Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 72 ~ Baby Blues Syndrome


__ADS_3

Acara pesta besar yang digelar oleh Barra telah usai. Semua tamu undangan dan keluarga besar satu per satu meninggalkan tempat acara. Mereka pulang ke rumah masing-masing. Termasuk pasangan Nabil dan Shanum yang memilih langsung pulang karena Baby Queen sejak tadi rewel.


Sedangkan pasangan Nabila dan Jo yang baru saja sampai rumah, Nabila menidurkan anak laki-lakinya ke dalam kamarnya. Setelah itu Nabila masuk ke kamarnya karena sangat penasaran dengan isi kado dari kakak iparnya. Bahkan dia mengutamakan membuka kado dari Shanum daripada dari suaminya.


Dengan tidak sabar Nabila membuka sebuah kotak kecil berwarna merah yang dibalut dengan pita warna merah muda. Baginya ini hadiah yang sangat special pemberian dari kakak iparnya. Dan saat kotak itu sudah terbuka, Nabila segera mengambil isinya dan merentangkannya.


“Oh astaga!!!! Shanum, kamu ini apa-apaan sih pakai kasih hadiah seperti ini?” gerutu Nabila saat mengetahui bahwa isi kado pemberian Shanum adalah satu set baju haram berwarna merah maroon.


“Dikira aku ini pengantin baru apa? Pakai hadian ginian.” Gerutunya dengan masih merentangkan baju haram itu.


“Jangan dikira ini hadiah khusus untuk pengantin baru ya, adik iparku tercinta. Aku sengaja memberikan ini sebagai kode, aku ingin keponakan lagi dari kamu. Semangat bekerja keras ya! Semoga cepat membuahkan hasil.”


Nabil terdiam setelah mendengar untaian kalimat yang baru saja dibaca oleh suaminya. ternyata itu adalah kartu yang ditulis oleh Shanum dan diletakkan di dalam kado tadi. seketika itu Nabila melirik sang saumi yang sedang tersenyum penuh arti. Entah kenapa dia bergidik ngeri.


“Sepertinya ucapan kakak ipar tidak salah, Sayang! Bagaimana kalau kamu memakainya sekarang?” ucap Jo dengan tersenyum smirk.


Sebagai seorang istri yang penurut, Nabila yang sifatnnya cenderung bar-bar akan berubah menjadi kucing jinak dan menggemaskan jika diperintah oleh suaminya. tanpa penolakan, wanita itu langsung melipir masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah itu memakai baju haram hadiah dari kakak iparnya itu.


“Duh, bisa-bisanya aku deg-degan seperti ini. kayak perawan saja.” gumamnya sambil mencuci muka.


Setelah itu Nabila segera memakai baju haram itu. baju yang ukurannya sangat pas di tubuhnya. Wanita itu memuji kakak iparnya yang menurutnya mengerti dengan seleranya.


“Ah, kamu baik sekali sih Shanum. Tenang saja, aku akan membalas perbuatan baikmu ini.” ucap Nabila seorang diri di depan cermin kamar mandinya.


***

__ADS_1


Berbeda dengan pasangan Nabil dan Shanum saat ini. mereka yang sejak tadi sampai rumah tak kunjung istirahat, lantaran badan Baby Queen yang mendadak demam setelah mengikuti acara tadi.


Shanum sejak tadi menggendongnya karena bayinya sama sekali tidak mau ditidurkan di box. Bahkan digendong oleh Papanya saja dia menangis.


“Sayang, coba kamu duduk sambil sandaran di sini.” ucap Nabil.


Nabil meletakkan bantal pada sofa agar istrinya duduk di sana dan bisa bersandar. Setidaknya itu akan membuat Shanum lebih nyaman daripada sejak tadi terus berdiri.


“Terima kasih, Mas!” jawabnya dengan menahan kantuk dan lelah yang mendera menjadi satu.


Nabil yang juga penasaran dengan kado pemberian istrinya terpaksa mengurungkan niatnya ubtuk membuka kado itu. dia pun akhirnya ikut duduk di samping istrinya yang sedang menggendong Queen.


Nabil juga heran dengan anaknya yang masih berusia satu bulan itu. biasanya Queen tidak pernah menangis dalam gendongannya. Bahkan Shanum pernah bilang kalau Queen lebih dekat dengan sang Papa daripada dirinya. Mungkin hari ini dia ingin dimanja oleh Mamanya.


“Mas, tolong menjauhlah! Aku juga sangat lelah, Queen juga ingin lebih tenang dan nyaman.” Ucap Shanum memohon.


“Maaf!” ucap Nabil dengan suara menahan kesal karena ucapan istrinya.


Pria itu merasa menjadi penyebab sakitnya Queen. Tanpa basa-basi, Nabil langsung naik ke tempat tidur dan menarik selimutnya sampai dada. Mengabaikan istrinya yang sedang menimang Queen yang masih menangis.


Shanum berusaha sabar. Ini adalah pengalaman pertamanya merawat bayi yang sedang sait plus Papa si bayi juga ikut tantrum.


Sebelumnya Shanum sudah mendapat beberapa tips dari dokter kandungan pasca melahirkan dulu agar bisa menjaga emosinya tetap stabil. Karena jika tidak, dia akan mengalami yang namanya Baby Blues Syndrome. Dan itu akan berdampak fatal bagi dirinya sendiri juga si bayi.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam. posisi Shanum masih duduk bersandar bantal pada sofa. Queen juga sejak tadi tidurnya tidak bisa nyenyak. Sebentar bangun sebentar tidur. Beruntungnya bayi itu masih mau minum ASI. Setidaknya bisa membantu meredakan demam pada tubuh Queen. Shanum juga tidak ingin gegabah dengan membawanya ke dokter kalau dia masih bisa mengatasinya.

__ADS_1


Kruk kruk kruk


Tiba-tiba saja perut Shanum berbunyi karena lapar. Bagaimana tidak lapar kalau sejak tadi Queen terus menyedot sumber kehidupannya. Setelah itu Shanum melihat arah tempat tidur dimana sang suami tampak pulas dalam tidurnya.


“Mas!”


Shanum mencoba membangunkan Nabil dengan duduk di sampingnya dan masih menggendong Queen.


“Mas!”


Sampai panggilan ke tiga Nabil tak juga bangun. Akhirnya Shanum mencoba pilihan terakhir yaitu dengan memencet hidup suaminya.


“Apaan sih? Katanya aku ganggu tidurnya Queen? Sekarang malah bangunin.” Kesal Nabil lalu berbalik badan memunggungi istrinya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2