Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 36 ~ Tanda Kehamilan


__ADS_3

Meskipun wajahnya masih terasa berdenyut akibat luka pukul yang diberikan Zaky tadi, setidaknya malam ini hati Nabil sedikit lebih tenang setelah mengatakan perasaannya yang sesungguhnya pada sang Mama. Carissa juga ikut senang mendengar ungkapan perasaan anaknya. bukan karena telah mengambil mahkota Shanum terlebih dulu baru Nabil bisa mencintai Shanum. Namun selama kedekatannya dengan Shanum saat itu lah tanpa sadar telah membuat hati Nabil jatuh pada sosok Shanum.


Keesokan harinya Nabil sudah bersiap rapi pergi ke rumah Bagas untuk meminta alamat tempat tinggal Shanum sekarang. atau lebih tepatnya rumah mendiang kakek dan nenek Shanum.


Sesampainya di rumah Bagas, Nabil kembali bertemu dengan Zaky. pria itu masih marah dengan Nabil. Terlihat dari tatapan Zaky saja Nabil sudah tahu.


Nabil masuk begitu saja setelah dipersilakan oleh ART. Ternyata di dalam sana sudah tampak Bagas dan Rosma yang memang menunggu Nabil.


“Selamat pagi, Om Tante!” Sapa Nabil dengan ramah.


Bagas hanya diam saja, sedangkan Rosma mengangguk dengan senyum tipis menatap Nabil. Setelah itu Nabil mempertegas maksud kedatangannya yaitu ingin meminta alamat tempat tinggal Shanum sekarang.


“Lebih baik sekarang juga kita berangkat!” Ucap Bagas membuat Nabil bingung.


“Kita” apa maksud dari ucapan Bagas. Nabil berpikir keras, mungkinkah kedua orang tua Shanum akan mengantarnya.


“Nabil, ayo! Kami bertiga juga harus ikut.” Ucap Rosma menjawab kebingungan Nabil.


Akhirnya Nabil mengangguk saja. setelah itu dia keluar rumah Bagas mengikuti langkah kedua orang tua Shanum. Ternyata Zaky sejak tadi di luar sedang menunggu kedua orang tuanya. Zaky menyetir di mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya. Sedangkan Nabil mengendarai mobil sendiri. Mobil yang telah ia sewa dari hotel tempatnya menginap.


Nabil mengendarai mobilnya mengikuti mobil Zaky. perjalanan yang ia tempuh saat ini menuju daerah lereng pegunungan. Nabil tidak menyangka kalau Shanum memilih tinggal di tempat ini setelah saat itu ia mengusirnya.


Dalam perjalanan Nabil masih dihinggapi rasa penyesalan yang begitu dalam. Dia berharap bertemu Shanum dan wanita itu akan memaafkan kesalahannya. Walaupun memang sangat sulit.


Kurang lebih selama dua jam akhirnya mobil Nabil memasuki halaman rumah yang sangat besar. Rumah yang terlihat sepi dibandingkan rumah di sekitarnya. Setelah itu Nabil keluar, mengikuti kedua orang tua Shanum dan juga Zaky yang memasuki rumah besar itu.


“Selamat pagi, Tuan, Nyonya, Den Zaky!” sapa Pak Dirman yang terkejut melihat kedatangan majikannya yang mendadak.

__ADS_1


“Selamat pagi juga Pak! Shanum di dalam kan?” tanya Rosma karena tadi melihat mobil Shanum terparkir di garasi.


Belum sempat Pak Dirman menjawab, Bagas, Rosma, Zaky dan juga Nabil masuk ke dalam rumah. Bi Asih yang sedang membersihkan rumah juga sama terkejutnya saat melihat kedatangan majikannya. Keterkajutan pasangan ART itu bukan hanya karena kedatangan majikannya yang mendadak, tapi mereka takut jika mencari Shanum tapi wanita itu sejak semalam belum juga pulang.


“Silakan duduk, Nak Nabil!” ucap Rosma yang paling care diantara ketiga orang itu.


Nabil duduk di sofa bersama Bagas dan juga Zaky. sedangkan Rosma menaiki tangga menuju kamar Shanum. Namun langkahnya terhenti saat Bi Asih memanggil nama majikannya.


“Iya, Bi? Ada apa? Shanum masih tidur kan?” tanya Rosma dan disaksikan oleh ketiga pria yang sedang duduk di sofa.


“Maaf, Nyonya. Sejak semalam Non Shanum tidak ada di rumah.” ucap Bi Asih ketakutan.


Mungkin Bi Asih mengira kalau Shanum ada pemotretan yang mengharuskan untuk menginap atau lokasinya memang jauh. Namun melihat kedatangan keluarga Shanum dengan raut wajah yang berbeda dari biasanya, Bi Asih seperti merasakan kejanggalan kalau Shanum kabur dari rumah.


“Maksud Bi Asih apa?” tanya Rosma tidak mengerti.


“Apa??”


Rosma benar-benar terkejut. Begitu juga tiga pria yang sedang duduk dan mendengar ucapan Bi Asih dengan jelas. Terutama Bagas yang sangat marah.


Pria paruh baya itu langsung menghubungi ponsel Shanum. Sayangnya sudah tidak aktif. Begitu juga dengan Zaky yang ikut mencoba menghubungi adiknya.


“Kenapa Bi Asih tidak bilang pada kami?” Tanya Rosma menahan diri untuk tidak memarahi pambantunya itu.


Bi Asih hanya tertunduk takut. Dia juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga majikannya itu.


“Apa Bibi tahu siapa teman Shanum yang mengajaknya pergi?” kali ini Nabil ikut bersuara.

__ADS_1


“Saya tidak tahu, Tuan. Non Shanum hanya keluar rumah, dan di depan sudah ada mobil yang menunggunya.” Jawab Bi Asih.


Nabil tampak frustasi. Apakah Shanum sudah mengetahui kalau dirinya akan datang. lalu kemana sekarang Shanum pergi.


Semua orang masih panik dan berusaha mencari informasi kemana Shanum pergi. Mereka sangat yakin kalau Shanum memang sengaja kabur, bukan diculik.


“Apa Bibi tahu sesuatu tentang Shanum atau teman-temannya?” tanya Zaky mencoba bicara baik-baik dengan pembantunya.


“Maafkan saya, Den. Saya tidak pernah melihat teman Non Shanum ke sini sebelumnya. Hanya saja, akhir-akhir ini saya melihat keadaan Non Shanum sedang kurang sehat.” Jawab Bi Asih jujur.


“Shanum sakit? Kenapa Bibi tidak bilang ke kami? Lalu bagaimana keadaannya? Apalagi sekarang dia pergi tanpa pamit.” Tanya Bagas tidak sabar.


“Saya sudah sering mengingatkan Non Shanum untuk periksa ke dokter, Tuan. Tapi katanya rasa pusing dan mualnya itu akan hilang sendiri saat siang menjelang.” Jawab Bi Asih yang sebenarnya sudah tahu bahwa itu adalah tanda kehamilan.


“Shanum hamil” Lirih Rosma sambil memegangi dadanya.


.


.


.


*TBC


Hayooo Shanum kemana? Sorry guys, kalau jalan Nabil sangat terjal😂😂✌️✌️


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2