Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 18 ~ Menghindari


__ADS_3

Shanum hanya membaca pesan yang dikirim oleh Naya tanpa berniat untuk membalasnya. Setelah itu ia meletakkan ponselnya di atas nakas. Hatinya kembali sakit saat mengetahui kenyataan bahwa Nabil tidak benar-benar pergi untuk perjalanan bisnis. Pria itu jelas-jelas pergi untuk menghindarinya.


Sebenarnya Shanum juga cukup dekat dengan Naya. Bahkan ia dulu juga pernah mengatakan kalau ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Nabil. Tapi, untuk menceritakan kejadian yang ia lakukan dengan Nabil, sepertinya Shanum juga tidak siap dan juga tidak sanggup.


Shanum memejamkan matanya. meskipun ia tidak bisa tidur karena hatinya masih terlalu sakit dengan sikap dan perbuatan Nabil, tapi badannya hari ini sungguh lelah.


***


Sudah seminggu ini Shanum bekerja tanpa Nabil. Kenapa selama itu Nabil menghindarinya. Apa lebih baik dia pergi saja meninggalkan Nabil dan tidak lagi bekerja dengannya. Tapi sayangnya hati Shanum sangat berat. Jujur saja ada rasa rindu dalam hati Shanum saat seminggu tak melihat wajah Nabil. Biarkan orang mengatakan dirinya bodoh. Sudah disakiti tapi masih merindukan. Karena kenyataannya memang seperti itu.


Tidak ingin larut dalam kesedihannya, Shanum kembali melanjutkan pekerjaannya. Selama kepergian Nabil, keberadaan Kevin juga cukup menghiburnya. Pria itu juga mengajarkan ilmu bisnis di saat ada kesempatan luang. Tak jarang mereka sering menghabiskan waktunya bersama usai pulang kantor.


Sementara itu saat ini Nabil sedang berada di rumah eyangnya. Sudah seminggu ini dia singgah di rumah eyangnya yang cukup megah itu. jika ditanya oleh Eyang Alana, Nabil selalu menjawab ingin berlibur sekaligus merindukan sang eyang.


“Apa Papa dan Mama kamu tahu kalau kamu kesini, Bil?” tanya Eyang Alana.


“Tidak. Tahu juga tidak masalah. Papa juga pasti paham kalau aku ingin berlibur. Apalagi sudah lama tidak menjenguk Eyang.” Jawab Nabil dengan santai.


Namun Eyang Alana sama sekali tidak percaya dengan alasan cucunya itu. ini juga pertama kalinya Nabil menghabiskan waktu cukup lama di rumah eyangnya. Pasti Nabil sedang memiliki masalah dan sengaja memilih menghindar daripada menyelesaikannya.


Entah masalah apa yang sedang dialami oleh cucunya itu, Eyang Alana tidak ingin bertanya secara langsung. kalau masalah wanita, semua keluarganya cukup tahu kalau Nabil gemar sekali terlibat skandal dengan beberapa wanita cantik. Dan Nabil juga pandai mengatasinya. Jadi tidak mungkin jika saat ini masalah yang dihadapi oleh Nabil adalah tentang wanita.

__ADS_1


“Eyang sangat merindukan Nabila. Bagaimana kabarnya? Setelah dia menikah, dia sudah jarang main kesini. Hanya Zaky dan Naya yang sesekali main kesini kalau kebetulan sedang berkunjung ke rumah orang tuanya.” Keluh Eyang Alana yang merindukan saudara kembar Nabil.


“Ya begitulah, Yang. Nabila sudah diperbudak oleh cinta, jadinya dia lupa segalanya. Termasuk Eyang. Nggak seperti aku yang masih setia berkunjung ke rumah Eyang.” Jawab Nabil dengan sombong.


“Justru Eyang sangat senang. Itu tandanya Nabila dan suaminya saling mencintai. jangan bilang diperbudak cinta, kalau kamu sendiri belum mengalaminya. Makanya buruan menikah. usia kamu itu sudah tidak muda lagi. bagaimana kalau Eyang pergi sebelum melihat cucu Eyang yang satu ini menikah.”


Ucapan Eyang Alana cukup menohok dan menyentil hati Nabil. Sepertinya ia telah salah berbicara, karena ujung-ujungnya tetap memojokkan dirinya.


“Nabil masih mau menikmati kebebasan, Eyang. Ya sudah, Nabil mau masuk ke kamar dulu.” Pungkasnya sengaja menghindari pembicaraan Eyangnya yang semakin jauh mengenai pernikahan.


Nabil masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Pria itu mengecek ponselnya ingin tahu laporan apa saja yang diberikan oleh Kevin hari ini tentang urusan kantor. dan Kevin mengatakannya kalau keadaan kantor cukup aman dan terkendali.


Namun Nabil kurang puas dengan jawaban Kevin tanpa berbicara langsung. akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi sekretarisnya itu. tapi saat panggilannya tersambung dengan Kevin, dia mendengar suara berisik seperti sedang di keramaian jalanan. Lalu samar-sama Nabil mendengar suara perempuan yang sangat ia kenali.


“…..”


“Oh, ya sudah. Nanti kalau kamu sudah pulang, aku akan menghubungimu lagi.”


“…..”


Nabil menggenggam kuat ponselonya saat dengan jelas ia mendengar suara Shanum bicara dengan Kevin. Sepertinya mereka berdua sedang dalam mobil hendak pergi ke suatu tempat. Lalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun Nabil langsung menutup panggilannya.

__ADS_1


“Rupanya selama kepergiaku kamu justru asyik-asyikan dengan Kevin.” Gumam Nabil dengan kesal.


Entah kenapa hati Nabil menjadi kacau saat mengetahui kenyataan kalau Shanum dekat dengan Kevin. Padahal sebelum dia memutuskan pergi menghidari perempuan itu, Nabil bisa melihat kalau Shanum tidak baik-baik saja terlebih setelah kejadian malam itu.


Argghhhh!!!!!


Teriak Nabil frustasi. Kenapa hatinya jadi seperti ini. awalnya dia sangat merasa bersalah pada Shanum, tapi sekarang melihat Shanum dekat dengan Kevin, dia sangat marah dan tidak terima. Bukankah dirinya juga sudah menolak Shanum dan tidak mau terikat hubungan pada siapapun.


“Sialann! Sepertinya aku harus pulang secepatnya.” Umpat Nabil.


Di saat hatinya sedang kesal dengan Shanum, tiba-tiba potongan kejadian malam itu kembali melintas dalam benak Nabil. Jujur saja dia sangat merindukan untuk bisa menyentuh tubuh Shanum lagi.


“Tidak! Aku tidak boleh seperti ini terus!” tolaknya dengan mengacak rambutnya kasar.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2