Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 63 ~ Sepaket


__ADS_3

Rencana Shanum yang ingin tinggal sementara di rumah mertuanya gagal lantaran wanita itu terus mengalami mual-mual. Bahkan untuk keluar kamar saja dia sangat malas, karena tubuhnya sangat lemas.


Carissa sama sekali tidak keberatan jika harus tinggal di rumah anaknya demi menjaga menantunya. Malam harinya Nabila juga datang kesana. Saudara kembar Nabil juga ikut khawatir dengan kondisi kakak iparnya. Terlebih setelah mendapat telepon dari Nabil untuk mengatakan sesuatu pada Shanum.


“Bagaimana keadaan kamu saat ini?” Tanya Nabila yang saat ini sedang berada di kamar Shanum.


“Kamu bisa lihat sendiri, aku malas ngapa-ngain. Tapi tidur pun tidak bisa.” Keluh Shanum.


“Dasar anak kamu ini yang rewelnya kebangetan. Tahu saja kalau Papanya sedang ke luar kota. Jadi sekarang malah nyiksa Mamanya.” Seloroh Nabil ditanggapi senyuman tipis oleh Shanum.


Setelah itu Nabila menanyakan sesuatu pada Shanum mengenai wanita yang ia temui saat di bandara tadi. sebenarnya Shanum juga malas membahas hal itu, tapi dia juga sangat penasaran tentang wanita yang memanggil suaminya dengan sebutan mantan tunangan.


Nabila mengatakan kalau memang kakaknya pernah bertunangan dengan wanita yang bernama Nila. Tapi Nabil sama sekali tidak pernah mencintai wanita jadiaa-jadian itu.


“Wanita jadi-jadian?” tanya Shanum bingung.


“Iya. dia itu seperti kucing. Apa saja diembat.” Jawab Nabila tapi semakin membuat Shanum bingung.


Nabila melihat wajah bingung kakak iparnya akhirnya menceritakan siapa sosok Nila yang sebenarnya. Walaupun wanita itu sangat terobsesi dengan Nabil, tapi Nabil bukan satu-satunya pria yang diincar. Masih banyak pria dan wanita lain yang diincar oleh Nila, apalagi yang sama-sama memiliki perilaku menyimpang yaitu bissek_sual.


Shanum menutup mulutnya tak percaya. Jadi wanita yang ia temui kemarin memiliki perilaku menyimpang yaitu biss**ual. Lalu Nabila kembali meyakinkan kalau Nabil tidak akan tergoda sama sekali dengan wanita itu. perlahan rasa marah serta cemburu yang sempat membuat hati Shanum panas kini sudah teratasi.


Tak lama kemudian Nabila keluar dari kamar Shanum agar kakak iparnya itu bisa beristirahat. Dan setelah Nabila keluar, terdengar deringan ponsel Shanum. Siapa lagi yang menghubunginya kalau bukan suami tercintanya.


Nabil merasa lega saat Shanum akhirnya mengangkat panggilannya. Pria itu bisa melihat jelas wajah sayu istrinya. Namun Shanum berusaha menenangkan suaminya yang tampak cemas untuk tidak buru-buru pulang sebelum pekerjaannya selesai. Nabil juga meminta maaf atas pertemuannya yang tidak sengaja dengan Nila.


“Ya sudah, aku mau tidur dulu Mas. Sejak tadi aku sulit tidur, sekarang sudah mulai ngantuk.” Jawab Shanum jujur. Mungkinkah itu efek setelah bicara dan melihat wajah suaminya.

__ADS_1


“Baiklah, Sayang. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya agar bisa segera pulang.” jawab Nabil yang sebenarnya masih ingin bicara dan menatap wajah istrinya.


***


Selama tiga hari akhirya Cariss tinggal di rumah anaknya. karena selama tiga hari itu Shanum masih terus mengalami drama mual-mualnya setiap pagi. dan itu akan membaik jik Shanum melakukan panggilan video dengan suaminya.


“Ma, kalau Mama sibuk, Shanum tidak masalah kok jika di sini sendirian. Lagipula ada Bi Murti yang bisa menemani Shanum.” Ucap Shanum.


“Apa kamu mengusir Mama? atau kamu tidak nyaman ditemani Mama?” tanya Carissa dengan gurauan.


“Bukan. Bukan seperti itu, Ma.” Jawab Shanum merasa tak enak.


“Mama hanya bercanda. Tenang saja, Mama sama sekali tidak keberatan menemani kamu di sini. lagi pula Mama juga tidak sibuk kok. Apa kamu butuh sesuatu? Bagaimana perut kamu sekarang?”


“Ini lebih baik, Ma. Tapi Shanum ingin istirahat sebentar.” Jawab Shanum karena merasa kantuk setelah beberapa kali muntah-muntah.


***


Cup


Shanum mencoba membuka matanya saat merasakan bibirnya ada yang mengecup. Ternyata bukan mimpi. Dan seseorang yang mengusap perutnya adalah suaminya.


“Mas?” Shanum yang terkejut langsung bangun dari tidurnya dan Nabil mencegahnya.


“Kamu tidur saja kalau masih ngantuk, Sayang.”


“Kamu, pulang sejak kapan? Maaf aku tidak menyambut kepulanganmu. Apa kamu tadi meneleponku?” tanya Shanum merasa bersalah.

__ADS_1


“Sepuluh menit yang lalu. Aku memang sengaja ingin memberimu kejutan, karena pekerjaanku selesai lebih cepat. Bagaimana keadaannya? Maafkan aku membuatmu menderita.” Jawab Nabil sambil mengusap perut istrinya.


Shanum kembali merebahkan tubuhnya karena usapan lembut dari tangan suaminya membuat perutnya sangat nyaman. Dia tersenyum hangat melihat wajah tampan suaminya yang sedang menatapnya.


“Apa kamu merindukanku, hem?” Tanya Nabil dengan mendekatkan wajahnya dengan wajah Shanum.


“Tidak. Hanya saja anak kamu ini yang tidak bisa jauh dari Papanya.” Jawab Shanum dengan wajah memerah.


“Benarkah? Berarti kamu tidak merindukanku?” tanya Nabil dengan wajah pura-pura kecewa.


“Eh, bukan seperti itu. kamu tahu sendiri kan kalau aku dan anak ini sepaket. Jadi kalau dia merindukan Papanya, itu artinya,- mmmppph”


Nabil sungguh tidak bisa lagi menahan gejolak rindu dalam dadanya. Pria itu langsung membungkam mulut istrinya dengan bibirnya. menyapunya lembut menyesapnya penuh cinta. Shanum yang selama tiga hari ini merasakan kerinduan yang mendalam, ia memberanikan diri untuk membalas ciuman suaminya yang sedikit lebih nakal dari biasanya.


“Tiga hari tidak bertemu, kamu semakin nakal, Sayang!” ucap Nabil melepas sejenak tautan bibirnya.


Pria itu tidak mengenal kata lelah. Meskipun baru saja pulang, untuk urusan yang satu ini tidak bisa ditunda lagi sepertinya. Akhirnya dia menaiki ranjang dan mengungkung tubuh Shanum dengan posesif.


Tok tok tok (Paket😂😂✌)


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2