
Nabil kembali ke ruang kerjanya. Ia menghubungi Boby, orang suruhannya yang baru saja mengirim foto Shanum. Nabil ingin memastikan, apakah benar foto itu adalah Shanum.
Setelah beberapa waktu berbicara dengan Boby, Nabil mendapatkan informasi kalau memang wanita itu adalah Shanum. Hanya saja Boby tidak sempat mengikuti kemana perginya Shanum setelah dari rumah sakit. Bahkan yang membuat Nabil kecewa sekaligus terkejut, Boby mengatakan kalau Shanum tidak pergi sendirian. Melainkan ada seseorang yang menemaninya. Yaitu seorang pria.
Nabil mencoba untuk berpikir positif saja. mungkin saja pria yang sedang bersama Shanum adalah Zaky, kakaknya. Dan Zaky memang snegaja tidak memberitahunya tentang keberadaan Shanum saat ini.
Setelah beberapa saat Nabil membereskan pekerjaannya, ia segera memesan tiket pesawat yang akan mengantarnya ke tempat dimana Shanum saat ini tinggal. Anehnya tempat itu masih berada dalam kawasan tempat tinggal Shanum saat dulu ia mendatanginya. Ternyata Shanum memang tidak pergi jauh dari tempat tinggalnya.
“Kamu mau kemana?” tanya Nabila yang baru saja memasuki ruagan kakaknya.
“Aku akan kembali mencari Shanum. Aku baru saja mendapat informasi dari orang suruhanku dimana dia saat ini berada.” Jawab Nabil.
Nabila ikut lega mendengar kabar baik itu. wanita itu jelas mendukung apa yang akan dilakukan oleh kakaknya. Terlebih ia bisa melihat kesungguhan hati saudara kembarnya mengejar wanita yang sangat dicintainya.
“Semoga urusan kamu cepat selesai, dan Shanum memaafkan semua kesalahan kamu.” Ucap Nabila dengan tulus.
“Terima kasih. Selama aku pergi, aku minta tolong handle semua pekerjaanku dulu.” Lanjut Nabil dan diangguki oleh Nabila.
Sebelum Nabil pergi ke bandara, pria itu pulang ke rumahnya terlebih dulu untuk berpaamitan pada Mamanya sekaligus meminta doa agar urusannya segera selesai. bagiamanapun juga doa seorang ibu itu sangat penting. Dan Nabil tidak akan melewatkannya.
Setelah mengantongi ijin dan doa dari Mamanya, Nabil segera bertolak ke bandara.
***
__ADS_1
Perjalanan udara yang Nabil lalui kini sudah mengantarnya ke tempat dimana Shanum tinggal. Memang Nabil belum tahu pasti dimana saat ini Shanum tinggal. Namun ia tetap menyuruh Boby mencarinya.
Nabil menyewa sebuah penginapan di dekat rumah sakit dimana saat itu Shanum berada. Meskipun mustahil kalau Shanum akan ke rumah sakit lagi dalam jarak waktu dekat. Tapi ada satu hal yang ingin Nabil lakukan. Dia ingin mencari informasi tentang Shanum di rumah sakit tersebut.
Nabil kini sudah tiba di rumah sakit. Tentunya dia akan melakukan segala cara untuk mencari data pasien yang bernama Shanum. Nabil pun diminta untuk menunggu sebentar selama pencarian data pasien yang bernama Shanum.
Dan hasil pencarian pasien bernama Shanum sudah ditemukan. Benar memang kemari nada seorang perempuan yang bernama Shanum dan sedang periksa di poli kandungan. Nabil sangat yakin kalau Shanum yang dimaksud sama dengan Shanum yang di acari.
“Jadi, kamu benar sedang mengandung anakku, Num?” gumamnya lirih penuh rasa bahagia.
Bagaimanapun reaksi Shanum nanti saat bertemu dengannya, Nabil akan tetap memperjuangkan cintanya. Terlebih sedang ada darah dagingnya di rahim Shanum.
Sementara itu, sore ini kedua orang tua Shanum dan juga Zaky sudah berada di Villa milik Andra. Karena desakan dari sang kakak, akhirnya Shanum memberitahu dimana saat ini dirinya tinggal. Dia mengatakan kalau saat ini tinggal di villa milik temannya. Namun Shanum tidak menceritakan dnegan detail siapa Andra. Dia khawatir kalau kakaknya akan semakin marah jika pria yang menolongnya masih ada hubungannya dnegan Nabil.
Sejak kedatangan kedua orang tuanya dan kakaknya, Shanum terus menangis untuk meminta maaf pada mereka. Dia merasa telah membuat aib pada keluarganya. Tapi Bagas dan Rosma sama sekali tidak menyalahkan Shanum. Karena memang Nabil lah yang patut disalahkan.
“Sudah, Sayang! Jangan nangis terus seperti ini. nanti janin dalam kandungan kamu ikut merasakan sedih. Sama seperti yang dirasakan ibunya saat ini.” Rosma berusaha menenangkan Shanum.
“Shanum benci dengan keadaan ini, Bunda! Kenapa semua ini harus terjadi. Shanum benci dengan dia!” Tangis Shanum semakin pilu.
Rosma memeluk erat tubuh Shanum. Wanita paruh baya itu ikut sakit melihat anak perempuannya yang tengah bersedih. Tapi dia juga belum ingin membicarakan tentang Nabil yang sedang mencarinya. Bagaimanapun juga Rosam dan Bagas sudah sepakat kalau Nabil datang lagi, akan memberikan kesempatan pada pria itu memperbaiki kesalahannya. Tapi semua itu tergantung dari Shanum juga.
Karena lelah menangis dalam pelukan Bundanya, akhirnya Shanum tertidur. Setelah itu Rosma menyelimuti tubuh putrinya dan membiarkannya tidur.
__ADS_1
Malam ini kedua orang tua Shanum sengaja ingin menginap di villa untuk menemani anak perempuannya. Sedangkan Zaky memilih pulang, karena tidak tega meninggalkan anak istrinya yang sedang di rumah sendirian.
Sedangkan Nabil dan Boby malam ini terus mencari informasi tentang Shanum. Nabil tadi mendapat informasi dari pihak rumah sakit tentang alamat tempat tinggal Shanum. Yaotu di rumah mendiang kakeknya yang dulu pernah ia datangi. Dan kini saat Nabil mengeceknya, ternyata Shanum tidak ada di sana.
“Apa kamu tidak menemukan bukti lain, Bob?” tanya Nabil pada Boby. Saat ini mereka berdua sedang berhenti di tepi jalan. Tepatnya di sebuah minimarket.
“Maaf, Tuan. Saya hanya melihat wanita itu memasuki sebuah mobil, tapi saya tidak sempat menghafal nomor plat mobilnya.” Jawab Boby.
Nabil merasa frustasi. Tapi dia juga tidak sanggup memarahi Boby. Setidaknya pria suruhannya itu sudah menemukan titik terang.
“Tuan, kalau saya tidak salah ingat, itu mobil yang ditumpangi wanita yang anda cari.” Ucap Boby saat melihat sebuah mobil baru saja memasuki halaman minimarket.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1