Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 40 ~ Kedatangan Nila


__ADS_3

Sudah satu minggu Shanum tinggal di Villa milik Andra. Dan semenjak saat itu juga wanita itu sudah tidak lagi menjalani pemotretan. dia mengundurkan diri dari agensi yang baru saja ia naungi. Tapi dengan mundurnya Shanum dari agensi, hal itu membawa berkah tersendiri buat Kayla yang semula bukan model tetap dan masih belum kontrak, akhirnya ia menggantikan posisi Shanum.


Selama tinggal di Villa milik Andra, keadaan Shanum masih seperti biasa. Wanita itu setiap pagi selalu mengalami morning sickness. Meskipun obat dari dokter sudah diminum, tetap saja rasa mual itu tidak bisa hilang sepenuhnya.


Lalu bagaimana dengan keluarga Shanum saat ini. beberapa hari setelah tinggal di Villa, Shanum menghubungi keluarganya dengan mamakai nomor baru. Dia mengatakan kalau keadaannya baik-baik saja. Shanum melarang keluarganya untuk mencari keberadaannya, karena dia masih butuh waktu sendiri. Shanum juga meminta maaf pada kedua orang tuanya yang telah ia buat kecewa. Apalagi saat ini dirinya tengah mengandung. Jelas bagi Shanum, dia telah membuat aib di keluarganya.


Bagas dan Rosma sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. mereka tahu kalau semua itu bukan kesalahan Shanum. Rosma sudah membujuk Shanum agar mau pulang dan menjaga kehamilannya dengan baik. Bagaimanapun juga perasaan seorang ibu pasti sangat khawatir jika melihat anak perempuannya sedang tinggal seorang diri dalam posisi mengandung tanpa suami.


Saat ini Shanum sedang tergolek lemah di atas tempat tidurnya. Sudah keempat kalinya ia bolak-balik kamar mandi hanya demi mengeluarkan isi perutnya. Padahal dia belum makan apapun pagi ini. sedangkan pembantu Andra sejak tadi juga ikut cemas melihat Shanum.


“Non, apa Non sudah minum obat atau vitamin dari dokter?” tanya wanita itu.


“Obatnya sudah habis, Bi. Tinggal satu dan terakhir aku minum tadi malam.” jawab Shanum.


Shanum yang tahu kalau obat dan vitaminnya habis memilih diam saja. ia tidak ingin merepotkan Andra untuk mengantarnya ke rumah sakit ataupun membeli obat yang sama. Walaupun Shanum tahu kalau Andra pasti siap sedia mengantarnya, tapi dia tidak ingin terlalu membebani pria itu. terlepas dari niat Andra yang ingin menebus kesalahannya.


“Ya sudah, Bibi buatkan minuman hangat dulu ke dapur. Mungkin jika dicampur dnegan rempah-rempah akan membuat perut Non Shanum lebih baik.”


“Terima kasih, Bi!” jawab Shanum dengan suara lirih.


***


Nabil saat ini sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor. sepulang dari pencariannya terhadap Shanum seminggu yang lalu, Nabil lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan. Tentunya sambil menunggu kabar dari orang suruhannya yang tak kunjung memberi kabar.

__ADS_1


Sedangkan hubungannya dengan Barra sampai saat ini belum membaik. Bahkan semenjak kepulangannya, Nabil sama sekali belum bertemu Papanya. Entah Papanya sedang bepergian ke luar kota atau memang tidak ingin lagi bertemu dengannya. Mamanya juga tidak mengatakan apapun padanya. Carissa hanya memberi semangat pada anak laki-lakinya itu untuk mencari Shanum.


Cklek


Tiba-tiba saja pintu ruang kerja Nabil ada yang membukanya tanpa mengetuk terlebih dulu. Raut wajah Nabil seketika merah padam saat melihat Nila yang datang.


“Sayang, kamu pulang kok nggak bilang-bilang sih?” Nila berkata sambil mendekati tempat duduk Nabil. namun Nabil segera berdiri agar Nila tidak berbuat hal lebih.


Benar kata Nabila kalau Nila adalah wanita jadi-jadian. Di depan kedua orang tuanya Nila terlihat sangat sopan dan ramah. Namun saat seperti itu, Nila seolah menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.


“Aku sangat sibuk. Untuk apa kamu datang ke sini?” tanya Nabil dengan suara datar.


“Sayang, aku sangat merindukan kamu. Kamu ini kenapa sih, kita kan sebentar lagi akan menikah. apa kamu lupa?” Nila berbicara dengan suara sedih yang dibuat-buat.


“Duduklah!” ucap Nabil meminta Nila duduk di sofa tak jauh dari meja kerjanya.


Nila jelas sangat senang melihat perlakuan Nabil seperti itu. sudah tidak terdengar marah-marah lagi. dia pun langsung duduk manis sesuai perintah tunangannya itu.


“Nila, sebelumnya aku minta maaf. Aku ingin bicara jujur.” Ucap Nabil menjedal sejenak kalimatnya.


“Katakan saja!”


“Maaf, aku ingin hubungan kita sampai di sini saja. aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai. Dan aku tidak bisa mencintai kamu.” Ucap Nabil.

__ADS_1


Raut wajah Nila seketika berubah. Wanita itu tampak tidak terima dengan keputusan Nabil. dia merasa seperti sedang dipermainkan oleh Nabil. walau sebenarnya ia sudah tahu kalau Nabil adalah seorang playboy.


“Aku tidak terima dengan semua ini. dan aku tidak mau kamu memutuskan hubungan kita ini. akan aku buat perhitungan siapa wanita yang telah merusak hubungan kita.” Ucap Nila berapi-api.


“Dengar, Nila! Aku sudah mencoba bicara baik-baik dengan kamu. Sejak awal memang kita tidak saling mengenal. sangat aneh bukan kalau kamu bilang sangat mencintaiku? Sedangkan aku tidak sama sekali. Dan ingat, aku lebih dulu mencintai wanita lain sebelum ada kamu.” Ucap Nabil dengan suara tegas.


“Itu sama saja kamu sudah mempermainkan aku dan keluargaku. Aku akan mencari wanita itu dan membuat perhitungan dengannya.” Nila berdiri dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Nabil.


“Berani kamu melakukan itu, akan aku tunjukkan siapa diri kamu yang sesungguhnya!” Ancam Nabil menghentikan langkah Nila.


“Apa maksud kamu, hah?” Teriak Nila tidak mengerti.


“Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu bi*sekssual?”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


 


__ADS_2