Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 23 ~ Tidak Aktif


__ADS_3

Setelah kejaadian tadi sore, Nabil tidak kembali lagi ke kantor. dia masih tidak menyangka akan berbuat khilaf lagi pada Shanum. Tapi yang membuat Nabil semakin tidak percaya lagi adalah ungkapan perasaan Shanum padanya.


Sebelumnya Nabil sudah mendengar cerita dari Naya mengenai Shanum yang diam-diam sudah mencintainya. Namun saat itu Nabil tidak menggubris ucapan sepupunya itu. bagaimana bisa percaya kalau selama ini saja Nabil tidak pernah mengenal yang namanya cinta. Yang dia tahu kalau ada wanita berani mengungkapkan perasaannya, itu sama seperti kebanyakan wanita yang telah menjadi teman kencannya. Ujung-ujungnya bukan hanya cinta, melainkan napsu dan menginginkan uangnya.


Dan sore tadi, Nabil sungguh terkejut atas keberanian Shanum yang mengungkapkan perasaannya. Tapi kenapa hal itu membuat dirinya marah. Nabil benar-benar tidak mengerti dengan kondisi hatinya sekarang.


Sampai malam menjemput, Nabil belum juga pulang. seperti biasa, pria itu akan pergi ke Club langganannya untuk menghilangkan penat dan melupakan masalahnya dengan Shanum.


Saat Nabil baru saja memasuki ruangan vvip yang menjadi tempat langganannya di Club itu, tak lama kemudian dua temannya ikut masuk, yaitu Lucky dan Dave.


Kedua teman Nabil itu hanya memesan minuman tanpa meminta bantuan wanita pekerja Club. Karena Dave dan Lucky ingin bicara baik-baik dengan Nabil mengenai Andra.


“Apa kabar kamu, Bil?” tanya Lucky.


“Seperti yang kamu lihat.” Jawab Nabil dengan tatapan kosong sambil meneguk minumannya.


“Bil, sorry kalau kita ikut campur masalah kamu. Kita berempat bukankah sudah lama berteman. Kita juga berharap hubungan pertemanan kita tetap awet sampai nanti.” Ucap Dave.


“Betul yang dikatakan oleh Dave. Tolong maafkan perbuatan Andra.” Lanjut Lucky.


Selama Andra diketahui telah menjebak Shanum dengan memberinya obat peranggsang dan berakhir dengan Nabil melakukan hubungan badan dengan Shanum, semenjak saat itu Nabil sudah tidak lagi berhubungan dengan Andra. Bahkan saking marahnya, Nabil sampai membuat Andra dipindahkan oleh Papanya sendiri dari perusahaan. Entah apa yang dilakukan oleh Nabil, sampai-sampai Papa Andra sangat marah. Dan menurut Nabil itu balasan yang cukup buat Andra atas kelancangannya.


Nabil sama sekali tidak menanggapi ucapan dua temannya. Dia benar-benar masih memikirkan ucapan Shanum tadi sore. Sedangkan Dave dan Lucky hanya menggelengkan kepalanya dan saling lirik.

__ADS_1


Kedua teman Nabil akhirnya memilih pulang terlebih dulu. Karena sejak tadi Nabil mengacuhkannya. Nabil juga tidak biacara apapun lagi setelah mendengar Dave dan Lucky membahas Andra.


Sampai pukul satu dini hari Nabil baru keluar dari Club. Beruntungnya kali ini dia tidak mabuk. Jadi ia masih bisa mengemudikan mobilnya.


Beberapa saat kemudian Nabil sudah tiba di rumahnya. Pria itu keluar dari mobil dan melirik sekilas rumah yang bersebelahan dengan rumahnya. Yaitu rumah yang ditempati Shanum.


Rumah Shanum tampak sangat gelap. Berbeda dari biasanya. Ingin rasanya Nabil berbelok dan masuk ke dalam rumah Shanum. Tapi langkah kakinya sungguh berat. Akhirnya ia masuk ke rumahnya sendiri untuk segera beristirahat.


***


Keesokan harinya Nabil sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. sejenak ia melupakan kejadian kemarin bersama Shanum. Hari ini tentunya ia akan bertemu Shanum lagi tapi dalam keadaan yang berbeda. Entah wanita itu akan mengajukan surat pengunduran dirinya atau tidak. Tapi Nabil juga ingin tahu bagaimana reaksi Shanum setelah ia memberikan pilihan.


Nabil melihat rumah Shanum masih sangat sepi. Padahal biasanya juga seperti itu. tapi rasanya ada yang berbeda dari rumah Shanum mulai malam tadi hingga pagi ini.


Sesampainya di kantor, Nabil memasuki ruangannya. Di meja kerja Shanum masih kosong. Bahkan beberapa pekerjaan Shanum kemarin masih berserakan di atas meja. Pikiran buruk pun menghampiri Nabil. Setelah itu Nabil keluar lagi dari ruangannya untuk menanyakan Shanum pada Kevin.


“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanya Kevin dengan heran.


“Apa Shanum sudah berangkat ke kantor? kemana dia?” tanya Nabil to do point.


“Saya juga tidak tahu, Tuan. Sejak tadi juga belum melihat dia sama sekali. Coba saya hubungi dulu.” Jawab Kevin lalu mencari ponselnya.


“Tidak perlu!” cegah Nabil, lalu dia segera keluar dari ruangan Kevin.

__ADS_1


Nabil kembali lagi ke ruangannya. Ia menghubungi pembantu di rumahnya yang pastinya belum pulang, karena masih bersih-bersih. Nabil menanyakan keberadaan Shanum, tapi sayangnya pembantunya juga menjawab tidak tahu. Lalu Nabil memintanya agar masuk ke rumah Shanum.


Betapa terkejutnya Nabil saat mendapat jawaban kalau rumah Shanum sangat sepi. Tidak ada siapa-siapa di sana. Apalagi baju-baju di lemari Shanum juga tidak ada.


Argghhhhh!!!!!


Nabil berteriak kesal setelah mengetahui fakta kalau Shanum memilih pergi ketimbang membuat surat pengunduran diri. Tapi bukan itu sebenarnya yang diharapkan oleh Nabil.


“Berani-beraninya kamu pergi begitu saja, Shanum!!!” Teriak Nabil frustasi.


Menyesal. Apakah benar saat ini Nabil menyesali perbuatannya yang telah dilakukan pada Shanum. Entahlah. Tapi yang pasti Nabil tidak terima dengan kepergian Shanum yang seenaknya sendiri tanpa pamit. Mau mencarinya dan meminta Shanum kembali pun Nabil masih bingung. Dengan alasan apa ia meminta Shanum kembali. Sungguh tidak ada inisiatif sama sekali di hati Nabil untuk meminta maaf pada Shanum atas perbuatannya.


“Atau mungkin dia hanya pergi sebentar dan masih berada di kota ini?” batin Nabil menerka-nerka.


Akhirnya ia mencoba menghubungi Shanum untuk berbasa-basi dan menanyakan keberadaannya saat ini. Dan sekali lagi, Nabil harus mendapatkan kekecewaannya, karena ponsel Shanum tidak aktif.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2