
Sepanjang perjalanan menuju kantor, Nabil tak henti-hentinya mengulas senyum. Apalagi saat ini dia sedang memegangi bibirnya dimana beberapa waktu yang lalu sang istri berhasil mencuri ciumannya.
Lagi-lagi, tanpa Nabil sadari ada sebuah mobil yang mengikutinya. Nabil sama sekali tidak menaruh curiga pada mobil yang sedang melaju di belakangnya. Apalagi kondisi jalanan yang ramai. Namun saat mobil Nabil memasuki gedung perkantorannya, mobil itu tidak ikut masuk ataupun berhenti. Tapi terus melaju meninggalkan kawasan perkantoran milik Barra.
Nabil memasuki kantor sambil mengulas senyum pada beberapa karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya. sudah menjadi hal biasa bagi mereka dengan melihat sikap Nabil yang hangat seperti itu. karena semenjak menikah dengan Shanum, Nabil memang terkenal ramah dengan semua karyawan Papanya. Bahkan kebiasaan buruknya dulu yang sering nongkrong di Club malam sudah benar-benar ia hapus dalam kamus hidupnya semenjak menemukan tambatan hatinya.
“Bil, Nanti kamu gantikan Papa meeting dengan klien baru kita.” Ucap Barra tiba-tiba saat Nabil hendak memasuki ruangannya.
“Baiklah, Pa. jam berapa?”
“Sekitar jam sebelas siang. Ya sudah, Papa pergi dulu. Papa hari ini ada meeting di luar.” Jawab Barra dan langsung pergi meninggalkan Nabil.
Nabil teringat kalau tadi ia sudah berpesan pada istrinya untuk dibawakan bekal makan siang. Namun nanti dia ada jadwal meeting jam sebelas. Otomatis ia akan makan siang bersama dengan kliennya itu. tapi Nabil juga tidak mungkin membatalkan janjinya dengan Shanum.
Beruntungnya meetingnya nanti diadakan di kantor. jadi Nabil masih bisa menikmati bekal buatan istrinya saat menemani kliennya makan siang.
Pukul setengah sebelas siang Nabil sudah bersiap menuju ruang meeting. Dia sedikit buru-buru karena ternyata kliennya sudah datang lebih awal. Meskipun meetingnya masih setengah jam lagi, sangat tidak sopan jika Nabil tidak menyambut klien barunya itu.
“Al, nanti kalau istriku datang, kamu suruh masuk saja dan katakan kalau aku masih meeting.” Ucap Nabil pada Alan, sekretarisnya.
“Baik, Tuan.”
Kini Nabil memasuki ruangan meeting. Dia akan meeting sendiri tanpa didampingi oleh asistennya. Sementara kliennya itu hadir bersama seorang asisten.
“Selamat siang, Tuan! Maaf membuat anda menunggu lama.” Sapa Nabil pada sosok pria yang sedang berdiri di tepi jendela.
__ADS_1
“Ah, tidak masalah Tuan Nabil.” Jawab pria itu setelah berbalik badan.
“Andra???”
Nabil benar-benar terkejut saat melihat teman lamanya berdiri di ruang meeting kantornya. Yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah Andra yang menjadi kliennya. Tapi kenapa Papanya tidak bilang apa-apa. Atau Papanya sengaja memberikan kejutan ini.
Andra menyambutnya dengan senyuman. Setelah itu keduanya berjalan mendekat dan saling memeluk.
“Apa kabar kamu calon Papa Muda?” tanya Andra setelah pelukan mereka terlepas.
“Aku sangat baik. Kenapa kamu bisa ada di sini dan menjadi klien Papaku? Apa kamu sengaja merencanakan ini semua, hem? Bagaimana kabar kamu? Bagaimana bisa kamu ada di kota ini? wah, sepertinya kamu tidak bisa jauh-jauh dariku.” Cerocos Nabil panjang lebar.
Andra hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka kalau sudah lama tidak berjumpa dengan Nabil, pria itu semakin banyak bicara.
Andra akhirnya menjelaskan smeuanya pada Nabil. dia sengaja datang lebih awal memang untuk berjaga-jaga menjawab pertanyaan Nabil yang sebanyak itu.
“Wah, aku tidak menyangka kita akhirnya bisa bertemu lagi.” ucap Nabil dengan senyum bahagianya. Begitu juga dengan Andra.
Setelah itu tatapan Nabil tertuju pada jari manis Andra yang terdapat sebuah cincin. Dia sangat yakin kalau itu adalah cincin pertunangan. Atau bisa jadi Andra sudah menikah.
“Apa-apaan ini, hah? Kamu sama sekali tidak membagi kabar bahagia kamu denganku.” Protes Nabil sambil mengangkat tangan Andra dimana di jarinya terselip sebuah cincin.
“Aku masih bertunangan.” Jawab Andra singkat.
“Wah, laku juga ternyata temanku yang satu ini.” ledek Nabil dan berhasil membuat Andra cemberut.
__ADS_1
Akhirnya Nabil dan Andra menjeda dulu kerinduan mereka, karena waktu meeting sudah tiba. Keduanya tampak sangat serius saat asisten Andra mempresentasikan proposal yang diajukan oleh perusahaan milik Andra. Meskipun Nabil langsung menyetujui kerjasama itu, tetap saja ia harus bekerja secara professional dengan menyimak penjelasan asisten Andra.
Cukup lama Nabil meeting dengan Andra. Hingga jam makan siang tiba, mereka belum selesai juga. jadi mereka istirahat sejenak untuk makan siang terlebih dulu, sebelum kembali melanjutkan meetingnya.
Nabil meminta OB untuk menyiapkan makan siang Andra dengan asistennya. Tapi tidak dengan dirinya, karena saat ini Nabil sedang memanggil sang istri yang sedang menunggu di ruangannya untuk diajak bergabung bersama Andra sekalian.
Shanum juga sama terkejutnya saat bertemu dengan Andra. Andra menyapa hangat Shanum yang menurutnya terlihat lebih bahagia dari sebelumnya.
“Sayang, apa kamu tahu kalau pria baj***an yang pernah menjebak kita ini juga akan menikah.” ucap Nabil memberitahu istrinya.
Andra tampak kesal saat disebut baj***an oleh Nabil. tapi itu hanya sementara, karena ia tahu kalau Nabil hanya bercanda.
“Oh ya? Benarkah? Selamat ya Kak Andra!” ucap Shanum dengan ramah sambil mengulurkan tangannya.
“Sekarang, kasih tahu aku, Ndra! Siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati kamu?” tanya Nabil yang sejak tadi membuatnya penasaran.
“Jangan bilang kalau wanita itu adalah Kayla?” tebak Shanum tepat sasaran. Dan dijawab anggukan sama oleh Andra.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!