Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 21 ~ Nona Cantik


__ADS_3

Saat ini Shanum sedang makan siang bersama Kevin di kantin perusahaan. Sejak tadi Shanum hanya menundukkan kepalanya sambil menikmati makan siangnya tanpa mengucapkan sesuatu pada Kevin.


Begitu juga dengan Kevin yang sejak tadi seperti sedang memikirkan sesuatu. Apalagi saat memasuki ruangan CEO untuk memberitahu Nabil kalau jadwa meeting dimajukan menjadi jam setengah tiga. Kevin melihat dengan mata kepalanya sendiri saat posisi tubuh Nabil dengan Shanum sangat dekat dan mereka berdua saling menatap dengan jarak yang hampir terkikis. Entah apa yang akan mereka lakukan saat Kevin tidak masuk ke ruangan CEO.


Kevin sudah sering mendengar skandal yang dibuat oleh atasannya itu. bahkan semua karyawan juga tahu. Mereka memaklumi, selain wajah Nabil yang tampan ddan selalu menaarik perhatian kaum hawa, Nabil juga terkenal playboy di mata karyawannya.


Lalu Kevin juga merasa selama kehadiran Shanum sebagai asisten Nabil, pria itu sudah jarang sekali atau hampir tidak pernah kedatangan wanita cantik ke kantornya. Biasanya hampir setiap hari ada saja wanita yang datang ingin menemui Nabil hanya sekadar untuk makan siang bersama. Tentu saja Kevin berpikiran buruk tentang Shanum dan Nabil. Tapi dia tidak berharap kalau Nabil akan kembali terlibat skandal, apalagi itu dengan Shanum. Asisten sekaligus sepupu Nabil. Tidak. Kevin tidak rela, jika wanita yang ia kagumi menjalin hubungan dengan bosnya.


“Num!” panggil Kevin membuka obrolan.


“Iya, Vin?” jawab Shanum mendongak menatap Kevin yang masih memegang sendok.


“Apa kamu betah selama bekerja menjadi asisten Tuan Nabil?”


“Kenapa kamu bertanya sepeti itu?” Tanya Shanum bingung.


Sebenarnya Shanum menghindari Kevin agar tidak bertanya tentang Nabil. Terlebih tadi Kevin telah memergoki dirinya sedang berduaan dengan Nabil dalam posisi yang sangat tidak wajar bagi seorang asisten dengan bosnya.


“Nggak apa-apa. Aku hanya khawatir saja kalau terjadi sesuatu dengan kamu dan Tuan Nabil. Tapi itu tidak mungkin juga sih, karena kalian berdua sepupu bukan?”


Shanum mengangguk sambil tersenyum pada Kevin agar pria itu tidak berpikiran yang macam-macam. Meskipun benar adanya kalau dirinya sepupu Nabil, tapi tanpa sepengetahuan orang mereka berdua sudah terlibat skandal.


Kevin kembali bersikap biasa pada Shanum setelah sempat mencurigainya. Perasaannya sedikit lega setelah ingat kalau Shanum dan Nabil memiliki hubungan saudara.

__ADS_1


Usai makan siang, mereka berdua kembali ke ruangannya. Kevin dan Shanum berjalan beriringan dengan sesekali berbicara santai.


“Selamat bekerja kembali! Jangan lupa nanti pulang kantor kita nongkrong dulu seperti biasa.” Ucap Kevin saat Shanum sudah berdiri di depan pintu ruangannya.


“Iya. terima kasih atas traktirannya.” Jawab Shanum tersenyum tipis pada Kevin.


“Ehm!”


Suara dehaman dari belakang membuat Shanum dan Kevin terkejut. Ternyata itu adalah Nabil. Pria itu menatap dingin pada Shanum yang baru saja menoleh. Sedangkan Kevin langsung masuk ke ruangannya mengabaikan Nabil dan Shanum.


Shanum mundur beberapa langkah mempersilakan Nabil masuk lebih dulu sambil menunduk hormat. Dia mengira suara dehaman Nabil baru saja karena ia ingin masuk ke ruagannya namun terhalang olehnya yang masih berbicara dnegan Kevin.


Nabil masuk begitu saja ke ruangannya dengan perasaan yang sangat kesal. Lagi-lagi ia tidak suka saat melihat kedekatan Shanum dengan Kevin. Apalagi tadi Kevin lah yang menggagalkan niatnya saat hendak mencium bibir Shanum.


***


Klien Nabil kebetulan menginginkan meeting di perusahaan daripada di luar. Dan di sinilah mereka berempat sekarang.


“Selamat sore, Tuan Nabil. Akhirnya saya bisa bekerjasama dengan anda. Semoga kerjasama kita bisa berjalan dengan lancar sampai proyek kita berhasil.” Ucap Tuan Vincent.


“Selamat sore juga Tuan Vincent. Saya juga sangat senang bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan anda.” Sahut Nabil dengan ramah.


Nabil mulai memberikan beberapa berkas pada Tuan Vincent agar pria itu mempelajarinya sebentar sebelum ia menjelaskan beberapa hal penting mengenai proyek besar akan dijalankan.

__ADS_1


Sedangkan Shanum dan asisten Tuan Vincent bertugas mencatat hal penting yang akan dibahas oleh dua bos besar itu nanti. namun saat Nabil menyampaikan beberapa hal yang terlampir pada berkas yang dipegang TuanVincent, pria berusia tiga puluh tahun itu justru tidak fokus dengan penjelasan Nabil. Karena saat ini pandangannya tertuju pada wanita paling canti di ruangan itu, yaitu Shanum.


“Ehm, apa ada yang tidak anda mengerti, Tuan Vincent?” tanya Nabil menahan kekesalannya, karena sudah bicara panjang lebar, tapi kliennya justru fokus melihat Shanum.


“Sudah, Tuan Nabil. Kalau boleh tahu, apakah Nona cantik itu asisten anda?” tanya Tuan Vincent keluar dari pokok bahasan.


“Jelas saja, Tuan. Kalau bukan asisten, buat apa saya memintanya untuk menemani meeting.” Jawab Nabil dengan raut wajah menahan kesal.


“Anda memang sangat pandai mencari asisten. Sangat cantik dan jujur saya sangat tertarik dengan Nona…?”


“Shanum.” Sahut Shanum yang mendapat tatapan dari Tuan Vincent seolah memang menanyakan namanya.


“Nama yang sangat cantik. Secantik oranganya.” Puji Tuan Vincent mengabaikan tatapan Nabil.


Nabil merasa situasi sudah tidak kondusif lagi. dia juga sedikit banyak sudah mendengar kabar tentang kliennya itu yang doyan berganti-ganti pasangan. Nabil tidak akan membiarkan jika kliennya itu sampai berhasil menarik perhatian Shanum.


“Baiklah. Sepertinya meeting kali ini cukup. Anda juga sudah paham dengan apa yang baru saja saya jelaskan. Untuk meeting berikutnya, biar nanti saya yang atur jadwalnya.” Pungkas Nabil membuat Tuan Vincent kecewa.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2