
Usai berkata seperti itu pada Andra, Shanum langsung beranjak meninggalkan Andra. Sepertinya memang tidak penting untuk berurusan dengan pria itu. yang ada semakin membuat hatinya kembali terusik.
Sedangkan Andra yang masih diam di posisinya, ia menatap nanar Shanum yang berjalan semakin jauh. Ia tidak menyangka kalau Nabil sampai berbuat seperti itu pada sepupunya sendiri. Namun Andra tidak putus asa untuk terus meminta maaf pada Shanum. Sampai saat ini dirinya juga masih dibayangi perasaan bersalah atas ulahnya waktu itu.
***
Malam ini Nabil sedang duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Beberapa jam yang lalu ia baru saja pulang dari kediaman Dedy bersama kedua orang tuanya. Lebih tepatnya membahas masalah hubungannya dengan Nila.
Nabil sama sekali tidak tahu menahu kalau dulunya sang Papa pernah berhutang budi pada Dedy. Hingga suatu ketika Dedy menginginkan untuk menjodohkan Nabil dengan Nila. Hanya saja saat itu Barra belum mengiyakan karena tidak ingin memaksakan kehendak Nabil. Padahal Barra lebih mengharapkan kalau Nabil dengan Shanum. Tapi sayangnya anaknya itu sangat sulit untuk memnentukan pilihan hatinya. Hingga akhirnya Barra mengambil keputusan untuk menikhakan Nabil dengan Nila saja.
Nabil tengah berpikir keras saat ini. bagaimana kalau seandainya ia mengaku telah membuat skandal dengan Shanum. Tentu saja kedua orang tuanya pasti sangat marah. Apalagi sudah membuat Shanum sakit hati. Pasti wanita itu juga tidak ingin lagi bertemu dengannya.
Nabil benar-benar bingung dengan perasaannya. Di satu sisi dia ingin sekali bertemu dengan Shanum, tapi itu sangat mustahil.
Kedua orang tua Nabil dan Nila juga telah sepakat untuk mengadakan pertuanangannya minggu depan. Padahal sebelumnya Nabil sudah mengajukan keberatannya untuk tidak terlalu cepat mengadakan pesta pertunangan. Tapi sayangnya sang Papa sudah tidak menerima alasan apapun lagi. bagi Barra, kesempatan yang sudah banyak diberikan pada putranya itu terlalu banyak. Jadi Barra berharap dengan begitu Nabil bisa belajar untuk membuka hatinya pada Nila.
***
Nabil menyerahkan semua persiapan pertunangannya pada Mamanya. Dia benar-benar malas. Bahkan dia selalu menolak ajakan Nila yang sekadar ingin pergi makan atau jalan-jalan.
Tanpa terasa hari pertunangan Nabil dan Nila tiba. Meskipun acaranya digelar secara sederhana, dengan mengundang semua keluarga besar, tetap saja acara itu diadakan di sebuah hotel berbintang. Bahkan Naya dan suaminya berseta kedua orang tuanya juga ikut hadir di sana.
__ADS_1
Nabil yang sudah terlihat sangat rapi dan tampan dalam balutan kemeja berwarna navy datang mendekati Naya yang sedang menggendong bocah kecil yang sangat tampan.
“Selamat ya, Kak!” ucap Naya pada kakak sepupunya.
Nabil hanya mengangguk saja tanpa tersenyum. Justru ia semakin asyik mengoda keponakannya.
“Aku kira Kak Nabil bakal bertunangan dengan Shanum.” Celetuk Naya dengan suara sarat akan kekecewaan.
“Kamu ini ada-ada saja sih, Nay. Aku dan Shanum itu sama seperti aku dan kamu. Kita sepupu. Tidak mungkin lah.” Ucap Nabil mencari pembenaran.
“Sah-sah saja sih, Kak. Lagian kalian kan sepupu jauh. Padahal saat itu aku sempat mencuri dengar pembicaraan Ayah dan Bunda yang berencana menjodohkan Shanum dengan Kak Nabil. Yaitu dengan cara mendekatkan kalian berdua dulu.” Lanjut Naya.
Nabil sangat terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin Papanya tidak memberitahukan semua ini. tapi sayangnya semua itu terlambat. Karena selain sekarang adalah hari pertunangannya, Nabil juga sangat yakin kalau Shanum pasti sangat membencinya. Nabil benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini. dia bingung dengan perasaannya.
Semua keluarga besar sudah berkumpul semua. Acara pertunangan Nabil dan Nila pun segera dimulai. Tapi sayangnya sejak tadi pikiran Nabil sedang tidak ada di sana, melainkan sedang memikirkan Shanum.
Nabil sungguh sangat menyesal telah menyakiti Shanum. Meskipun dia belum tahu bagaimana perasaannya saat ini pada Shanum, namun Nabil bertekat akan berusaha untuk menemui Shanum dan meminta maaf pada wanita itu. sebelum acar pernikahannya digelar tentunya. Biarlah untuk saat ini ia membiarkan acara pertunangan ini berjalan dengan semestinya.
Usai acara inti, kini tamu undangan diperkenankan untuk menikmati hidangan pesta. Nila yang sejak tadi berusaha menggandeng tangan Nabil, tapi sayangnya Nabil selalu mengindar.
“Bil, bagaimana kalau kita berdansa di sana?” ajak Nila memberi usul.
__ADS_1
“Aku lelah. Aku sama sekali tidak berminat.” Tolak Nabil dan segera berlalu meninggalkan Nila.
Nila tampak mengepalkan tangannya saat melihat sikap datar tunangannya. Ia tahu kalau Nabil tidak setuju dengan pertunangannya ini.
***
Sementara itu Shanum yang saat ini sedang berbaring di atas tempat tidurnya sedang sibuk berbalas pesan dengan kakak iparnya, yaitu Naya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan kakak iparnya itu, apalagi keponakanyan yang sangat menggemaskan itu.
Shanum tidak tahu kalau saat ini Naya sedang menghadiri acara pertunangan Nabil. Karena Naya sendiri juga tidak memberitahunya. Namun karena Shanum sangat merindukan keponakannya, ia tidak tahan untuk tidak melakukan panggilan video. Tapi saat Naya menerima panggilannya, Shanum bisa melihat dan mendengar suara berisik di balik sambungan teleponnya.
“Kamu lagi dimana sih, Nay?” Tanya Shanum penasaran. Apalagi keponakannya itu sedang tidak bersama Naya.
“Oh, ini… aku, itu.. aku sedang menghadiri pertunangannya Kak Nab…bil” Ucap Naya sedikit terbata, takut Shanum kecewa mendengarnya.
Benar saja, Shanum langsung mengakhiri panggilan videonya dengan Naya. Hatinya kembali sakit mengetahui kenyataan pahit itu.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️