
Nabil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tapi setelah itu dia keluar rumah. bagaimana pun juga sudah menyangupi permintaan Shanum. Walau ia sendiri tidak tahu beli mangga muda di mana. Apalagi di pasar yang Nabil sendiri tidak pernah ke sana.
Nabil tak kehilangan akal. Dia melihat sopir pribadi Bagas yang baru saja selesai mencuci mobil. Dia segera mendekati pria itu dan membisikkan sesuatu. Tentunya menyuruh membeli mangga muda di pasar.
Tidak menunggu lama, Nabil sudah mendapatkan sekantong kresek besar mangga muda dari sopir pribadi Bagas. Dia segera membawanya masuk dan siap untuk diberikan pada pembantu untuk dibuatkan jus mangga muda sesuai permintaan Shanum.
Nabil melihat Shanum masih setia duduk di depan layar tv. Dia pun menuju dapur dengan membawa mangga muda itu.
“Bi, tolong buatkan jus mangga muda seperti yang Shanum minum biasanya.”
“Baik, Tuan.”
Nabil masih di dapur. Lebih tepatnya menunggu jus mangga itu selesai dibuat. Bahkan pria itu sampai menelan salivanya karena membayangkan rasa buah mangga muda yang diblender tanpa dicampur gula sama sekali.
“Ini Tuan, sudah selesai.”
Nabil segera membawa segelas jus itu dan diberikan pada Shanum.
Nabil benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya saat ini. Shanum sangat menikmati jus mangga muda itu. padahal dia juga tahu sendiri rasanya pasti sangat masam. Dia juga takut akan berdampak pada lambung calon istrinya itu.
“Jangan banya-banyak dan jangan sering-sering minum minuman itu. aku takut nanti lambungmu bermasalah.” Ucap Nabil menghentikan Shanum yang sedang meneguk jusnya.
Tanpa mengucapkan sesuatu, Shanum meletakkan gelas itu yang isinya masih tinggal separoh. Nabil senang mendapat respons dari Shanum seperti itu. itu tandanya Shanum sudah mau mendengarkannya.
“Aku sudah biasa minum itu. sekarang sudah kenyang. Lebih baik kamu habiskan.” Ucap Shanum membuat mata Nabil membulat sempurna.
“Tapi aku tidak suka minuman itu.” Tolak Nabil.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Shanum menunjukkan raut kekecewaannya. Padahal dia meminta Nabil ingin menghabiskan jus itu karena ingin melihat kesungguhan pria itu. dengan cara mengetes hal-hal kecil seperti itu setidaknya bisa membuat dirinya yakin kalau Nabil adalah sosok pria yang bertanggung jawab.
Tanpa mengucapkan sesuatu, Shanum kembali mengambil gelas itu dan menghabiskannya. Namun rupanya tangan Nabil bergerak cepat. Dia lebih dulu menyentuh gelas itu karena bisa membaca gerak tubuh Shanum.
Glek glek glek
Nabil menghabiskan sisa jus mangga itu dengan sekali tegukan. Shanum hanya melihatnya tanpa ekspresi. Wanita itu kemudian beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar.
Lalu bagaimana dengan Nabil yang baru saja meminum jus mangga muda yang rasanya sangat masam? Dia segera berlari belakang dan memuntahkan jus yang baru saja diminumnya. Bahkan wajahnya sangat pucat setelah cukup banyak mengeluarkan isi perutnya. Ternyata lambung Nabil tidak bisa menerima makanan masam. Tapi jika minum wine, lambungnya aman-aman saja. sungguh aneh tapi ajaib.
Nabil memilih pulang ke hotel untuk istirahat. Dia hanya berpesan pada pembantu untuk menyampaikan pada Shanum kalau akan kembali ke hotel karena ada urusan mendadak dan tidak sempat berpamitan pada Shanum.
***
Malam ini Shanum sedang makan malam bersama kedua orang tuanya. Mereka bertiga menikmati makan malamnya dengan khidmat. Begitu juga dengan Shanum yang tampak lahap menghabiskan makannnya.
“Shanum nggak tahu, Bun. Tadi siang Shanum tidur, setelah itu waktu bangun tidak lagi melihat Kak Nabil.” jawab Shanum jujur, karena mungkin pembantunya lupa menyampaikan pesan Nabil.
“Maaf, Bu. Tadi Tuan Nabil pamit pada saya katanya ada urusan mendadak dan tidak sempat bilang ke Non Shanum. Tapi wajah Tuan Nabil tadi sangat pucat.” Ucap si pembantu itu.
“Kenapa? Nabil sakit?” Rosma yang justru terlihat khawatir.
“Ehm, tadi Tuan Nabil muntah banyak sekali setelah minum jus mangga muda.” Jawabnya dengan melirik Shanum yang terlihat cuek.
Rosma dan suaminya saling lirik. Mereka berdua seperti punya jawaban yang sama kalau Shanum sengaja mengerjai Nabil dengan meminum jus mangga yang rasanya sangat masam.
“Baiklah, Bi. Terima kasih.” Ucap Rosma kemudian.
__ADS_1
Jujur saja Shanum merasa sangat bersalah setelah kenyataannya bahwa Nabil tadi mengeluarkan isi perutnya setelah nekat menghabiskan sisa jus mangganya.
“Lain kali jangan menyuruh Nabil makan ataupun minum sesuatu demi menuruti ngidam kamu. Tidak semua orang bisa minum jus mangga yang rasanya sangat masam itu.” Ucap Bagas.
Shanum hanya menganggukkan kepalanya.
***
Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, kalau hari pernikahan Nabil dan Shanum akan dilangsungkan dengan sederhana. Hari ini keluarga Nabil baru saja tiba di kota tempat tinggal Shanum.
Barra dan Carissa datang ke rumah calon besannya untuk melakukan pertemuan singkat dulu sebelum acara pernikahan anak-anak mereka digelar lusa.
“Aku sangat senang mendengar kabar dari Nabil kalau akhirnya Shanum menerima anakku untuk bertanggung jawab.” Ucap Barra.
“Mungkin memang anak-anak kita sudah ditakdirkan berjodoh. Seperti yang kita rencanakan dulu. Ya, meskipun awalnya penuh liku.” Ujar Bagas.
Keempat orang tua itu sama-sama bersyukur akhirnya anak-anak mereka bersatu. Setelah itu mereka membahas persiapan acara pernikahan Nabil dan Shanum.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1