Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 61 ~ Mantan Tunangan


__ADS_3

Hari ini Nabil dan Shanum pindah ke rumah barunya. Kedua orang tua Shanum juga turut hadir di sana. Karena selain acara pindahan rumah, Nabil juga mengadakan syukuran kehamilan istrinya yang baru sempat ia adakan.


Bagas dan Rosma sangat bahagia melihat Shanum yang sudah bisa menerima pernikahannya dengan Nabil. bahkan saat ini Shanum terlihat lebih gemuk dari sebelumnya. Menurut cerita dari Carissa, semenjak Shanum tinggal bersamanya, menantunya itu sama sekali tidak pernah mengalami morning sickness.


Saat ini semua keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka tampak menikmati jamuan yang sudah disiapkan oleh Carissa. Mereka juga baru saja selesai berdoa untuk keselamatan janin yang sedang dalam kandungan Shanum.


Shanum tampak duduk bersandar pada sofa. Wanita itu memilih menyendiri sejenak di saat semua keluarganya sedang menikmati hidangan makanan. Nabil yang sejak tadi berkumpul dengan para saudara laki-lakinya, ia melihat istrinya dari kejauhan seperti sedang kelelahan.


“Sayang, apa kamu baik-baik saja? wajah kamu terlihat pucat.” Tanya Nabil khawatir.


“Nggak, Mas. Aku hanya ingin istirahat saja seperti ini.” jawab Shanum.


“Apa kamu bilang? Kamu barusan memanggilku apa? Bisa diulangi lagi?” tanya Nabil ingin memastikan bahwa pendengarannya tidak terganggu.


Sedangkan Shanum sendiri pura-pura bingung mendapati pertanyaan dari suaminya. Memang Shanum mengubah panggilannya terhadap Nabil. Hal itu dikarenakan ia ingin seperti orang tua dan mertuanya. dengan memanggil Nabil dengan panggilan “Mas” bukan lagi “Kakak” menurut Shanum akan semakin menambah keromantisan hubungannya.


“Apaan sih, Mas? Sudah sana, aku mau sendiri di sini dulu.” Ucap Shanum dengan mengulum senyum.


Nabil sangat bahagia mendengarnya. Padahal panggilan sangat sederhana, namun memiliki arti yang sangat dalam baginya.


“Nggak. Aku di sini saja, atau kamu mau aku pijitin?” tolak Nabil sekaligus menawarkan bantuan.


“Nggak. Malu nanti dilihat sama saudara-saudara.” Tolak Shanum walau sebenarnya sang ini dipijit kakinya.


“Ya sudah kalau begitu ayo di kamar saja. biar aku pamit ke Mama dan Bunda dulu kalau kamu butuh istirahat.”


Shanum tidak bisa menolak lagi kala suaminya sudah lebih dulu menghampiri Mama dan Bundanya. Tak lama kemudian Nabil kembali menghampiri istrinya lalu mengajaknya masuk ke kamar. sedagkan saudaranya yang lain tampak biasa saja melihat Nabil dan Shanum meninggalkan ruang keluarga. Mereka juga paham kalau Shanum pasti butuh istirahat. Apalagi sedang hamil muda.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Nabil menar-benar melakukan apa yang diucapkannya tadi. pria itu dengan sabar memijit kaki istrinya. Shanum sendiri juga merasa sangat nyaman dengan pijitan dari tangan suaminya. posisinya yang sedang bersandar, tanpa sadar dan saking nyamannya membuat wanita itu tertidur.


Nabil hanya terssenyum saat melihat istrinya tidur dengan pulas dalam posisi bersandar seperti itu. akhirnya ia memperbaiki posisi Shanum dan menyelimutinya. Setelah itu ia kembali lagi menemui keluarganya yang masih berkumpul di ruang keluarga.


***


Hari berganti hari. Shanum sangat menikmati harinya sebagai calon Mama Muda. Apalagi kini hanya tinggal berdua dengan sang suami. Nabil benar-benar sosok suami yang sangat perhatian. Karena setiap apa saja yang diinginkan Shanum, Nabil selalu memenuhinya. Pria itu juga sangat memprioritaskan istrinya.


Hari ini Nabil baru saja pulang dari kantor. seperti biasa, setiap baru saja pulang, ia selalu disambut hangat oleh istrinya.


“Sini, Mas! Aku bawakan tasnya.” Ucap Shanum meraih tas suaminya.


“Sayang, kesini dulu! Aku mau bicara sebentar. Nanti saja aku mandinya.” Ucap Nabil mengajak istrinya duduk di sofa ruang tengah.


“Lusa aku ada pekerjaan di luar kota. Mungkin selama tiga sampai empat hari di sana. Pekerjaan ini sangat penting, karena menggantikan Papa.” Ucap Nabil.


“Sayang, kenapa diam? apa kamu tidak mengijinkan aku pergi?” tanya Nabil saat melihat raut wajah istrinya yang tampak berbeda.


“Tidak. Maksudku tidak apa-apa. Aku mengijinkan.” Jawab Shanum mencoba tenang.


Nabil jelas bisa melihat kebohongan istrinya yang berusaha ditutupi. Tapi diajuga tidak bisa membatalkan perjalanan bisnis itu. mengingat sebentar lagi ia akan menduduki posisi CEO yang akan menggantikan Papanya.


“Nanti selama aku pergi, aku ingin kamu tinggal di rumah Mama saja. aku tidak tega membiarkan kamu sendirian di sini meskipun ada pembantu.” Lanjutnya dan diangguki oleh Shanum.


Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam kamar. Nabil akan mandi terlebih dulu sebelum makan malam bersama istrinya. Sedangkan Shanum akan menyiapkan baju ganti untuk suaminya.


***

__ADS_1


Hari ini adalah hari keberangkatan Nabil ke luar kota. Nabil tidak pergi sendirian, melainkan dengan asisten Papanya. Dan saat ini Shanum juga ikut mengantar kepergian suaminya ke bandara.


Nabil dan Shanum diantar oleh seorang sopir. Sedangkan asisten Papanya sudah lebih dulu sampai di bandara.


“Sayang, selama Papa pergi jangan buat Mama kamu mual-mual lagi, ya?” ucap Nabil sambil mengusap perut Shanum yang sudah mulai terlihat membuncit.


Shanum hanya mengulas senyum. Dia juga berharap tidak akan ada lagi drama mual-mual saat ditinggal suaminya beberapa hari.


Sesampainya di bandara, Nabil menggandeng istrinya untuk ikut mengantar sampai gate keberangkatan. Tanpa mereka berdua sadari, sejak tadi ada seseorang yang terus mengawasi Nabil dan Shanum. Bahkan orang itu juga mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Nabil.


“Mas hati-hati ya? Jangan lupa untuk selalu menghubungiku.” Ucap Shanum sebelum suaminya berangkat.


“Iya. aku akan segera pulang jika urusannya sudah selesai. ya sudah, aku berangkat dulu ya, Sayang. Kamu juga jaga diri baik-baik.” Pamit Nabil lalu meninggalkan kecupan singkat di kening istrinya.


Nabil berjalan bersama dengan asistennya menuju pesawat. Baru saja beberapa langkah meninggalkan istrinya, terdengar suara seorang wanita yang sedang memanggil nama Nabil.


“Hai mantan tunangan! Wah, jangan bilang kalau kita satu pesawat!” ucap seseorang yang tak lain adalah Nila. Shanum melihat dan mendengarnya dengan jelas.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2