Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 79 ~ Pernikahan Andra Kayla


__ADS_3

Tanpa menjawab ucapan sekretarisnya, Nabil bergegas masuk ke ruang khusus yang disediakan untuk para tamunya. Di sana ada seseorang yang sedang duduk sambil memainkan gadgetnya. Belum menyadari kedatangan Nabil.


“Selamat pagi, Tuan Vincent!” sapa Nabil dengan ramah.


“Selamat pagi juga, Tuan Nabil. maaf, saya baru dengar kabar duka itu. saya turut berbela sungkawa atas kepergian istri anda.” Ucap Vincent.


“Terima kasih. Maaf, apa ada urusan penting yang ingin saya bicarakan dengan anda mengenai kerjasama kita.” Jawab Vincent.


“Memangnya kemarin anda tidak menemui saudara saya untuk membahas itu?” tanya Nabil merasa agak aneh dengan ucapan rekan bisnisnya itu.


“Maaf, saya juga baru datang ke sini hari ini. dan saya diminta sekretaris anda untuk menunggu anda di sini. saya juga tahu kabar duka itu dari sekretaris anda.” Jawab Vincent.


Tak ingin memperpanjang urusannya, akhirnya Nabil mulai membicarakan masalah kerjsamanya dengan Vincent. Kedua pria itu tampak serius membahas proyek yang sedang dikerjakan oleh perusahaan Nabildan Vincent. Memang selama seminggu lebih Nabil menyerahkan semua pekerjaan kantor pada adiknya, berhubung Vincent baru datang hari ini, akhirnya dia sendiri yang menangani urusan itu.


Nabil dan Vincent tampak menyepakati untuk meninjau proyek mereka lagi. tapi Nabil masih meminta kelonggaran waktu, dengan alasan masih banyak pekerjaan yang terbengkalai karena ketidak hadirannya selema beberapa hari. Padahal itu hanya alasan Nabil. pria itu masih menyimpan trauma, dimana saat melakukan peninjauan proyek barunya, di hari itu juga ia kehilangan istri tercitanya.


“Baiklah. Saya mengerti dengan perasaan anda saat ini. saya akan menunggu kesiapan anda untuk meninjau proyek itu lagi.” ucap Vincent sebelum beranjak pergi meninggalkan kantor Nabil.


***


Hari pernikahan Andra dan Kayla semakin dekat. Lusa, pernikahan mereka akan digelar di salah satu hotel berbintang yang ada di kota. Namun, perasaan calon mempelai pengantin itu sama sekali tidak sebahagia seperti pasangan calon pengantin pada umumnya saat mendekati hari pernikahan mereka. Terutama Kayla.


Kayla sampai saat ini masih belum bisa menerima kepergin sahabatnya. apalagi sahabatnya itu meninggal saat akan bertemu dengannya di butik. Kayla merasa orang paling bersalah dalam kematian Shanum.

__ADS_1


“Kalau saja saat itu aku tidak mengajak Shanum pergi ke butik, kejadian naas itu tidak akan pernah terjadi. Semua ini karena salahku.” Ucap Kayla. Wanita itu kembali tersedu mengingat wajah sahabatnya.


“Sayang, jangan seperti ini. mungkin ini semua sudah garis dari Tuhan. Jangan bicara seperti itu. ikhlaskan kepergian Shanum. Lebih baik kita doakan saja dia.” Andra menarik Kayla ke dalam pelukannya.


Semenjak kematian Shanum, sampai saat ini Andra juga belum bertemu Nabil sama sekali. Selain sibuk dengan pekerjaannya, dia juga sibuk mempersiapkan pernikahannya.


“Tapi ini memang salahku, Mas. Aku lah orang yang pantas disalahkan atas kecelakaan itu.” Kayla masih menyalahkan dirinya sendiri.


“Ssttt…. Tenang ya? Lusa kita akan menikah. aku tidak mau kamu tertekan seperti ini. aku yakin Nabil sudah ikhlas dengan kepergian istrinya.” Ucap Andra menenagkan.


Kaya mendongak menatap calon suaminya. dia sampai melupakan hari pernikahannya yang sudah di depan mata lantaran masih belum rela ditinggal Shanum. Apalagi sahabatnya itu pergi tanpa meninggalkan pesan apapun padanya.


“Maafkan aku” lirih Kayla membalas pelukan Andra.


**


Hari pernikahan Andra dan Kayla pun tiba. Namun hati Kayla masih sama. Dia masih terus memikirkan Shanum. Entah kenapa instingnya mengatakan kalau Shanum masih berada di dunia ini.


Kini Kayla dan Andra sudah berada di pelaminan. Beberapa saat yang lalu, prosesi sakral pernikahannya itu berjalan dengan lancar. Statusnya kini resmi menjadi istri Andra. Satu per satu tamu datang menghampiri sepasang pengantin yang tengah berbahagia itu untuk memberikan ucapan selamat. Tak terkecuali Nabil yang datang seorang diri.


Seketika itu air mata Kayla tumpah saat melihat Nabil datang seorang diri tanpa pasangan. Andra dibuat kebingungan dengan reaksi istrinya yang tiba-tuba menangis seseunggukan itu. begitu juga dengan Nabil.


“Kak Nabil maafkan aku… maaf… maaf karena aku penyebab kematian Shanum.” Ucap Kayla dengan tergugu.

__ADS_1


Untung saja di belakang Nabil tidak ada tamu yang sedang mengantri untuk memberikan ucapan selamat pada Kayla dan Andra.


“Hei, jangan seperti ini. ini hari bahagia kalian, kenapa kalian justru bersedih seperti ini?” ucap Nabil ikut menenangkan Kayla.


“Tapi ini memang salahku. Andai saja…”


“Sudah, cukup Kay! Aku sudah ikhlas dengan kepergian istriku. aku mohon doakan saja dia tenang di sana. Aku juga mengerti dengan perasaan kamu sebagai sahabat istriku.”


“Maafkan istriku, Bil!” Andra juga tidak bisa berkata-kata lagi.


“Tidak. Aku tidak rela, aku belum ikhlas dengan kepergian Shanum. Aku merasa dia masih hidup, Mas!” Kayla menjeda kalimatnya dnegan menatap wajah suaminya. setelah itu menatap wajah Nabil.


“Aku mohon, percayalah padaku, Kak! Shanum masih hidup. Lakukan autopsy pada jenazah Shanum!” ucapan Kayla sangat mengejutkan Nabil dan juga Andra.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2