Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 19 ~ Rasa Cemburu


__ADS_3

Malam ini Shanum tampak sibuk mempelajari beberapa berkas untuk meeting besok. Tadi sepulang dari makan malam bersama Kevin, pria itu mengirim pesan kalau besok diminta untuk menemaninya meeting dengan klien. Lalu Kevin mengirimkan berkas yang harus Shanum pelajari.


Jujur saja Shanum senang saat dilibatan dalam meeting kali ini. selain yang ia temani adalah Kevin, bukan Nabil, Shanum juga akan mengetes kemampuannya karena ini adalah pertama kalinya ia ikut meeting penting dengan klien.


Perlahan Shanum bisa melupakan kejadian yang telah ia lakukan dengan Nabil. Karena kesibukannya dan juga tidak adanya Nabil saat ini.


Pukul sebelas malam Shanum baru saja selesai mempelajari beberapa beras yang dikirim oleh Kevin tadi. tiba-tiba ia merasa perutnya lapar lagi. akhirnya Shanum keluar kamar untuk membuat sesuatu yang bisa dimakan. Mau keluar untuk beli makan juga malas, karena di luar sedang hujan.


Shanum tampak santai membuat nasi goreng di dapur. Karena ia sudah terbiasa sendirian di rumah. namun tanpa sepengetahuan Shanum, ada seseorang yang sedang duduk mengawasinya yang sedang memasak. Apalagi saat ini penampilan Shanum yang hanya mengenakan piyama pendek dan berbahan tipis.


Beberapa saat Shanum sudah menyelesaikan masaknya. Ia segera menyajikan nasi goreng itu ke dalam piring. Lalu dia langsung mencuci wajan bekasnya memasak. Karena merasa sedikit gerah, Shanum mengambil ikat rambut yang selalu ada di atas kulkas lalu mengikat rambutnya seperti ekor kuda. Sontak saja hal itu berhasil memancing gairrah pria yang sejak tadi memperhatikan Shanum.


Arghhhhh!!!!


Shanum menjerit histeris saat ada lengan kekar memeluknya dengan erat. Jantungnya serasa mau lepas, dan dia tidak berani melihat siapa orang yang memeluknya itu. tubuhnya juga sudah bergetar ketakutan dan keringat dingin sudah membasahi keningnya.


Belum sempat hilang keterkejutan Shanum, orang yang memeluknya itu sudah mendaratkan kepalanya pada ceruk lehernya. Hembusan hangat nafasnya sangat terasa menyapu leher Shanum.


“Tolong! Siapa kamu?” tanya Shanum dengan bibir bergetar.


Pria itu melepas pelukannya dan menegakkan tubuhnya. Dia segera membalik tubuh Shanum hingga keduanya saling berhadapan. Mata Shanum membulat sempurna saat melihat keberadaan Nabil di depan matanya.


“Kak Nab- hmmmpppp”

__ADS_1


Shanum belum menyelesaikan ucapannya namun Nabil dengan cepat membungkam mulut Shanum dengan bibirnya. menciumnya, melumattnya dengan sedikit kasar karena hati Nabil kembali kesal saat teringat sore tadi Shanum sedang asyik berduaan dengan Kevin.


Ya, akhirnya sore tadi setelah mengakhiri panggilannya dengan Kevin, Nabil memutuskan untuk segera pulang. tak lupa ia juga menyusun rencana pada Kevin agar meminta Shanum mempelajari berkas untuk meeting besok. Nabil tidak mengatakan pada Kevin kalau yang meeting besok adaah dirinya. Dia berbohong dan mengatakan kalau Kevin yang mewakilinya.


Dan perjalanan udara yang hanya ditempuh selama satu jam setengah, akhirnya membawa Nabil pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah hujan turun dengan derasnya. Ia masuk ke rumahnya dulu sebelum mendatangi rumash Shanum. Dia tahu kalau saat ini Shanum pasti sedang sibuk mempelajari berkas yang diberikan Kevin. Dan Nabil akan datang memberi pelajaran pada Shanum setelah perempuan itu menyelesaikan pekerjaannya.


Shanum mendorong kuat tubuh Nabil. Sayang sekali gagal. Hanya ciuman mereka saja yang terlepas. Tapi kedua tangan Nabil masih memeluk pinggul Shanum posesif.


“Kak Nabil?” tanya Shanum tak percaya dengan nafas masih tersengal.


“Kenapa? Kamu menginginkan ciumanku lagi?” tanya Nabil sambil menatap dalam netra Shanum.


Shanum menggelengkan kepalanya tak percaya. Bagaimana mungkin Nabil bisa bicara seperti itu. apa maksud pria itu sebenarnya.


“Kak, kenapa kamu-“


“Dan itu juga cukup membuatku lega karena kamu sudah melupakan kejadian itu karena kamu bisa melampiaskannya pada Kevin.” Potong Nabil dan semakin membuat hati Shanum sakit.


Shanum tidak kuat lagi menahan sakit di hatinya. Ia segera mendorong Nabil sekuat tenaga. Setelah itu ia pergi meninggalkan Nabil dengan air mata yang sudah berjatuhan.


“Mau kemana kamu, hah?” Nabil berhasil mencekal tangan Shanum yang hendak memasuki kamar tamu.


Shanum tidak sanggup mengeluarkan kata-katanya. Dia tidak menjawab pertanyaan Nabil dan terus berusaha menghindari pria itu. dan hal itu semakin memancing amarah Nabil. Dia mengangkat dagu Shanum agar bisa menatapnya. Lalu Nabil menangkup kedua pipi perempuan itu, dan lagi-lagi Nabil mencium bibir Shanum. Ciuman yang lebih kasar dari sebelumnya.

__ADS_1


Arggghhhh!!!


Teriak Nabil frustasi setelah melepaskan ciumannya. Sedangkan tubuh Shanum sudah merosot ke bawah sambil menangis tersedu-sedu. Nabil sudah seperti kehilangan arah. Dia juga bingung kenapa bisa memperlakukan Shanum seperti itu lagi.


“Bangunlah!” pinta Nabil membantu Shanum berdiri dengan suara lebih lembut.


Shanum masih menundukkan kepalnya dengan tangisan yang masih terdengar.


Cup


“Istirahatlah! Persiapkan diri kamu untuk meeting besok.” Ucap Nabil setelah meninggalkan kecupan singkat di kepala Shanum. Setelah itu ia pergi meninggalkan Shanum.


***


Nabil memasuki rumahnya langsung duduk di sofa ruang tengah. Nafasnya masih memburu mengingat apa yang baru saja dilakukan pada Shanum. Sungguh Nabil bingung dengan perasaannya saat ini. dia juga tidak memiliki siapapun yang bisa menjadi tempat untuk nmenuangkan masalahnya ini. karena memang sejak dulu Nabil tidak pernah mengenal cinta. Apalagi di dalam cinta itu selalu ada rasa cemburu terhadap pasangan kita jika dia sedang berdekatan dengan lawan jenis.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2