
Warninggg!!!!!🔥🔥🔥🔥 siapkan tisu guys😂😂✌
Nabil mengangguk yakin dan penuh semangat. Pria itu bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum melakukan pertempurannya dengan sang istri tercinta. Sedangkan Shanum baru saja meletakkan Baby Queen ke dalam box. Bayi itu sepertinya akan tidur pulas untuk beberapa jam ke depan, sehingga Shanum bisa memastikan kalau kegiatan panasnya nanti tidak akan terganggu.
Cklek
Nabil keluar dari kamar mandi hanya memakai bathrope. Pria itu melihat Queen sudah ditidurkan di dalam box. Lantas kemana istrinya? Setelah itu tatapan Nabil tertuju pada bayangan siluet istrinya yang sedang berdiri di tepi jendela kamar. lampu kamar memang sudah padam. Tersisa lampu temaram tepat di samping box Baby Queen saja. sedangkan dimana Shanum berdiri saat ini hanya tersorot oleh cahaya dari luar kamarnya.
Nabil sungguh terpesona dengan kemolekan tubuh istrinya yang hanya berbalut lingerie itu. meskipun setelah melahirkan, rupanya tubuh Shanum masih tampak langsing. Mungkin wanita itu menganggapnya sedikit melar. Namun bagi Nabil sangat sekksi.
Grep
Nabil merengkuh pinggang istrinya dari belakang. Menempelkan dagunya pada pundak Shanum. Hembusan nafas hangat byang menerpa leher Shanum membuat wanita itu kegelian.
“Kamu harum sekali, Sayang!” puji Nabil lalu mulai mencumbui leher jenjang Shanum.
Shanum mencoba tetap tenang, menahan rasa geli itu. membiarkan suaminya berbuat semaunya. Karena memang sudah lama suaminya tidak menyentuhnya. Dan malam ini adalah malam pertama bagi keduanya melakukan malam panjang setelah Shanum melahirkan.
Puas mencumbui leher jenjang istrinya, kini tangan Nabil mulai bergerak liar menjamah seluruh tubuh istrinya yang hanya berbalut kain tipis nan menggoda itu.
Posisi keduanya masih sama. Kedua tangan Nabil berhenti tepat pada dua aset berharga yang kini sudah terbagi dengan makhluk kecil nan menggemaskan, yaitu Queen.
Nabil semakin gemas memainkan dua buah yang terasa semakin besar dari sebelumnya itu. Shanum merasakan aliran darahnya berdesir hebat saat suaminya memberkan sentuhan lembut di bagian sensitif itu. mere_masnya dengan lembut. Memilinnya dengan penuh kasih.
Shanum menyandarkan kepalanya pada dada Nabil dengan sedikit mendongak, menikmati permaian suaminya. bahkan kini Nabil sudah berhasil menanggalkan kain tipis itu. tinggal bagian inti saja yang masih tertutup.
__ADS_1
Nabil semakin bersemangat memainkannya, hingga suara indah dari bibir istrinya yang sudah lama ia rindukan akhirnya keluar juga. kemudian Nabil memutar tubuh istrinya saling berhadapan. Dia segera meraup bibir manis Shanum yang selalu menggoda.
Keduanya berciuman dengan pelan, lembut, dan semakin menuntut. Pergulatan bibir dan lidah itu yang menimbulkan bunyi decapan merdu mengisi keheningan kamar.
Tangan Shanum mengalung pada leher suaminya. sedangkan kedua tangan Nabil meremat kuat pantat sintal istrinya. Dan bibir mereka masih terus bertaut mencari kenikmatannya.
Nabil dan Shanum menjeda ciuman mereka untuk meraup pasokan oksigen yang hampir habis. Seteah itu Nabil menarik tali bathrope dan melepasnya dengan cepat. Rupanya pria itu sudah dibuat berdiri tegang hanya dengan kegiatan itu.
Nabil kembali meraup bibir istrinya dan mulai menciumnya dengan cukup kasar namun tidak melukai. Shanum juga semakin terbakar dengan perlakuan suaminya itu. apalagi kini tangan Nabil sedang bermain pada inti Shanum dengan menelusup masuk ke balik kain segitiga nan tipis itu.
Nabil memainkan jemari tangannya di inti Shanum dengan pelan agar wanita itu merasa nyaman. Rupanya Shanum juga sangat menginginkan penyatuan, karena terbukti kalau saat ini intinya sudah basah dan siap untuk memberikan haknya pada Nabil.
Keduanya sama-sama sudah terbakar. Nabil menggendong istrinya membawanya ke tempat tidur. Mereka kembali bercumbu sebelum akhirnya Nabil melesatkan senjatanya pada liang surga yang sudah lama ia rindukan.
Malam semakin larut, namun sama sekali tidak menyurutkan semangat pada kedua insan yang sedang memadu kasih itu. Shanum yang awalnya masih merasa parno dengan bekas luka jahit pada intinya pasca melahirkan, kini dia sudah merasa nyaman.
“Terima kasih, Sayang! Malam ini sangat indah. Aku sangat mencintaimu.” Ucap Nabil sembari meninggalkan kecupan pada kening istrinya.
“Aku juga sangat mencintaimu, Mas.” Jawab Shanum membalas tatapan suaminya.
“Sekarang tidurlah! Queen juga sepertinya sangat nyenyak. Sungguh, masih bayi tapi sudah pengertian.” Kekeh Nabil melirik box bayi Baby Queen.
***
Hari berganti begitu cepat. Tanpa terasa penikahan Andra dan Kayla tiga minggu lagi akan digelar. Tentunya proses pernikahan sepasang kekasih itu tetap akan merepotkan sahabatnya yaitu Nabil dan Shanum. Tapi baik Nabil maupun Shanum sama sekali tidak keberatan. Justru mereka sangat senang ikut terlibat dalam acara pernikahan Andra Kayla.
__ADS_1
“Mas, nanti aku akan mengantar Kayla ambil baju di butik. Mungkin nggak sampai lama. Queen aku titipkan sebetar pada Bi Murti.” Ucap Shanum saat sedang melayani suaminya di meja makan.
“Iya, Sayang. Tunggu Kayla yang jemput ke sini, karena nanti sopirnya aku suruh antar aku ke luar. Aku hari ini sangat sibuk meninjau proyek baru. Kamu nggak apa-apa kan?”
Nabil memang belum mengijinkan istrinya nyetir mobil sendiri. Meskipun di rumah ada dua mobil, tetap saja kalau Shanum ingin pergi kemana-mana harus diantar oleh sopir.
“Nggak apa-apa. Ya sudah nanti aku hubungi Kayla biar jemput aku dulu.”
Kini Nabil sedang dalam perjalanan menuju proyek pembangunan mall dimana dia bekerjasama dengan Vincent. Jarak proyek itu dari kantor Nabil tidak jauh, tapi membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit perjalanan.
Ting
“Selamat pagi, Tuan Nabil! mohon maaf hari ini saya tidak bisa ikut kunjungan ke proyek kita. Saya ada urusan mendadak dan tidak bisa ditinggalkan. Nanti ada asisten saya yang hadir di sana. Terima kasih”
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
Eh, berguna nggak sih tisunya?😂😂 Berarti bab selanjutnya yg butuh tisu😂
__ADS_1
Besok author libur up ya guys, jangan ditungguin! 🤗😚