Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 39 ~ Mencari Shanum


__ADS_3

Andra tidak menyangka kalau akan bertemu di tempat ini dengan temannya itu. walau sebelumnya ia sudah diberitahu oleh Shanum. Andra juga tidak ingin bertemu dengan Nabil dulu, atau lebih tepatnya belum ingin memberitahu keberadaan Shanum saat ini. dia ingin menghargai keputusan Shanum. Apalagi baru saja ia mendapatkan maaf dari wanita itu.


Beberapa saat kemudian mobil Andra sudah memasuki halaman Villa dimana saat ini Shanum tinggal. Kayla lebih dulu keluar dan segera memberikan buah pesanan Shanum.


“Terima kasih banyak, Kay!” ucap Shanum dengan tulus.


Saat ini memang hanya Kayla dan Andra yang bisa dimintai tolong oleh Shanum. Walau sebenarnya dia merasa tidak enak, terlebih pada Kayla yang tanpa sadar telah membawanya masuk ke dalam masalahnya.


“Buruan dimakan, Num! bukannya kamu tadi ingin sekali makan buah itu. aku tadi susah payah loh dapatinnya. Sampai harus rebutan dengan seseorang yang juga menginginkan buah itu.” ucap Kayla.


“Benarkah? Maaf, merepotkanmu. Dan sekali lagi terima kasih, Kay.” Jawab Shanum dan segera memakan buah itu.


“Nggak apa-apa. Tenang saja! untung saja dia tampan. Baik hati pula, tadi saat aku bilang kalau buah itu sangat diinginkan temanku, akhirnya dia mengalah. Malah membayarnya.” Cerocos Kayla.


Tak jauh dari kedua perempuan itu duduk, Andra mendengar smeua pembicaraan hanum dan Kayla. Bagaimana kalau Shanum tahu kalau pria yang dia temui barusan sekaligus orang yang membelikan buah untuk Shanum adalah Nabil. Andra menggelengkan kepalanya pelan. Mungkin kalau keadaan Shanum lebih membaik, dia akan bicara baik-baik dengan Shanum. Andra sangat yakin kalau Nabil sangat mencintai Shanum. Hanya saja pria yang tidak pernah mengenal cinta itu terlihat boddoh mengenai cinta.


Sore harinya Andra memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Dia membiarkan Shanum tinggal sementara di Villanya. Lagipula ada seorang pembantu yang tinggal di villa itu. jadi Shanum tidak akan kesepian.


“Aku pulang dulu ya, Num! kamu baik-baik di sini. nanti kalau ada apa-apa hubungi aku.” pamit Kayla sebelum pulang bersama Andra.

__ADS_1


“Iya, hati-hati di jalan!” jawab Shanum tersenyum ramah pada Kayla.


Sedangkan Andra hany mengangguk samar sebelum pulang. meskipun hubungannya dengan Shanum masih belum terlalu akrab, setidaknya dia bisa memberikan kenyamanan pada wanita itu.


***


Sementara itu Nabil kini sudah kembali di tempat penginapannya. Pria itu belum pulang sebelum menemukan cara untuk mencari keberadaan Shanum. Dia meminta bantuan pada dua orang temannya yaitu Dave dan Lucky untuk mencarikan orang yang tempat tinggalnya di daerah sini untuk bisa menemukan Shanum. Namun sayangnya kedua teman Nabil mengatakan kalau orang yang tinggal di tempatnya saat ini adalah Andra.


Nabil harus berpikir dua kali jika harus menghubungi Andra. Mengingat pria itu lah yang menyebabkan smeua masalah ini terjadi. Apalagi saat ini dia sudah memblokir nomor Andra. Pantang bagi Nabil jika menjilat ludahnya sendiri.


Entah dengan cara apa dan bagaimana, akhirnya Nabil sudah mendapatkian seseorang yang akan ditugaskan untuk mencari Shanum sekaligus memantau wanita itu. malam nanti Nabil akan bertemu dengan orang itu.


“Ini foto orang yang harus kamu cari. Aku sanga yaakin kalau wanita itu masih tinggal di sekitar tempat ini.” ucap Nabil dengan memberikan sebuah foto Shanum.


“Baik, Tuan. Saya berjanji akan segera menemukan wanita ini.” jawab tegas dari pria yang bernama Boby.


Nabil juga memberikan sebuah amplop berisi beberapa kembar uang kepada Boby. Mungkin itu masih uang muka. Selebihnya jika Boby berhasil menemukan keberadaan Shanum, ia akan memberikannya lebih banyak lagi.


Usai bertemu dengan Boby, Nabil langsung kembali ke penginapan. Harusnya dia masih ingin tetap berada di tempat ini sampaai Shanum ditemukan. Namun sayangnya pekerjaannya sangat padat dan tidak bisa ditinggalkan dalam waktu lama. Besok pagi juga dia harus pulang.

__ADS_1


Nabil merebahkan tubuhnya sejenak. Hatinya sakit saat mengetahui kenyataan kalau Shanum pergi menjauhinya. Entah sampai kapan Nabil akan mendapatkan maaf dari Shanum dan mempertanggung jawabkan perbuatnnya.


Sibuk memikirkan Shanum, tiba-tiba saja ada panggilan masuk dari Nila. Nabil mengeram kesal. Di saat seperti ini, ada saja pengganggunya. Tapi memang kenyataannya Nila saat ini berstatus sebagai tunangannya. Tapi tidak lama lagi dia akan memutuskan hubungan itu.


Nabil sangat malas menjawab banyak pertanyaan Nila mengenai posisinya sekarang. hingga akhirnya terpaksa memutus panggilan Nila dna langsung menonaktifkan ponselnya.


“Kenapa Nila menghubungiku dan menanyakan keberadaanku? Bukankah Nabila mengatakan akan membantu mengatasi Nila.” Gumam Nabil.


Nabil yang sama sekali tak berminat dengan Nila, bagaimanapun juga dia nanti akan bicara baik-baik dengan wanita itu beserta kedua orang tuanya kalau hubungannya tidak bisa berlanjut. Meskipun Nila memang sosok wanita cantik dengan body goals sempurna, bahkan lebih cantik dari teman kencannya dulu, ada satu hal yang membuat Nabil tidak suka dengan Nila.


Usai menonaktifkan ponselnya, Nabil istirahat agar besok saat pulang pikirannya lebih fresh dan segera mendapat kabar baik tentang Shanum.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2