Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 44 ~ Bertemu Shanum


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Andra, Nabil memutuskan untuk kembali ke penginapannya. Tentunya setelah memberikan sisa bayarannya pada Boby. Nabil sangat berterima kasih pada Boby atas kerja kerasnya yang membuahkan hasil. Kini saatnya Nabil yang bertindak sendiri setelah menemukan keberadaan Shanum.


Semalaman Nabil tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu Shanum. Walau ia sudah tahu sendiri bagaimana nanti reaksi wanita itu. tapi setidaknya Nabil cukup lega.


Sebelum pulang tadi Nabil juga sudah mengancam Andra untuk tidak mengatakan apapun pada Shanum. Dia tidak ingin Shanum kabur lagi seperti kejadian sebelumnya. Mungkin saat itu Shanum diberitahu oleh Naya, jadi wanita itu memutuskan kabur dan menghindari dirinya. Dan Andra pun menyanggupinya. Andra juga tadi meminta maaf pada Nabil atas kesalahan yang telah dilakukan. Jujur saja pria itu juga merasa tidak nyaman berasa di posisi seperti sekarang ini.


***


Keesokan harinya, Nabil sudah bersiap pergi menuju alamat Villa Andra. Namun sayangnya Nabil harus sedikit bersabar dulu untuk menemui Shanum. Pasalnya baru saja Andra mengirim pesan kalau semalam ada kedua orang tua Shanum di sana. Dan pagi ini mereka berencana akan pulang. Andra menyarankan agar menemui Shanum saat kedua orang tua Shanum sudah pergi.


Nabil sudah bersiap menuju Villa. Pria itu akan memantau keadaan Villa sampai benar-benar melihat Bagas dan Rosma pulang. bukan karena Nabil takut bertemu kedua orang tua Shanum, namun dia hanya ingin bertemu Shanum sendiri terlebih dulu, sebelum bertemu dengan kedua orang tuanya lagi. tentunya untuk meminta restu.


Mobil Nabil kini sudah terparkir tidak jauh dari Villa Andra. Pria itu membuka kaca mobilnya sedikit sambil menyalakan rokoknya. Benar yang dikatakan oleh Andra. Di halaman Villa itu masih tampak sebuah mobil yang diyakini mobil kedua orang tua Shanum.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya mobil itu keluar dari halaman Villa. Nabil pun segera membuang punting rokonya. Setelah itu ia melajukan mobilnya menuju Villa.


“Permisi, Bi! Saya temannya Andra. Saya ingin bertemu dengan wanita yang bernama Shanum.” Ucap Nabil pada pembantu yang bekerja di Villa milik Andra.


Wanita paruh baya itu mengangguk hormat. Sebelumnya memang majikannya sudah memberitahu tentang kedatangan Nabil.


“Mari Tuan, saya antar ke dalam!” Jawab wanita itu, kemudian Nabil mengikutinya.


Ada perasaan cemas pada diri Nabil saat ini. entahlah, padahal selama ini dia sangat ingin bertemu dengan Shanum. Namun kenapa saat ini dia takut melihat kemarahan Shanum.

__ADS_1


Nabil dipersilakan duduk di ruang tamu saat pembantu memanggil Shanum yang sepertinya sedang berada di kamarnya.


“Non, maaf ada tamu yang ingin bertemu dengan Non Shanum.” Ucapnya pembantu itu setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar Shanum.


“Siapa Bi?” tanya Shanum bingung.


“Saya juga kurang tahu, Non. Tamunya sedang menunggu di ruang tamu.” Jawabnya.


Shanum sama sekali tidak menaruh curiga kalau yang datang adalah Nabil. karena dia sudah memberitahu pada kedua orang tuanya dan juga kakaknya untuk tidak mengatakan keberadaannya pada Nabil jika masih terus mencarinya. Begitu juga dengan Andra.


Shanum berjalan menuju ruang tamu. Kebetulan posisi Nabil saat ini sedang duduk menghadap pintu. Jadi Shanum hanya bisa melihat tubuh Nabil bagian belakang.


Deg


“Shanum!” ucapnya lirih lalu berdiri hendak mendekati wanita itu.


“Berhenti!” teriak Shanum saat Nabil hendak melangkah mendekatinya.


Dada Shanum bergemuruh hebat. Keringat dingin terus keluar membasahi tubuhnya. Dia tidak menyangka kalau pria yang pernah ia cintai diam-diam sekaligus pria pertama yang telah melukai perasaannya begitu dalam kini ada di depan mata. Susah payah ia berusaha menjauhi segala hal tentang Nabil. tapi kenapa pria itu kembali hadir.


“Shanum, maafkan aku!” Ucap Nabil menatap nanar pada sosok wanita yang tanpa sadar sudah membuatnya jatuh cinta.


“Pergi! Pergi sekarang juga! aku tidak ingin melihat kamu lagi.” Teriak Shanum dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

__ADS_1


Namun rupanya Nabil tidak menyerah. Ia tetap mendekati Shanum untuk meminta maaf pada wanita itu. Sedangkan Shanum terus memundurkan langkahnya menjauhi Nabil.


“Aku mohon maafkan kesalahanku, Shanum! Aku sadar telah melukai perasaan kamu. Ijinkan aku bertanggung jawab atas kesalahan yang telah aku buat.” Mohon Nabil posisi sudah berlutut.


Shanum tidak menyangka kalau Nabil sampai nekat berbuat seperti itu demi meminta maaf atas kesalahannya. Tapi tetap saja itu tidak sebanding dengan luka yang sudah pria itu torehkan.


“Beri aku kesempatan untuk menebus kesalahanku, Shanum. Aku benar-benar minta maaf.” Nabil terus memohon.


Hati Nabil juga ikut sakit melihat Shanum yang sekarang terlihat membencinya. Dulu saat Shanum masih bekerja di perusahaannya, wanita itu selalu terlihat ceria dan peduli terhadapnya. Namun kini keadaan sudah berbalik.


“Pergilah! Aku tidak ingin melihat kamu lagi.” Ucap Shanum dengan nada melemah, karena tubuhnya tiba-tiba kehilangan keseimbangan.


Brukkk


“Shanum!!!!”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2