
Sudah hampir satu bulan seorang wanita sedang terkurung dalam sebuah ruangan yang sangat gelap tanpa ada ventilasi sedikitpun. Wanita yang penampilannya tidak baik-baik saja itu berusaha menguatkan jiwa dan raganya selama terkurung di ruangan itu. apalagi sejak tahu niat si pria yang menyekapnya lantaran ingin membuatnya merasakan apa yang dirasakan oleh adik pria itu.
Ya, rencana Vincent berjalan dengan mulus tanpa ada kendala sedikitpun. Mulai dari rencana rekayasa kecelakaan Shanum, sampai penyekapan wanita itu.
Vincent sejak awal sudah mengintai Shanum. Dia menunggu sampai wanita itu keluar rumah tanpa suaminya. dan hari itu juga akhirnya tiba. Sebelumnya dia sudah bekerjasama dengan pihak rumah sakit. Tentu saja dengan uang, semua berjalan dengan lancar. Termasuk rekayasa kecelakaan yang dibuat seolah murni kecelakaan tunggal.
Untuk jenazah Shanum, Vincent sudah meminta salah satu oknum perawat untuk mencari jenazah yang memiliki postur tubuh mirip dengan Shanum. Lalu tinggal dimake-up menyerupai wajah Shanum.
Selama Shanum disekap oleh Vincent, dia hanya diberi makan sekali sehari. Bahkan saat awal penyekapan dulu kondisi Shanum benar-benar tidak baik. Mengingat wanita itu sedang menyusui, alhasil sangat berdampak pada fisik dan psiskisnya.,
Shanum tidak menyangka kalau Vincent yang pernah ia temui secara tidak sengaja dan tampak mencurigakan ternyata sedang mengincar dirinya. Yang membuat dia semakin terkejut ternyata Vincent adalah kakak dari Ruby. Rekan modelnya dulu yang pernah terseret kasus video asusila.
Sebenarnya Shanum saat itu masih tidak mengerti kenapa hanya dengan alasan itu Vincent sampai menyekapnya. Namun saat dia melihat sebuah video yang menunjukkan Ruby sedang berada di rumah sakit jiwa dan selalu memanggil-manggil namanya, ternyata itu alasan Vincent. Pria itu ingin membuat nasibnya sama dengan Ruby.
Setiap hari Shanum terus berusaha mengontrol emosinya. Apalagi kondisinya saat ini masih memiliki seorang bayi. Tentu saja akan sangat mudah bagi Vincent menghancurkan perasaannya dengan memisahkan dirinya dengan Queen.
Meskipun berjauhan dengan Queen, Shanum berusaha kuat dan tegar. Dia yakin kalau suaminya tidak akan tinggal diam. meskipun sampai saat ini Shanum belum mendapatkan tanda-tanda pertolongan dari sang suami.
Cklek
Shanum terperanjat saat tiba-tiba ada seseorang masuk ke ruangan yang gelap gulita itu. dari cahaya siluet yang terpancar dia tahu kalau pria itu adalah Vincent.
__ADS_1
“Hai Nona cantik! Bagaimana kabarmu hari ini?” tanya Vincent mendekati Shanum yang sedang duduk meringkuk di sudut ruangan.
Shanum masih diam. bukankah pria itu menginginkan dirinya menjadi gila seperti Ruby. Akhirnya Shanum berusaha untuk membuat Vincent yakin kalau kondisi kejiwaannya tidak baik-baik saja.
Karena tidak mendapat jawaban dari Shanum, Vincent menarik paksa rambut Shanum ke belakang, hingga reflek Shanum mendongak ke atas dan menahan sakit.
Vincent memang tidak bisa melihat dengan jelas wajah Shanum. Namun dari gestur tubuh wanita itu dia sangat yakin kalau keadaan Shanum semakin memburuk.
“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan suami dan keluarga kamu. Setelah rekayasa kematian kamu sukses aku lakukan, kini perusahaannya akan bangkrut.” Ucap Vincent dengan tersenyum sinis.
Brukkk
“Wow, aku sudah berhasil membuatnya gila.” Gumam Vincent dan masih bisa didengar oleh Shanum.
***
Saat ini Nabil dibantu oleh Barra dan Andra menuju rumah sakit dimana Shanum mendapat pertolongan saat kecelakaan dulu. Mereka bertiga datang bersama dengan pihak kepolisian untuk menangkap beberapa oknum perawat dan dokter yang ikut terlibat kasus rekayasa kematian Shanum.
Proses penangkapan beberapa oknum pelaku itu berlangsung cukup rumit. Pasalnya pihak rumah sakit berusaha terus berusaha melindungi beberapa pelaku itu demi nama baik rumah sakit. Barra pun akhirnya menggunakan kekuasaannya. Begitu juga pihak kepolisian yang tidak gentar dengan penolakan petinggi rumah sakit. Hingga pada akhirnya mereka berhasil mengamankan seorang dokter dan dua orang perawat yang diduga menjadi pelaku utama.
Nabil masih menunggu hasil penyidikan polisi. Selain itu dia juga meminta seseorang untuk mencari keberadaan Vincent saat ini.
__ADS_1
“Kamu tenang saja, aku yakin Shanum adalah wanita yang kuat. Dia pasti baik-baik saja.” ucap Barra mencoba menenangkan anaknya.
“Terima kasih, Pa! jujur Nabil sangat khawatir dengan keadaan Shanum saat ini. Nabil yakin kalau pria berengsek itu akan membuat istriku gila seperti adiknya.” Ucap Nabil dengan perasaan gelisa.
Proses peyidikan itu akhirnya selesai. pelaku terbukti bersalah dan akan dijatuhi hukuman yang setimpal. Dan dari hasil introgasi, kalau Vincent lah yang menjadi pelaku utama dan membayar mahal oknum rumah sakit untuk merekayasa kematian Shanum. Kini Vincent juga sedang dalam buronan polisi.
“Lalu kemana kamu akan mencari pria itu? apa sudah mendapat informasi dari orang suruhan kamu?” tanya Barra.
“Belum ada kabar, Pa. hanya alamat tempat tinggal pria itu saja. itu pun sudah lama tidak ditempati. Sekarang Nabil akan datang langsung ke rumah sakit jiwa dimana seorang perempuan bernama Ruby dirawat di sana.” Jawab Nabil.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
Sebentar lagi tamat ya guys.. Jangan lupa dukungannya🤗🤗
__ADS_1