Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 80 ~ Terguncang


__ADS_3

Hari ini Nabil sengaja tidak pergi ke kantor. sejak semalam Baby Queen badannya demam. Carissa sudah memberikan obat penurun panas yang diresepkan oleh dokter keluarganya. Namun pagi ini bayi itu kembali demam.


“Apa nggak sebaiknya dibawa ke rumah sakit saja, Bil?” tanya Carissa.


“Jangan dulu, Ma! Biar aku gendong sebentar. Tolong Mama buatkan susunya, setelah ini aku bawa ke kamar.” jawab Nabil.


Carissa memberikan Queen pada Nabil. sementara dirinya ke dapur untuk membuatkan susu. Nabil memang merasakan suhu tubuh anaknya masih panas. Tapi tidak sepanas tadi malam. tak lama kemudian Carissa datang dengan membawa dot susu.


“Terima kasih, Ma! Biar Queen sama Nabil. Mama boleh istirahat. Semalam Mama juga kurang istirahat. Maaf, sudah merepotkan.” Ucap Nabil berusaha tegar.


Sesampainya di dalam kamar, Nabil melepas bajunya dan juga baju Queen. Dia akan menggunakan Teknik skin to skin. Mungkin itu adalah cara yang paling tepat untuk menurunkan demam Queen. Apalagi Queen adalah darah dagingnya sendiri.


Nabil sudah melepas baju bagian atas. Begitu juga dengan Queen. Kemudian ia menimang Queen, dengan mendekapnya erat. Rengekan yang sejak tadi keluar dari bibir mungil itu perlahan reda seiring dengan matanya yang hampir terpejam.


“Cepat sembuh ya, anak Papa! Cepat sembuh ya My Princess!” gumam Nabil seraya mengecupi kening Queen.


Beberapa menit kemudian bayi itu tampak terlelap dalam dekapan Papanya. Nabil pun meletakkan Queen di atas tempat tidurnya. Meletakkannya dengan hati-hati agar tidak terbangun. Setelahnya, Nabil mengambil baju mendiang istrinya untuk diselimutkan pada tubuh Queen.


“Tidurlah yang nyenyak, Sayang! Mimpikan Mama kamu!” bisik Nabil, dan ia pun ikut tidur bergabung dengan bayi mungil itu.


***


Sudah seminggu ini Andra dan Kayla menikah. namun sampai saat ini keduanya belum melakukan malam pertama seperti kebanyakan pengantin baru. Bahkan jadwal bulan madu mereka saja terpaksa ditunda. Semua itu dikarenakan kondisi kesehatan Kayla yang masih belum cukup baik. Terutama psikisnya.

__ADS_1


Ya, semenjak ucapa Kayla pada Nabil di hari pernikahannya dulu. Dimana Kayla meminta Nabil untuk melakukan autopsy terhadap jenazah Shanum, di saat itu juga Nabil langsung memutuskan pergi tanpa menjawab ucapan Kayla.


Kayla tahu kalau Nabil pasti sangat tersinggung dengan ucapannya. Tapi firasatnya memang mengatakan seperti itu. Shanum belum meninggal.


Berutungnya Andra mengajak istrinya tinggal di apartemen. Sehingga keluarga besarnya tidak mengetahui kondisi istrinya saat ini.


“Sayang, ayo makan dulu!” Andra masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan.


Andra sebenarnya ingin sekali bertemu dengan Nabil dan meminta maaf atas ucapan istrinya tempo hari. Namun sampai saat ini ia tidak tega meninggalkan Kayla sendirian. Apalagi wanita itu masih terus meracaukan nama sahabatnya.


“Mas, tolong dengarkan aku, dan percaya dengan ucapanku!” ucap Kayla dengan mata sembabnya.


Mungkin kali ini ia mencoba mendengarkan dan mempercayai ucapan istrinya. Meskipun hasilnya sama seperti sebelumnya. Ucapan istrinya tidak bisa dipercaya begitu saja.


“Sayang, kamu tahu sendiri kalau kecelakaan yang dialami Shanum termasuk kecelakaan tunggal. Dia menghindari truk besar, hingga ia banting setir dan menabrak pembatas jalan.” Andra berusaha mengingatkan kembali.


“Aku mohon sekali ini saja. tolong temui Kak Nabil. siapa tahu dia kenal dengan mobil itu.” Kayla memegang kedua bahu suaminya. matanya sarat akan tatapan penuh permohonan.


“Aku harap kamu bisa membujuk Kak Nabil untuk melakukan autopsy terhadap jenazah itu. aku yakin dia bukan Shanum. Katakan padanya, aku sendiri jaminannya.” Ucap Kayla dengan suara lantang.


Seketika itu Andra terkejut. Apa benar ucapan istrinya itu. karena baru kali ini ia melihat aura Kayla yang sangat berbeda saat meminta agar jenazah Shanum dilakukan autopsy.


Keesokan harinya Andra datang ke kantor Nabil sesuai dengan janjinya pada sang istri. Dia tidak peduli jika Nabil akan marah ataupun tersinggung.

__ADS_1


“Ada apa, ndra? Bukankah kita tidak ada jadwal meeting?” tanya Nabil dengan raut tak ramah.


“Maaf, Bil. Kedatanganku ke sini memang bukan karena urusan pekerjaan. Aku hanya ingin meluruskan ucapan istriku tempo hari.” Jawab Andra.


“Kalau bukan urusan pekerjaan, lebih baik kamu per-“


“Please, Bil! Percayalah dengan ucapan istriku! sampai saat ini jiwanya masih terguncang. Dia sangat yakin kalau Shanum masih hidup. Kayla berpesan padaku agar kamu melakukan autopsy terhadap jenazah istri kamu. Bahkan Kayla berani menjaminkan dirinya sendiri kalau jenazah itu terbukti bukan Shanum.” Andra dengan cepat memotong kalimat Nabil.


Deg


Sedalam itu kah persahabatan antara istrinya dan Kayla. Walau sebenarnya Nabil sampai saat ini merasa kalau istrinya masih berada di sisinya, namun saat teringat dengan mayat yang terbujur kaku saat itu, tidak mungkin kalau itu bukan istrinya. Kemudian Nabil menarik nafasnya dalam sebelum menjawab pernyataan Andra.


“Baiklah. Aku akan melakukannya.”


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2