
Setelah dari tempat tinggal Shanum dan kekecewaan yang didapat, akhirnya Nabil memutuskan untuk pergi dari rumah Shanum. Dia kembali meminta maaf pada kedua orang tua Shanum apalagi setelah ada dugaan kalau saat ini wanita itu tengah mengandung.
Nabil sangat yakin kalau memang benar Shanum sedang mengandung, pasti janin itu adalah hasil perbuatannya dulu. Ada rasa senang sekaligu kecewa berbaur menjadi satu dalam hati Nabil. senang karena ada calon buah hatinya di dalam perut Shanum, namun dia kecewa karena Shanum memilih pergi menghindarinya. Bukankah dia pernah dengar dari Naya kalau Shanum sudah lama mencintainya dna memendam perasaan itu. tapi kenapa wanita itu memilih pergi? Meskipun sudah tahu jawabannya, setidaknya Nabil cukup yakin kalau perasaan cinta Shanum untuknya masih ada walaupun tersisa sedikit.
Nabil menghentikan mobilnya di tepi jalan. Dia bingung mencari keberadaan Shanum. Apalagi tempatnya saat ini masih asing baginya. Apa mungkin Shanum masih berada di daerah sekitar sini.
Arghhhhh!!!!
Nabil sangat frustasi. Taapi dia juga tidak bisa tinggal diam begitu saja. dia harus bisa menemukan Shanum dan segera meminta maaf.
Tak lama kemudian ponsel Nabil mendapat panggilan dari Mamanya. Dengan wajah sendu dan penuh kekecewaan, Nabil mengatakan pada Mamanya kalau Shanum lebih dulu pergi sebelum ia sempat menemuinya.
Carissa yang berada di sebarang sana ikut sedih melihat Nabil. apalagi sejak kemarin suaminya tidak melakukan apapun. Karena masih marah sama anak laki-lakinya itu.
“Nabil tidak minta bantuan apapun pada Mama atau Papa. Karena sudah jelas Papa tidak akan membantu. Yang Nabil minta pada Mama hanya doa. Doakan urusan Nabil dipermudah, Ma.” Ucap Nabil berusaha tegar.
Selain penyesalan yang dilakukan terhadap Shanum, penyeselan terbesar Nabil adalah ia selama ini sering mengabaikan nasehat yang diberikan oleh Mamanya. Beberapa kasus skandal yang pernah ia lakukan sama sekali tak pernah membuat Nabil jera. Kini, dia sangat menyesal karena tidak pernah mendengarkan Mamanya. Padahal Mama atau seorang ibu adalah wujud nyata dari Tuhan.
Usai menutup nsambungan teleponnya dengan sang Mama, Nabil kembali melanjutkan perjalanannya. Ia akan kembali ke penginapannya terlebih dulu sekaligus memikirkan cara untuk mencari keberadaan Shanum.
Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba saja Nabil merasa kehausan. Namun dia bukan ingin minum, melainkan ingin makan buah segar yang sudah dikupas. Tapi sayangnya Nabil bingung membelinya dimana.
__ADS_1
Sejenak Nabil mengalihkan perhatiannya untuk mencari keberadaan Shanum. Dia mementingkan perutnya dulu kemudian kembali memikirkan cara untuk mencari Shanum.
Cukup lama Nabil keliling di daerah yang masih asing baginya. Mulai dari tempat wisata dan pasar ia lewati tapi tidak juga menemukan stand penjual buah segar.
Karena lelah berputar-putar sejak tadi, Nabil akhirnya menghentikan mobilnya di tepi jalan untuk beli minuman. Namun siapa sangka di sebelah toko minuman itu ada orang yang menjual buah kupas beserta rujak manis. Tapi sayangnya orang itu jualannya di gerobak. Nabil jelas tidak suka karena kebersihannya.
Nabil memasuki toko dan membeli minuman dingin berkaleng. Dia meminumnya sambil duduk di kursi yang ada di toko itu. setelah satu kaleng minumannya habis, tenggorokan Nabil masih menginginkan buah segar. Entah kenapa ia mendadak sangat menginginkan buah itu. akhirnya Nabil terpaksa membeli buah yang dijual dalam gerobak itu.
Pedagang itu memberikan Nabil wadah yang berbahan plastic dan mempersilakan Nabil memilih buah yang diinginkan. Buah-buahan yang sudah dikupas itu memang sangat menggiurkan. Bahkan Nabil sampai berulang kali menelan salivanya.
Tiba-tiba saja saat Nabil hendak mengambil potongan buah semangka yang tinggal satu, tanpa sengaja buah itu juga ada yang mengambil. Karena Nabil sangat menginginkan buah itu, dia tidak mau mengalah dengan pembeli yang menurutnya serakah itu.
“Mbak nggak lihat, kalau saya yang lebih dulu ambil.” Jawab Nabil tak terima.
“Tapi saya butuh buah ini. please, mengalahlah Mas!” Mohon perempuan itu dengan sedikit memelankan suaranya.
“Tidak bisa. Beli di tempat lain kan bisa.” Nabil masih tetap mengambil buah semangka yang tinggal sepotong itu.
“Tapi teman saya yang sedang hamil sangat mengingnkan buah ini, Mas! Dia pasti akan marah kalau keinginannya tidak terpenuhi. Apalagi suaminya telah meninggal.” Ucap perempuan itu dengan tatapan mengiba.
Nabil akhirnya urung mengambil buah semangka itu. entah kenapa ia tidak tega mendengar cerita tentang teman perempuan itu. bahkan Nabil lah yang membayarnya.
__ADS_1
“Terima kasih banyak ya, Mas!” ucap perempuan itu pada Nabil sebelum pergi.
**
“Bagaimana? Apa sudah dapat buah yang diinginkan oleh Shanum?” tanya Andra yang baru saja menyelesaikan panggilannya dengan rekan kerjanya.
“Sudah. Ya meskipun harus rebutan dnegan Mas- Mas ganteng tadi.” jawab Kayla.
Andra segera menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi ke villa untuk mengantar buah pesanan Shanum. Namun saat Andra hendak memutar balik mobilnya, ia melihat pantulan seseorang yang sangat tidak asing dari balik kaca spion mobilnya.
“Nabil” gumamnya pelan dan mengurungkan niatnya untuk memutar balik mobilnya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1