Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 52 ~ Pura-Pura Tidur


__ADS_3

Hari ini rumah Bagas tampak sangat ramai, karena akan berlangsungnya acara pernikahan antara Nabil dan Shanum. Sesuai kesepakatan kedua belah pihak, acara tersebut digelar di kediaman Bagas.


Acara itu bahkan bukan seperti acara pernikahan. Melainkan seperti acara reuni keluarga. Bagaimana tidak, karena Bagas sendiri masih mempunyai ikatan tali persaudaraan dengan Barra. Meskipun sepupu tiri. Jadi, semua orang yang hadir dalam acara pernikahan itu sudah saling mengenal.


Namun salah satu teman Nabil dan Shanum juga ikut hadir dalam acara tersebut. Yakni Andra dan Kayla. Keduanya sangat bahagia akhirnya temannya melangsungkan acara pernikahan. Andra yang paling merasa bersalah akibat kejadian itu kini sudah lega, akhirnya usahanya mendekatkan Nabil dan Shanum berhasil.


Saat ini Shanum masih berada di kamarnya. Wanita itu tampak gugup seperti halnya calon pengantin pada umumnnya.


Tak lama kemudian calon mempelai pengantin sudah duduk bersanding untuk segera melakukan prosesi sakral pernikahan. Semua orang yang hadir dalam acara tersebut sangat bersyukur bahagia setelah mendengar kata sah kalau Nabil dan Shanum resmi menyandang gelar barunya yaitu, suami istri.


Dengan canggung Shanum meraih tangan Nabil untuk menciumnya dengan takzim setelah keduanya saling menyematkan cincin pernikahan. Begitu juga dengan Nabil yang sangat gugup saat mendaratkan kecupan di kening istrinya.


Setelah acara sakral yang cukup menegangkan bagi Nabil dan Shanum itu, kini acara selanjutnya adalah ramah tamah. Semua tamu undangan yang berisi anggota keluarga masing-masing kini sedang menikmati jamuan pesta sederhana yang sudah disiapkan oleh keluarga Bagas.


Sedangkan Shanum sendiri memilih duduk tak jauh dari keluarganya yang sedang berkumpul saat ini.


“Ini, minumlah! Kamu sejak tadi belum minum.” Ucap Nabil tiba-tiba sambil menyodorkan segelas minuman pada istrinya.


Shanum yang terkejut tak lantas menerima gelas itu.


“Apa kamu mau minum jus mangga lagi?” tanya Nabil.


“Tidak. Terima kasih.” Jawab Shanum dan langsung meraih gelas itu dan meminumnya.

__ADS_1


“Apa kamu mau makan kue? Biar aku ambilkan.” Tawar Nabil dan dijawab gelengan kepala oleh Shanum.


Setelah itu Nabil ikut duduk di samping istrinya. Meskipun tak jauh dari mereka tampak anggota keluarga yang lain sedang bersantai, namun tetap saja keduanya masih merasa canggung. Khususnya Shanum. Bahkan Nabila sampai menggoda sepasang pengantin baru yang terlihat sama-sama canggung itu.


“Ciee… sekarang sudah sah nih. Selamat ya Num, sekali lagi.” ucap Nabil dengan tulus.


“Iya, terima kasih.”


“Heh, Bil! Dia itu kakak ipar kamu. Jangan seenaknya sendiri kalau manggil.” Protes Nabil tak terima.


Nabila menggaruk kepalanya. Benar yang dikatakan oleh Nabil, saudara kembarnya. Meskipun usianya jauh di atas Shanum, tapi tetap saja Shanum adalah istri dari kakaknya. Otomatis Shanum adalah kakak iparnya.


Setelah itu sepasang suami istri yang paling fenomenal juga mendekati Nabil dan Shanum. Siapa lagi kalau bukan pasangan Naya dan Zaky. mereka berdua datang bersama anak mereka yang sangat lucu dan menggemaskan. Bahkan Shanum tidak tahan untuk tidak menggendong Dio, keponakannya yang masih berusia sekitar satu setengah tahun itu.


“Sudah, jangan lama-lama gendong Dio. Kamu kan juga sedang hamil.” Ucap Zaky mengambil Dio dari tangan Shanum.


Acara pernikahan Nabil dan Shanum itu berlangsung cukup meriah, meskipun seperti acara reuni keluarga. Satu per satu anggota keluarga pulang. sebagian keluarga Bagas dan Barra yang datang dari luar kota memilih kembali ke hotel tempat mereka menginap. Begitu juga dnegan kedua orang tua Nabil dan juga adiknya.


Kini di rumah Bagas sudah tampak sepi. Tersisa Nabil, anggota keluarga baru sebagai menantu Bagas.


Shanum sudah masuk ke kamarnya sejak tadi, karena wanita itu merasa lelah dan ingin istirahat terlebih dulu. Sedangkan Nabil masih duduk di ruang tengah seorang diri sambil memainkan gadgetnya. Entah dia sedang berbalas pesan dengan siapa, karena raut wajahnya tampak sangat serius.


“Lebih baik istirahat dulu, Bil. Pasti kamu juga sangat lelah.” Ucap Rosma yang tiba-tiba saja masuk ke ruang tengah.

__ADS_1


“Ehm, iya, Tan, eh Bunda.” Jawab Nabil dengan canggung.


Rosma tersenyum menanggapi kecanggungan Nabil. setelah itu Nabil segera beranjak masuk ke kamar. lebih tepatnya kamar Shanum yang akan menjadi kamarnya juga.


Cklek


Nabil membuka pintu kamar dengan hati-hati. Rupanya Shanum sedang tidur dengan posisi membelakangi. Pria itu merasa sedikit lega mengetahui istrinya sedang tidur. Jadi dia tidak harus bingung mengatakan apa saat bertatap muka dengan Shanum.


Nabil mengambil bajunya yang ada di dalam koper. Setelah itu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dulu sebelum istirahat.


Sedangkan Shanum yang sejak tadi pura-pura tidur, jantungnya berdegup tak beraturan saat mendengar langkah kaki suaminya memasuki kamar. dan kini dia bingung, bagaimana kalau setelah ini Nabil ikut tidur di raanjang yang sama.


.


.


.


*TBC


Happy wedding😅😅


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2