nakal dan sengaja menggoda Nabil. Tapi sayangnya saat ini Nabil sedang tidak mood. Pikirannya terus dipenuhi oleh Shanum.
Beberapa saat kemudian ketiga teman Nabil sudah masuk ke ruangan vvip. Seperti biasa, mereka berempat akan menghabiskan malam panjang mereka dengan pesta minuman sekaligus ditemani oleh wanita penghibur. Kecuali Nabil yang malam ini menolak ditemani wanita malam.
“Kenapa tuh anak?” tanya Andra.
“Ngak tahu tuh.” Jawab Dave sambil mengendikkan bahunya acuh.
Sedangkan Lucky sama sekali tidak berminat untuk mengetahui urusan Nabil. Pria itu kini sibuk dengan aktivitasnya sendiri, yaitu mengusap-usap paha wanita sekssi yang sedang menuang minuman ke dalam gelasnya.
“Ahh… sialan kamu, Num! berani-beraninya kamu datang dan mengusikku.” Racau Nabil sambil meneguk minumannya.
Andra hanya tersenyum miring melihat Nabil. Rupanya temannya itu sedang ada masalah dengan wainitanya. Tapi Andra mengingat kembali kalau selama ini dia tidak pernah mendengar nama teman kencan Nabil yang dipanggil “Num”.
“Ayo Bro, aku antar pulang saja. sepertinya kamu sudah mabuk berat.” Ajak Andra karena tidak tega meninggalkan Nabil sendirian di club. Apalagi membiarkan pria itu pulang sendiri.
“Bilang pada Shanum agar tidak menjadi wanita murahan! Ha…ha….ha…”
__ADS_1
Sekali lagi Nabil meracau tidak jelas. Namun kini Andra paham. Apalagi dia pernah dengar nama wanita yang bernama Shanum. Yang tak lain adalah sepupunya sendiri.
“Sepertinya ada yang tidak beres.” Gumam Andra penasaran.
Tak lama kemudian Andra membantu Nabil berdiri lalu mengantarnya pulang. ia akan memakai mobil Nabil, biar nanti ia pulang naik taksi. Karena kebetulan tadi Andra berangkat bersama Lucky.
Sepanjang perjalanan pulang Nabil terus meracaukan nama Shanum. Namun isinya hanya umpatan dari rasa kesal Nabil terhadap wanita itu. sedangkan Andra hanya diam saja dan jujur saja sangat penasaran dengan sosok Shanum.
Pukul satu dini hari Andra baru saja memasuki halaman rumah Nabil. Nabil sendiri sudah berhenti meracau, karena matanya hampir terpejam. Ia segera turun dan membantu Nabil lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Shanum yang sejak pulang dari restaurant tidak melihat mobil Nabil di rumah, mendadak perasaannya khawatir. Hingga ia tidak bisa tidur demi menunggu Nabil pulang. dan saat ia sedang duduk di sofa ruang tamu, ia melihat mobil Nabil baru saja memasuki halaman rumah. apalagi melihat Nabil keluar dari mobil dengan dibantu oleh seseorang, seketika membuat Shanum semakin cemas.
“Maaf, anda siapa? Kak Nabil kenapa?”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️