Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 83 ~ Keadaan Ruby


__ADS_3

Kabar penangkapan oknum dokter dan perawat rumah sakit itu dengan cepat sampai di telinga Vincent. Dan itu tandanya Nabil sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya. Termasuk bahwa istrinya masih hidup.


Tentu saja Vincent tidak bisa tinggal diam. keberadaannya kini pasti tidak aman. Pria itu segera mencari cara untuk kabur dari kota ini dan membawa Shanum.


Vincent menyebar semua anak buahnya untuk memantau Nabil dan orang-orangnya yang pastinya kini sedang mencari keberadaannya. Untuk urusan Ruby, dia juga meminta anak buahnya agar tetap memberi kabar terbaru tentang adiknya itu. karena Vincent berencana jika sudah berhasil membuat Shanum benar-benar gila, ia akan membawa adiknya berobat ke luar negeri. pengobatan kejiwaan di luar negeri lebih baik dari pada di kota ini.


“Maafkan aku, Ruby! Aku janji setelah ini akan membawamu pergi jauh. Setelah aku bisa memastikan bahwa wanita yang membuatmu seperti ini menderita.” Gumamnya.


Tidak hanya itu saja. Vincent seolah bisa dengan cepat membaca apa yang akan Nabil lakukan. Dia yakin kalau Nabil sudah mengetahui maksud dan tujuannya kenapa menyekap istrinya. Jadi, Vincent juga secepatnya meminta pihak rumah sakit jiwa dimana Ruby dirawat untuk tidak mengatakan apapun tentang dirinya.


***


Nabil sungguh dibuat bingung. Perusahaannya saat ini sedang membutuhkan dirinya. Terlebih setelah pemutusan kerjasamanya dengan Vincent secara sepihak, ditambah lagi saat ini Baby Queen sedang sakit.


Akhirnya Nabil menghubungi Zaky, kakak iparnya untuk membantu mencari keberadaan isrinya. Walau awalnya Nabil tidak ingin merepotkan keluarga istrinya, namun dia tetap butuh bantuan Zaky.


Zaky dan Ayahnya, hari itu juga langsung berangkat menuju kota tempat tinggal Nabil. mereka sungguh tidak menyangka dengan kabar itu. yaitu Shanum masih hidup. Hanya saja nyawanya saat ini sedang terancam.


Nabil sudah menyusun strategi dalam pencarian istrinya bersama Zaky dan ayah mertuanya. dia juga tidak bisa mengabaikan perusahaannya begitu saja.


“Hari ini juga aku dan Ayah akan datang ke rumah sakit jiwa dimana perempuan itu dirawat. Kamu selesaikan dulu urusan kantor, jangan khawatir!” ucap Zaky berusaha membuat Nabil tenang.

__ADS_1


“Ayah, Zaky, aku janji setelah urusan perusahaan selesai, aku akan ikut mencari keberadaan istriku. maaf, aku baru mengabarkan ini semua pada kalian.” sesal Nabil.


“Kamu nggak salah. Kami tahu tujuan kamu melakukan itu.” sahut Bagas.


Setelah itu Nabil segera pergi ke kantor untuk menyelesaikan kekacauan yang dibuat oleh Vincent. Hari itu juga ia meeting dengan beberapa petinggi perusahaan untuk mencari solusi agar perusahaannya tidak sampai gulung tikar. Sementara itu Zaky dan Bagas langsung berangkat menuju rumah sakit jiwa.


Perjalanan dari rumah Nabil menuju rumah sakit jiwa membutuhkan waktu yang lumayan lama. Kurang lebih satu jam perjalanan, mereka baru sampai.


Zaky dan Bagas jelas tahu tentang sosok Ruby. Karena dulu, merekalah yang membantu Shanum mengatasi masalahnya dengan rekan modelnya itu. Zaky tahu jelas kalau adiknya sama sekali tidak bersalah. Justru Ruby yang terbukti bersalah, dan perempuan itu menyeret nama Shanum karena iri dengan prestasi Shanum. Jadilah dia harus menanggung akibatnya sendiri.


Bagas dan Zaky tidak menyangka kalau Ruby sampai gila karena kasus yang menimpanya. Dan yang lebih parah lagi, perempuan itu masih menganggap Shanum penyebab dirinya masuk penjara.


Kini Zaky dan Bagas sudah berada di rumah sakit jiwa. Mereka berdua langsung melihat keadaan Ruby.


“Iya, Tuan. Beberapa kali dia mencoba melukai pasien lain dengan memanggil nama seseorang.” Jawab perawat itu.


“Maksudnya? Siapa yang dia panggil?” tanya Zaky penasaran.


“Dia berteriak memanggil nama Shanum. Akhirnya kami sepakat mengurungnya di kamar.” jawabnya.


Zaky dan Bagas saling lirik. Ternyata benar dugaannya. Setelah itu Zaky bertanya mengenai keluarga Ruby. Siapa keluarga terdekat Ruby yang sering datang ke rumah sakit untuk menjenguk. Karena dengan begitu, Zaky bisa mengetahui keberadaan orang yang diduga telah menyekap adiknya.

__ADS_1


“Semenjak Ruby dibawa ke sini, sampai saat ini tidak ada satupun keluarganya yang datang. kami juga kesulitan mencari kontak keluarga Ruby untuk memberitahukan kabar ini.” jawabnya.


“Ya sudah, terima kasih banyak informasinya. Biar kami lihat Ruby dulu, siapa tahu dia mau saya ajak bicara.” Ucap Zaky akhirnya. Walau dalam hati ia kecewa karena tidak menemukan informasi sedikitpun tentang keluarga perempuan itu.


Perawat itu meninggalkan Zaky dan Bagas. Lalau Zaky dan Bagas mendekati kamar Ruby, dan mencoba mengajak bicara perempuan dari dari celah jendela kamarnya.


Zaky benar-benar kasihan saat melihat keadaan Ruby. Perempuan angkuh yang dulu mengelak atas kesalahan yang diperbuatnya sendiri kini menjadi perempuan gila.


“Ayah, tunggu sebentar! Zaky mau menghubungi Nabil dulu untuk memberitahu kabar ini.” ucap Zaky pada sang Ayah, lalu ia berjalan mencari tempat yang sedikit sepi.


Zaky mencari tempat yang lumayan sepi untuk menghubungi Nabil. Mungkin saja Nabil mempunyai cara lain setelah dirinya tidak mendapatkan informasi mengenai keluarga Ruby. Namun Zaky mengurungkan niatnya saat tidak sengaja mendengar seseorang sedang bicara dengan nada berbisik.


“Anda jangan khawatir, Tuan! Saya sudah melaksanakan apa yang anda perintahkan. Saat ini dua pria itu sedang melihat keadaan Ruby.”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2